
Hosh hosh hosh....
Hosh hosh hosh....
Hosh hosh hosh....
Adelia bersama kedua temannya akhirnya tiba di tempat yang aman, lalu mereka duduk bersandar pada sebuah pohon sembari menenangkan nafas mereka yang tersengal karena berlari dengan cepat.
Setelah beberapa saat, Karina berkata, "sial!!! Padahal sejak kita lari tadi ada begitu banyak hewan buas yang bisa kita bunuh dan mendapatkan inti rohnya. Tapi sekarang kita berada di sini dengan nafas tersengat seperti ini,,, aku rasa setengah nyawaku tertinggal di sana diterkam oleh hewan buas dengan tingkat kekuatan 80-an itu!!!"
"Kau benar,,, Padahal aku belum mendapat satupun inti roh hewan buas yang kudapat dengan kerja kerasku sendiri." Ucap Ozon yang merasa kecewa dengan dirinya sendiri.
Tetapi, baru saja pria itu berkata mereka dikejutkan oleh sebuah roda ledakan yang begitu besar.
Boom!!!
Boom!!!
__ADS_1
Boom!!!
"Apa itu?" Ucap Karina begitu terkejut melihat ke arah tempat mereka berlari dan bahkan tempat mereka duduk saja mengalami getaran hingga beberapa dedaunan rontok dari pohon tempat mereka duduk.
"Hewan buas itu sudah bereaksi," ucap Adelia sembari berdiri menatap ke arah suara ledakan yang kini dipenuhi oleh asap yang membumbung tinggi ke langit.
"Ya ampun,, Apakah teman-teman kita yang ada di sana selamat?" Ucap Karina kini merasa cemas pada banyaknya murid yang tadi tertinggal di tempat itu.
"Hah,, kita tidak bisa melihat satupun kembang api karena jarak kita terlalu jauh. Tapi aku harap mereka menyalahkan kembang api di waktu yang tepat." Ucap Ozon yang juga merasa agak cemas pada orang-orang yang mereka tinggalkan bersama dengan hewan buas besar yang menyimpan bunga rumput emas.
Wakil Kepala sekolah juga terpaksa turun tangan karena banyaknya kembang api yang dinyalakan secara bersamaan membuat para guru besar kewalahan untuk menolong semua murid-murid itu.
Namun, ketika dia tiba di tempat itu dia terkejut ketika dia melihat di kepala salah satu hewan buas itu terdapat bunga rumput emas yang tumbuh dengan indah.
"Bunga itu,,," wakil kepala sekolah menggelengkan kepalanya lalu dia melihat seorang murid yang memanggilnya dan mengambil murid itu.
Wushhh....
__ADS_1
Menggunakan teleportasi dia keluar dari hutan itu dan membawa murid itu kembali ke sekolah.
Begitu tiba di sekolah, wakil kepala sekolah melihat beberapa guru besar yang tampak kewalahan setelah mereka pulang balik dari hutan untuk menolong para murid yang menyalakan kembang api.
"Bunga rumput emas itu tumbuh di kepala hewan buas yang tadi kita lihat. Dapatkah kalian membantuku untuk mendapatkan bunga rumput emas itu?" Tanya wakil kepala sekolah membuat para guru besar mengerutkan kening mereka.
"Aku tidak yakin bisa membantumu karena jika kita berada di sana maka kita tidak bisa merasakan kembang api yang dinyalakan oleh murid-murid yang sedang dalam bahaya." Ucap salah satu guru besar yang tidak mau mempertaruhkan nyawa murid-muridnya hanya demi sekuntum bunga rumput emas yang diperlukan oleh wakil kepala sekolah.
"Tapi bunga rumput emas itu sangat penting untukku, dan untuk menghadapi hewan buas itu, Aku tidak mungkin sendirian karena dia memiliki tingkat kekuatan 80-an dan jumlah mereka tidak hanya satu saja." Ucap wakil kepala sekolah memperhatikan seluruh guru besar yang berdiri di depannya.
Dia sangat membutuhkan bunga rumput emas itu untuk menolong cucunya, tetapi jika dia pergi sendirian maka dia tidak akan bisa mengalahkan hewan buas itu.
"Itu,, Saya rasa untuk melakukan itu kita perlu persetujuan dari kepala sekolah. Karena bagaimanapun, saat ini para murid kita sedang berburu di hutan itu, dan jika hal seperti ini terjadi lagi, maka kita akan membahayakan yang murid-murid kita jika kita tidak siaga untuk menolong mereka." Ucap guru besar dengan suara yang tegas.
Karena meski Dia sedang berbicara dengan wakil kepala sekolah tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan murid-murid sekolah mereka apalagi jika kepala sekolah tidak menyetujui apa yang mereka lakukan.
Bisa jadi mereka sendiri lah yang membahayakan diri mereka jika kepada sekolah sampai mengamuk karena masalah yang mereka timbulkan.
__ADS_1