Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Ganti Rencana


__ADS_3

Aku telah memperhatikan gerak geriknya selama beberapa Minggu terakhir dan hari ini adalah hari dimana aku akan mulai meluncurkan rencana pertama untuk memberinya sedikit ketakutan dengan teror atas kematian kedua orangtuaku.


Aku telah bersiap siap lalu membawa sebuah kado yang berisi sesuatu yang akan sangat dia sukai nanti, senyumku mulai mereka dengan perlahan lalu aku pergi seorang diri ke tempat kediaman bibiku yang tak lain adalah Melinda Koward seorang istri miliyaran ternama saat ini.


"Haha aku sudah tidak sabar untuk melihat seberapa sombongnya dia sekarang" ucapku lalu segera masuk ke dalam sebuah mobil yang sudah disiapkan sebelumnya oleh sekretaris Katy.


Ya aku sengaja meminjam salah satu mobil milik perusahaan Albercio lewat sekretaris Katy untungnya dia memberiku izin bahkan tanpa aku perlu meminta izin secara langsung kepada Albercio menyebalkan itu yang sudah pergi entah ke mana bak ditelan bumi selama ini.


Aku tidak memperdulikannya lagi dan mengabaikan semuanya tentang Albercio lalu aku hanya berfokus dengan niat pembalasan dendam ku, aku menyetir mobil keluaran terbaru itu seorang diri dengan memakai kacamata hitam dan pakaian serba hidan juga rambut panjang yang aku ikat dengan tinggi, kini penampilanku sudah seperti agen rahasia yang berlebel internasional.


Aku sangat puas dengan penampilanku sendiri bahkan ketika bercermin pada sepion depan mobil aku masih sempat untuk memuji diriku sendiri sebelum akhirnya segera keluar dan meluncurkan aksiku.


"Huh, aku sangat cantik pantas saja Albercio mau menikahiku walau itu hanya nikah kontrak" ucapku berbicara sendiri.


Aku langsung bergegas keluar dari mobil dan mulai menata matai kediaman keluarga Koward yang terlihat begitu dijaga dengan ketat oleh beberapa penjaga berpakaian serba hitam dan bertubuh tinggi kekar, jumlah mereka yang lumayan banyak dan berada dimana mana itu mungkin akan menyulitkan gerakanku tapi tidak untuk menghentikan rencanaku.


Karena melihat penjagaan yang sangat ketat aku mulai merubah rencana yang awalnya aku berniat untuk masuk menyelinap ke dalam rumah dan menemukan kamar nyonya Koward tersebut lalu menaruh hadiah di sana kini berubah sangat drastis karena jik aku melakukan rencana awalku sudah bisa di pastikan aku akan tertangkap basa oleh penjaga mereka.


Aku pun langsung meminta bi Susan agar membawakan aku seragam pelayan yang biasa digunakan untuk bekerja melayaniku di apartemen.

__ADS_1


"Hallo bi, tolong bawakan aku pakaian pelayan milikmu ke alamat yang baru saja aku kirim, cepat ini urgent aku ingin dalam 10 menit sudah sampai padaku!" Perintahku lalu langsung menutup telponnya.


Aku sengaja melakukan itu karena tidak ingin menerima bantahan ataupun alasan dari bi Susan karena sudah pasti dia hanya akan menuruti semua keinginanku ketika aku sudah meminta izin kepada sekretaris Katy ataupun kepada Albercio secara langsung.


Selama ini aku juga selalu meminta izin terlebih dahulu lewat sekretaris Katy karena aku sendiri bahkan tidak diberikan kesempatan untuk berbicara secara langsung kepada Albercio bahkan hanya lewat ponselpun aku tidak bisa berbicara langsung dengannya, entah kesibukan apa yang tengah dia jalani hingga bisa mengabaikan aku seperti ini.


"Ehh...apa apaan dengan kepalaku kenapa aku malah memikirkan pria breng*ek itu, huh sudah bagus sekali dia tidak kembali dalam waktu yang lama, dan akan lebih baik jika dia tidak kembali selamanya" gerutuku kesal dan baru menyadari bahwa aku memikirkan Albercio setiap kali aku termenung.


Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri mengapa bisa bisanya otakku memikirkan orang sepertinya dirinya padahal sudah jelas sebelumnya dia sering sekali menyiksaku, membuatku kelelahan karena berlari dan olahraga secara paksa setiap pagi, lalu aku berkali kali terjatuh hingga melukai diriku sendiri itu juga karena ulahnya dan sekarang disaat oleh menyebalkan itu menghilang aku malah memikirkan dia benar benar otak yang tidak konsisten.


Pemikiran ku tentang Albercio langsung terhempas saat aku melihat bi Susah berjalan mondar mandir di depan sana tak jauh dari tempat di mana aku bersembunyi, aku pun langsung menghampiri dia dan menariknya ke samping agar penjaga di sana tidak mengetahui atau mencurigai keberadaanmu di sekitar sana.


Untungnya bi Susan mengerti dengan kodeku dan dia segera menghampiriku lalu aku mulai meminta seragam pelayan yang sebelumnya aku minta kepadanya lewat telpon. Saat aku memeriksanya semua yang aku butuhkan sudah tersedia dan aku menyuruh bibi Susan untuk kembali pergi karena pekerjaanku ini akan sangat berbahaya aku tidak ingin dia terseret ke dalam urusanku, apalagi bibi Susan sudah merawat dan menjagaku dengan sangat baik selama ini.


Begitu juga dengan bibi Mia dan bi Meli mereka semua sangat berarti bak seorang keluarga untukku, hanya mereka yang memperdulikan aku layaknya keluargaku sendiri bahkan mereka sangat perhatian sekali kepadaku, mereka juga tidak pernah menuntut ku dan selalu membantuku menjaga rahasia dari sekretaris Katy.


Tapi walau begitu bukan berarti sekretaris Katy tidak baik dia juga baik bahkan sangat baik tak salah Albercio mempekerjakannya sebagai sekretaris sekaligus tangan kanannya dia begitu cekatan dan aku juga belum membayar utangku pada dia sebelumnya tapi dia tidak menangihnya padaku padahal aku pernah berjanji untuk mengganti uang itu kepadanya, namun dia bahkan seperti tidak pernah merasa bahwa uangnya dipinjam olehku.


Setelah mendapatkan pakaian itu aku segera menggantinya di mobil dan keluar dengan pakaian itu sambil membawa sebuah kado yang aku tenteng di tanganku, aku berjalan dengan santai mendekati para penjaga yang berdiri di gerbang depan.

__ADS_1


Saat itu aku memakai masker untuk menutupi wajahku dan menjaga identitas ku agar tidak diketahui oleh Melinda, aku menghampiri para bodyguard tersebut dan mereka mulai menghadang ku di saat aku hendak masuk ke dalam kediaman Koward.


"Aku tahu akan seperti ini, dan ini akan lebih mudah dari rencanaku sebelumnya haha dasar para bodyguard bodoh!" Gumamku di dalam hati.


"Hey, nona mau kemana kau? Tidak ada yang diizinkan masuk ke kediaman tuan Koward, kenapa kau berani sekali tiba tiba saja ingin menerobos pagar ini di hadapan kami para penjaganya yang setia!" Bentak salah seorang bodyguard berbadan sangat besar dan atletis.


Aku merinding hanya dengan melihat badannya itu, sungguh dia membuatku kesal dan geli dengan ucapannya yang ingin sekali aku sumpal agar mulutnya bisa dipakai untuk berbicara dalam hal kebenaran, tapi aku harus menjaga dan menahan emosiku sendiri aku mulai menetralkan hatiku dan mulai membalas ucapan dari mereka dengan santai agar mereka tidak menaruh kecurigaan yang berbeda.


"Oh saya hanya seorang calon pelayan baru yang diperintahkan oleh nyonya Melinda Koward agar datang membawakannya sebuah hadiah istimewa sekaligus membantunya mengurusi beberapa hal untuk kecantikannya, bagaimana apa kalian masih mau menahan saya?, Lihat kantung ini jika kalian tidak percaya semuanya hany berisi make up dan ini hanya sebuah hadiah gaun ternama yang hanya ada beberapa helai di dunia, kalau tidak percaya kalian bisa memeriksanya juga tapi pastikan jangan menghilangkan bekas sobekan di kotaknya atau kalau tidak nyonya Melinda akan mengira bahwa ini adalah barang palsu dan saya akan menuntut kalian karena kecerobohan dalam bekerja!" Ungkapku sedikit membentak dengan nada suara yang tak kalah tinggi dari mereka semua.


Para bodyguard itu seketika saling berbisik dan memberikan kode lewat tatapan mereka satu sama lain sampai akhirnya mereka mengijinkan aku untuk masuk ke dalam dengan mudah.


Aku sangat senang dan segera masuk ke dalam dengan santai tanpa memperlihatkan perilaku mencurigakan sedikitpun.


"Haha...mereka memang bodoh, mudah sekali mengelabuinya" gerutuku merasa puas atas akting yang aku lakukan sendiri bahkan di dunia nyata dan pada orang yang nyata.


Karena sudah mendapatkan aset yang sudah untuk masuk ke kediaman Koward aku mulai menyelinap dan bersembunyi ketika berpapasan dengan para pelayan lain di rumah tersebut, dan pakaianku yang mencolok jelas berbeda dengan pakaian pelayan yang ada di sana, aku pun langsung merobek pakaian yang aku pakai lalu menghampiri salah satu pelayan yang lewat.


Aku menghajar pelayan wanita itu dengan sekuat tenaga menggunakan kedua lengan kosongku sendiri sampai akhirnya pelayan itu jatuh pingsan tak sadarkan diri padahal aku hanya menamparnya satu kali, pelayan itu saja yang terlalu lemah.

__ADS_1


Aku melepaskan pakaian pelayan yang digunakan olehnya lalu membawa pelayan itu ke sebuah tempat di belakang taman yang cukup luas aku sengaja membiarkannya tergeletak di sana begitu saja dengan memakai pakaian milikku yang aku gunakan padanya, setidaknya agar dia tidak sadar bahwa seragamnya hilang diambil olehku.


__ADS_2