
Meski pun dia mengusirku dengan ucapan yang begitu keras dan kasar tapi aku tidak perduli yang terpenting adalah dia tidak jadi memecat dua bibi kesayanganku yang tak lain adalah bi Susan dan bi Meli aku sangat senang sampai kedua mataku terbuka lebar dan aku refleks langsung menghampiri Albercio lalu memeluknya dengan erat saking senangnya.
"Aaaa... Albercio kau yang terbaik, terimakasih sudah membuat mereka tetap bekerja huaaa aku senang sekali" ucapku kesenangan sambil terus memeluknya dengan erat.
Tapi tiba-tiba saja Albercio menyentuh jidatku dan mendorongnya ke ke depan terus menerus menggunakan satu jari telunjuknya, aku tidak bisa berkutik dan perlahan mundur serta melepaskan pelukanku darinya.
"Ee..ee.ehhh?, Albercio apa yang kau lakukan kenapa kau menyentuh jidatku seperti itu, ini sakit tahu!" Bentakku sambil memegangi jidatku yang sakit,
"Apa kau ini kucing yah, berhenti memeluk orang sembarangan sana kau pergi atau aku berubah pikiran!" Bentak Albercio yang membuat aku kaget juga panik.
Aku pun segera berlari meninggalkan ruangannya dengan cepat dan menutup pintunya cukup keras karena aku masih agak kesal sampai suara jeritan Albercio terdengar begitu keras memarahiku.
"Arisha!!!" Teriak Albercio begitu kencang.
Aku sangat puas saat mendengar teriakkan Albercio sehingga aku tertawa sambil berjalan menuruni tangga dan menutupi mulutku.
"Ahaha....rasakan itu siapa suruh kau seenaknya mengusirku, harusnya dia senang karena aku bersikap baik padanya huh dasar pria sombong!" Gerutuku sambil terus berjalan menghampiri bi Susan dan bi Meli yang masih menungguku di bawah.
Aku berjalan mendekati mereka dengan tertunduk lesu hingga akhirnya bi Susan menyentuh tanganku.
"Nona tidak papa kami masih bisa menemui dan mengunjungi nona sesekali jika nona merindukan kamu" ucap bi Susan,
"Iya nona, ini semua juga bukan kesalahan nona jadi jangan bersedih lagi ya nona" tambah bi Meli sambil mengusap pundakku,
__ADS_1
Aku langsung mengangkat kepalaku dan tersenyum senang kepada mereka semua.
"Ahaha....untuk apa juga aku bersedih Albercio tidak jadi memecat siapapun dan bi Susan juga bi Meli akan tetap bekerja pada Albercio kalian akan tinggal disini bersamaku dan tetap merawatku bersama bi Mia serta pelayan lainnya" ucapku memberitahu kabar baik terhadap mereka.
Saat mendengar kabar dariku bi Susan dan bi Meli seketika tersenyum senang mereka bahkan langsung memelukku sambil menangis terharu aku tidak tahu kenapa mereka harus sampai menangis seperti ini dalam pelukanku padahal aku melakukan semua ini hanya ingin membuat mereka senang bukan sedih dan menangis seperti ini.
"Ya ampun nona ternyata kamu benar-benar membuat tuan Albercio membatalkan ucapannya sendiri, terimakasih nona Arisha terimakasih banyak hiks...hiks...hiks" ucap bi Meli dengan menangis haru,
"Bi kenapa kalian malah menangis begini, ayolah bi aku ingin kalian bahagia kenapa menangis?" Tanyaku merasa sangat heran.
Saat aku bertanya seperti itu mereka berdua langsung melepaskan pelukan mereka dan bibi Mia justru malah tertawa kecil sehingga membuat aku semakin heran dibuatnya.
"Ahaha...noan Arisha kamu ini lucu sekali" ucap bibi Mia di sela-sela tawanya,
Lagi dan lagi ketiga bibi kesayanganku ini langsung memelukku dengan erat dan aku masih kebingungan.
"Nona Arisha kamu gadis yang baik hati dan cantik kami tertawa karena kami sangat menyayangiku dan bibi Susan juga bi Meli menangis itu sebab mereka terharu sebab kamu sangat memperlakukan mereka dengan baik dan tulus" ucap bi Mia menjelaskannya kepadaku.
Aku pun merasa senang karena aku rasa justru merekalah yang selama ini merawatku dengan sangat baik, meskipun aku tahu mereka di bayar dan di pekerjakan oleh Albercio tetapi tidak semua orang melakukan tugas pekerjaannya dengan sepenuh hati seperti mereka.
Di tambah mereka selalu merawatku dan menyayangi aku layaknya seperti putri mereka sendiri sehingga aku mendapatkan kehangatan dan kasih sayang yang tidak bisa aku dapatkan dari siapapun setelah kedua orangtuaku pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.
"Tidak masalah bi, aku senang melakukan semuanya dan aku menyayangi kalian, ini semua juga berkat kebaikan bibi juga" balasku dengan senang hati.
__ADS_1
Di sisi lain telat saat Arisha tengah berpelukan dengan ketiga pelayan tersebut di lantai atas sebenarnya tuan Albercio memperhatikan Arisha secara diam-diam dan jelas dia melihat semua kejadian yang terjadi saat itu, tuan Albercio juga tersenyum diam-diam saat melihat Arisha bergitu dekat dengan ketiga pelayannya tersebut bahkan mereka terlihat saling menyayangi satu sama lain.
"Dia memang gadis yang berbeda, aku tidak salah memilih dia sebelumnya" gerutu tuan Albercio pelan.
Setelah melihat semua itu tuan Albercio pun kembali masuk ke dalam ruang kerjanya dan dia segera melanjutkan pekerjaannya kembali yang sempat tertunda, sedangkan disisi lain Arisha juga segera beristirahat ke kamarnya karena dia merasa lelah setelah di paksa pindah ke rumah itu secara tiba-tiba.
"Hoaaamm....rasanya pegal sekali setelah bertengkar menghadapi manusia berhati batu itu, hmmm jika dia bukan suamiku aku mana mungkin berani memeluknya dasar Albercio sialan!" Gerutuku masih merasa kesal bahkan disaat aku sudah mengantuk parah.
Lama kelamaan aku mulai tertidur hingga akhir bisa tidur dengan lelap.
Albercio yang tengah fokus dengan pekerjaannya tiba-tiba saja dia mendapatkan sebuah kabar dari sekretaris Ben mengenai paman Arisha yang sudah mereka kurung di ruangan bawah tanah di kediaman utama tuan Albercio tepatnya di negara A.
"Iya ada apa Ben?" Tanya tuan Albercio,
"Gawat tuan paman nona Arisha melarikan diri, dia dibantu oleh beberapa orang yang kuat dan saya yakin itu dari keluarga Koward" ucap sekretaris Ben memberikan kabar buruk.
Saat mendengarnya tuan Albercio seketika marah besar dan dia langsung menyuruh sekretaris Ben untuk menghancurkan tempat persembunyian yang pernah digunakan untuk mengurung pamannya Arisha agar mereka tidak bisa menemukan jejak penyekapan tersebut.
"Sial, hancurkan ruang bawah tanah itu dan gantikan dengan ruangan lain, jangan sampai meninggalkan jejak pengurungan, dan jangan sampai mereka membawa kasus ini ke ranah hukum!" Ucap tuan Albercio memberikan perintah.
Sekretaris Ben paham dengan apa yang di maksud oleh tuan Albercio dan dia segera bersiap untuk memerintahkan sekretaris Katy agar menyelesaikan tugas tersebut secara langsung serta pergi ke negara A saat itu juga.
Sekretaris Katy adalah orang kepercayaan tuan Albercio dan dia yang selalu menyelesaikan semua permasalahan mengenai kasus-kasus seperti ini dan dia sangat bisa diandalkan daripada pihak lainnya karena sebelumnya dia pernah bekerja sebagai detektif yang ditakuti.
__ADS_1