Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Makan es krim


__ADS_3

Aku mengeluh seharian karena hanya bisa berdiri menunggu antrian untuk masuk ke dalam toko es krim yang sangat laku tersebut, kakiku juga sudah sangat pegal sehingga saat aku aku memutuskan untuk pulang saja tapi ketika aku berjalan baru beberapa langkah keluar dari barisan pengunjung tiba-tiba seseorang memanggilku dari belakang.


"Heyy...." Teriaknya membuatku langsung membalikkan badan.


Dan ternyata itu adalah pria yang mentraktri makan es krim di tempat ini sebelumnya, aku sangat senang bisa bertemu dengan orang itu lagi.


"Ehh...Haiii...ada apa kamu memanggilku?" Tanyaku balik dan menyapanya juga,


"Kau mau es krim di toko ku kan, ayo aku bawa kamu masuk ke dalam agar kamu tidak perlu menunggu antrian dengan lama" ucapnya sambil langsung menarik tanganku dan membawaku ke dalam.


Aku tidak bisa menolaknya karena dia menarik tanganku secara tiba-tiba bahkan bi Susan yang mengantarku juga panik karena melihat aku yang ditarik oleh pria tersebut hingga masuk ke dalam cafe es krim tersebut, aku juga langsung mendapatkan tempat duduk yang paling nyaman disana lalu pria itu menyuruhku untuk menunggu sejenak duduk di sana.


"Tunggu disini aku akan mengambilkan es krim spesial untukmu" ucapnya kepadaku.


"Eh...tunggu....kau mau kemana?" Teriakku merasa heran.


Aku berniat menghentikannya karena ini sudah sangat terlambat untuk pulang bahkan bi Susan sudah mengajakku pulang beberapa kali karena dia takut tuan Albercio datang ke rumah lebih dulu dibandingkan aku, tetapi aku juga tidak mungkin pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada pria itu sehingga aku meminta kepada bi Susan untuk menunggu sebentar saja hingga pria itu kembali.


"Nona bagaimana ini sudah lebih dari waktu yang diberikan tuan besar, kita harus pulang non" ucap bi Susan yang duduk di sampingku,


"Iya bi, aku tahu tapi kita tunggu sebentar saja ya sampai pria tadi kembali kita tidak mungkin pergi begitu saja setelah dia membawa aku masuk kemari" ucapku memohon kepada bi Susan.


Bi Susan hanya bisa menghembuskan nafas yang berat dan dia pun mengijinkannya hingga tidak lama pria itu kembali dengan membawa sebuah es krim pada wadah yang cukup besar hingga aku membuka mataku sangat lebar saat melihatnya.


"Tadaaaa....ini dia es krim spesial untuk gadis cantik sepertimu" ucapnya sambil menaruh es krim itu di atas meja,

__ADS_1


Es krim yang di lihat Arisha.



"Waahhh....ini banyak sekali dan sangat cantik, apa ini sungguh untukku" kataku terpukau melihat es krim tersebut,


"Tentu saja ini untukmu, ayo nikmati es krim" ucapnya mempersilahkan.


Karena dia sendiri yang memberikannya secara langsung kepadaku, tentu saja aku tidak akan bisa menolak terlebih es krim adalah kesukaanku bagaimana mungkin aku menolak rejeki yang muncul di depan mataku sendiri seperti ini, aku pun segera menyantapnya dan rasanya itu sangat nikmat.


Es krim itu melelah di mulutku dan aku sangat menikmatinya hingga langsung menyantap es krim itu dengan cepat hingga tidak sadar sudah menghabiskan es krimnya dengan cepat.


"Eummm ini enak sekali, aaahhh aku benar-benar merasa berada di surga es krim" ucapku memuji es krim buatannya,


"Tentu saja aku sudah menyiapkan es krim ini khusus untukmu sejak lama" jawabnya membuatku kaget,


"Ehhh....apa maksudmu?, Kenapa harus menyiapkan es krim dalam waktu yang lama untukku? Kita saja baru bertemu dua kali dengan hari ini" jawabku dengan heran,


"Sejak pertama kali kamu ke sini aku tahu kamu pencinta es krim makanya aku segera menciptakan es krim mode baru dan itu terinspirasi darimu, buktinya sekarang es krim jenis ini menjadi yang paling laris makanya aku ingin memberikan es krim ini kepada orang yang sudah menginspirasi diriku untuk menciptakannya" ucapnya menjelaskan.


Aku sungguh merasa tersanjung dengan ucapan dia, bagaimana bisa aku menginspirasi orang lain untuk menciptakan es krim mode baru yang seenak itu.


"Ahaha...kamu ini bisa saja, tapi sudah ya aku sudah sangat terlambat aku harus pulang sekarang, sampai jumpa lagi" ucapku berniat segera pergi.


Dia lagi-lagi menahan tanganku sehingga membuatku menghentikan langkahku seketika.

__ADS_1


"Tunggu.... Siapa namamu boleh aku mengetahui namamu saja?" Tanyanya kepadaku,


"Ahhh....namaku Arisha...maaf ya aku sudah harus pergi...bye..." Ucapku lalu segera berlari terburu-buru bersama bibi Susan segera keluar dari toko tersebut.


Kami segera menghentikan taxi tepat setelah keluar dari cafe es krim yang cukup besar dan terkenal itu, lalu aku terus meminta sang supir taxi agar melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar kamu bisa segera sampai di rumah dengan tepat waktu.


Untunglah supir taxi itu mengerti keadaanku sehingga dia langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan akhirnya kami bisa sampai di rumah tepat sebelum Albercio sampai, namun saat itu baru saja aku tiba di rumah dan taxi yang aku tumpangi sudah kembali pergi beberapa saat lalu, Albercio sudah sampai di rumah dan bahkan membuatku kaget karena saat itu aku juga baru sampai di rumah.


"Arisha kemana saja kau seharian ini?" Tanya nya membuatku kaget dan sedikit gugup,


"Ehh...kapan kau tiba di rumah?, Kenapa aku tidak menyadari kedatangan mu?" Tanyaku dengan heran,


"Tidak penting yang penting sekarang kau harus jawab dengan jujur kepadaku, kemana saja kau seharian ini kenapa kau baru kembali sekarang?" Tanya nya mendesakku dan melemparkan tatapan serius dengan mata yang disipitkan kepadaku.


Aku terperangah dan sangat kaget, karena dia bisa mengetahui bahwa aku baru pulang saat itu padahal sudah jelas aku sampai lebih dulu di rumah tersebut. Aku berusaha menyembunyikan semuanya karena aku masih yakin bahwa akulah yang lebih dulu sampai di rumah.


"Apa apaan kau ini datang-datang langsung memarahi aku seperti ini, aku kan sudah bilang aku hanya keluar untuk jalan-jalan dan itu sebentar saja sama dengan waktu yang kau tentukan, jika tidak percaya tanyakan saja dengan bi Susan" balasku sambil menunduk.


Aku tidak bisa berbohong dan aku terus saja merasa cemas dengan memegangi ujung pakaianku dan meremasnya dengan gugup aku juga menunduk karena tidak berani menatap matanya, aku takut dia mengetahui kebohonganku jika aku menatapnya.


"Heh, kenapa kau tertunduk lihat aku jika kau mengatakan yang sebenarnya" ucap Albercio sambil mengangkat daguku dengan tangannya.


"Isshh...iya aku sungguh hanya keluar sebentar Albercio kenapa kau tidak mempercayaiku!" Bentakku sudah sangat kesal degannya dan menghempaskan lengan dia yang menyentuh daguku.


"Aku tadinya mungkin akan mempercayai ucapanmu, tapi sisa es krim yang belepotan di mulutmu tidak akan bisa berbohong bukan?" Ucapnya membuatku kaget.

__ADS_1


Aku langsung memeriksa mulutku dan saat aku menyentuhnya ternyata memang benar di bagian mulutku banyak siswa es krim dan coklat yang belepotan, aku pun langsung membersihkannya dengan cepat dan segera mengatakan alasan lain kepadanya.


"Aishhh....bagaimana aku tidak menyadari semua ini, memalukan" gerutuku merasa kacau sendiri.


__ADS_2