
Saat selesai menghancurkan tempat persembunyian paman dan bibi nya Arisha yang diketahui namanya Arman dan Raya
Albercio segera kembali ke hotel tempatnya menginap dan dia segera membersihkan diri juga berendam mendinginkan kepalanya untuk membakar semua emosi di kepalanya karena gagal meringkus kedua orang yang pernah menipunya tersebut, namun sudah semua cara Albercio lakukan untuk mendinginkan pikirannya tetap saja rasa amarah itu belum juga hilang dia terus marah dan uring uringan tidak jelas pada semua anak buahnya tak terkecuali pada sekretaris Ben, hingga saat Albercio teringat akan Arisha dia langsung menanyakan kabarnya pada sekretaris Ben.
"Ben bagaimana dengan gadis keras kepala itu, jangan sampai dia kabur dari genggaman kita!" Ucap Albercio dengan wajah yang serius,
"Anda tidak perlu khawatir tuan, nyonya Arisha tinggal di rumah dengan aman, namun ada beberapa hal yang dia lakukan pada para bodyguard pagi tadi" jawab sekretaris Han,
Mendengar itu Albercio langsung mengerutkan kedua alisnya merasa curiga dan penasaran dia pun meminta laporan video cctv di rumahnya agar dia bisa melihat secara langsung kekacauan apa lagi yang sudah di buat oleh Arisha selama dia tidak ada di rumah.
"Ben berikan aku rekamannya" perintah Albercio.
Sekretaris Ben memberikan sebuah tablet dan menyalakan rekaman cctv kediaman Albercio dimana di dalam video itu terlihat Arisah yang berenang di kolam lalu memakan banyak hidangan dan membuang sampah sembarangan di dalam kolam tak sampai di situ bahkan kelakuan Arisha yang mengancam juga memaksa para bodyguard untuk mengikuti senamnya juga dilihat oleh Albercio, ketika melihat gerakan senam Arisha yang begitu konyol ditambah para bodyguard yang dengan bodohnya percaya dengan ancaman Arisha refleks Albercio tertawa keras sampai membuat sekretaris Ben keheranan, pasalnya sekretaris Ben baru pertama kalinya melihat tuan Albercio bisa tertawa selepas itu.
Sekretaris Ben hanya berdiri mematung dengan kebingungan melihat tuan Albercio yang duduk di ranjangnya sambil memegang tablet dan menonton video rekaman cctv Arisha, dia bahkan sampai berguling guling tertawa keras diatas ranjang saat itu saking lucunya melihat tingkah Arisha yang bernyanyi dan berjoged di ruang tengah sambil menggunakan remot tv sebagai micropon membuat gelak tawa seorang Albercio tak tertahan.
Albercio bahkan lupa bahwa di kamarnya masih ada sekretaris Ben yang berdiri menunggu perintahnya, saat sadar bahwa masih ada sekretaris Ben, Albercio langsung kembali duduk dengan tegak dan menyuruh sekretaris Ben keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Ben tugasmu hari ini sudah selesai jangan lupa siapkan mobil untuk keberangkatan kita ke perusahaan besok pagi" ucap Albercio memberi perintah,
"Apa tuan tidak mau melihat nyonya di rumah dulu sebelum kita ke perusahaan?" Ucap sekretaris Ben menawarkan,
"Tidak perlu aku akan menemuinya saat pulang" jawab Albercio,
"Apa lagi sekarang kau sudah boleh pergi, jangan lupa tutup pintunya" tambah Albercio yang dibalas anggukan oleh sekretaris Ben.
Saat sekretaris Ben sudah keluar Albercio kembali melihat rekaman cctv dan dia kembali tertawa melihat tingkah Arisha yang sangat lucu apalagi saat dia melihat Arisha memparodikan dirinya yang selalu bicara tegas juga berdialek layaknya Albercio ketika memarahi Arisha.
"Dia berani sekali mengejekku, rasakan hukumannya nanti" ucap Albercio sambil tersenyum kecil.
Tentu saja para pelayan itu merasa tidak menyangka dengan kelakuan Arisha yang sangat berbanding terbaik dengan tuan mudanya Albercio yang selalu bersikap dingin bahkan tidak pernah menyapa para pelayan kecuali bibi Mia.
"Ayo semuanya kenapa kalian malah termenung begitu, cepat duduk dan makan bersamaku, aku mengumpulkan kalian di sini untuk makan bersama" ucap Arisha mempersilahkan,
"Tapi nyonya apa tuan tidak akan marah jika sampai dia tau kami duduk di meja makannya kami kan hanya pelayan di sini, seumur saya bekerja di sini bahkan saya tidak pernah memakan makanan apapun milik tuan" jawab salah satu pelayan yang dianggukkan oleh pelayan lain.
__ADS_1
Arisha sangat kaget mendengar ucapan pelayan tersebut, dia sangat kagum dengan kejujuran dan kesetiaan para pelayan itu dalam melayani Albercio.
"Tidak perlu khawatir justru anggap saja ini adalah bonus dan perayaan karena kalian selama ini sangat setia dan jujur dalam melayani tuan muda, ayo makan saja kalau Albercio itu memarahi kalian aku akan membelanya tenang saja" jawab Arisha sambil tersenyum meyakinkan.
Para pelayan itu pun mengangguk dan mereka makan bersama di meja makan dengan Arisha nampak mereka begitu antusias dan sangat menikmati semua hidangan mewah yang sudah mereka buat sebelumnya, Arisha juga turut senang melihat kebahagiaan para pelayan itu, Arisha sama sekali tidak memikirkan masalah Albercio jika seandainya kelak tingkahnya akan diketahui oleh Albercio.
Albercio yang melihat itu dari balik layar tabletnya dia menahan amarah yang menggebu dan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat pasalnya Albercio sangat tidak menyukai orang asing duduk di tempat atau mengenakan fasilitas yang sama dengan dirinya.
"Sialan berani beraninya dia melakukan ini, benar benar tidak ada takut takutnya denganku" ucap Albercio merasa sangat kesal,
Namun setelah Albercio mendengar permintaan maaf Arisha dan ijinnya di depan pintu kamar milik Albercio, hatinya sedikit tenang dan tak lagi marah atas kelakuan Arisha sebelumnya, ya setelah beres makan bersama para pelayan Arisha berniat beristirahat ke kamarnya dan saat melihat kamar Albercio yang tertutup Arisha datang menghampiri kamar Albercio dia berdiri di depan pintu kamar Albercio dan melihat ke segala arah memastikan bahwa tidak ada orang yang melihatnya, setelah di rasa Arisha aman, dia pun mulai meminta maaf dan meminta ijin kepada Albercio di depan kamarnya seakan akan dia tengah bicara langsung dengan Albercio.
"Tuan muda Albercio yang baik hati dan menyebalkan, saya minta maaf yah karena sudah melakukan kekacauan ini tapi inilah cara saya agar tidak gila anda kurung di rumah ini, dan tolong lah jangan marah karena para pelayan memakan makanan anda dan duduk di kursi dan meja yang anda gunakan, mereka kan juga manusia tidak ada salahnya kita berbagi" ucap Arisha yang membuat Albercio tersenyum kecil.
"Dasar gadis kepala batu, apa dia gila bicara padaku di depan kamar yang kosong, benar benar konyol" ucap Albercio sambil menggelengkan kepalanya,
"Jangan marah yah tuan kepala batu, habisnya kau pelit sekali tidak pernah memberikan makanan pada pelayan yang setia melayanimu bertahun tahun, makanya aku membalas jasa mereka tadi, sudah yah aku mengantuk byee..." Tambah Arisha dan dia pergi masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Tawa Albercio pecah saat melihat tingkah Arisha yang begitu menggemaskan baginya, dan dia benar benar tidak habis pikir rumahnya bisa sampai seberantakan itu oleh seorang gadis kecil dan semua pelayan di rumahnya menuruti dia begitu saja, padahal sebelumnya kedua orangtua juga adik Albercio sendiri tidak pernah di dengarkan perintahnya oleh para pelayan di sana dan selalu harus mendapatkan izin dari Albercio langsung sebelum melakukan aktivitas apapun.