
Desmond akhirnya kembali lagi ke kediaman tempat kepala tabib istana bekerja, dan saat itu raja sudah tidak ada di sana dan hanya kepala tabib istana saja yang berdiri sambil menatap ke arah kepergian raja.
Lalu Desmon melihat orang aneh itu menghampiri kepala tabib istana dan berkata, "kepala tabib, Aku dengar tabib Aang terakhir kali kemari?"
Pertanyaan pria di depannya sangat membuat kepala tabib istana terkejut, karena tidak menyangka bahwa akan secepat itu seseorang datang ke sana mencari tabib Aang yang telah habis menjadi debu.
"Ah, dia memang kemari. Lalu setelah itu dia terburu-buru pergi. Katanya mau keluar istana untuk menemui seseorang." Ucap kepala tapi istana langsung membuat pria aneh yang ada di depan kepala tabib istana menjadi begitu cemas.
"Memangnya, kau siapa Dan kenapa kau mencari tabib Aang?" Tanya kepala tabib yang saat itu baru pertama kalinya melihat pria di depannya dengan penampilan yang agak aneh.
__ADS_1
Meski pria itu berpakaian seperti orang-orang istana pada umumnya, tetapi meski Dia seorang pria, dia menggunakan cadar berwarna jingga yang membuat kepala tabib hanya bisa melihat mata dan dahinya saja tetapi sebagian wajahnya tidak terlihat.
"Aku adalah orang khusus yang dipilih oleh Ratu untuk melakukan beberapa tugas. Jadi jika kau memiliki informasi mengenai tabib Aang, Tolong sampaikan kepadaku." ucap pria itu lalu segera pergi meninggalkan kepala tabib dengan Desmon yang berada di sekitar situ mengerutkan keningnya menatap pria itu.
'Dia adalah orang suruhan Ratu, kalau begitu jangan-jangan informasi mengenai Adelia telah sampai ke telinga Ratu?' ucap Desmon dalam hati yang kini menjadi sangat cemas, jadi dia kembali lagi mengikuti pria itu sampai akhirnya dia melihat pria itu memang pergi ke arah kediaman Ratu.
Melihat itu, maka Desmon dengan cepat pergi ke arah pria itu dan menggunakan sebuah pedang kecil beracun menggores tangan pria itu hingga pria itu langsung pingsan.
Desmond melihat sekelilingnya dan dia merasa tenang karena tempat itu sepi Jadi dia langsung menggunakan cermin penyintas dan dia kembali ke kediamannya.
'Ada sesuatu yang aneh pada orang ini,' ucap Desmond segera meninggalkan pria itu di bawah lantai dan dia keluar menyuruh para pengawal agar memindahkan pria itu ke sebuah ruang khusus bawah tanah.
__ADS_1
Setelahnya, Desmond kemudian berganti pakaian dan dia pergi ke ruangan tempat peti selir Ananiah diletakkan.
"Kau sudah kembali," ucap Adelia menatap pria yang akhirnya kembali juga ke tempat itu.
Desmond mengganggukan kepalanya dan rasa bersalah memenuhi dirinya Karena setelah menyadari bahwa perempuan di depannya benar-benar berada dalam bahaya, sebab kemungkinan besar informasi tentang darah Adelia yang bisa menetralisir racun dan menyembuhkan penyakit sudah sampai ke telinga Ratu.
"Para pendeta sudah selesai membuat ramuannya, mereka akan datang sebentar lagi setelah mereka memulihkan tenaga mereka. Ahh, tapi, apa yang pergi ke urus sehingga kau terburu-buru sekali?" Tanya Adelia meski dia tahu bahwa seharusnya dia tidak menanyakan hal itu, tapi entah kenapa dia merasa begitu penasaran dan sangat khawatir jadi dia akhirnya menanyakannya.
Desmon menghela, nafas lalu dia mendekati perempuan itu dan memeluk Adelia dengan erat, "maafkan aku, maafkan aku yang sudah lalai. Tapi lain kali aku akan pastikan untuk menjagamu dengan baik." Kata Desmon yang dalam hatinya tetap merasa bersalah karena kebocoran informasi dari sekolah petarung kota Padang Selatan tentang rahasia besar Adelia.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....