Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Menemukan Petunjuk


__ADS_3

Ketika mendengar ucapan dari sekretaris Katy yang mengatakan uang senilai itu sepele baginya aku sungguh merasa benar benar di bawah saat ini, meskipun apa yang dikatakan oleh sekretaris Katy ada benarnya, dulu saat aku masih ada di atas ketika kedua orangtuaku masih berjaya dan memiliki banya uang aku juga tidak pernah mempermasalahkan uang senilai itu, karena mungkin dulu bagiku uang itu juga tidak ada harganya.


Namun sekarang setelah aku merasakan posisi ekonomiku berada di bawah aku sadar betul bahwa berapapun nilai uang itu kita harus bisa menghargainya dan karena keyakinan itu aku juga telah belajar dari kesalahan juga menjadi lebih bersyukur untuk saat ini dan masa yang akan datang.


"Sekretaris Katy tolong jangan bicara seperti itu, jangan katakan kalimat yang menyiratkan seakan uang tujuh ratus ribu rupiah tidak ada harganya untukmu, aku akan tetap mengembalikannya padamu, setelah kita bisa kembali ke apartemen" ucapku dengan tegas dan berjalan perlahan mendekati rumah lamaku.


Aku menatap rumah tempat tinggalku dahulu yang meninggalkan banyak sekali kenangan manis bersama kedua orang tuaku, ketika melihat rumah itu dan mengingat kekejaman yang di lakukan oleh bibirku sendiri rasanya aku sangat ingin melenyapkan dia dengan tanganku sendiri, persis seperti dia telah melenyapkan kedua orangtuaku dengan halus dalam kecelakaan kala itu.


"Lihat saja nanti, aku akan benar benar mengejarmu sampai ke manapun!" Ucapku dengan tatapan tajam dan penuh emosi.


Sampai beberapa saat kemudian sekretaris Katy mengajak aku untuk kembali ke apartemen karena dia bilang di sana semuanya sudah selesai di bereskan dan tempat itu sudah bisa aku tinggali.


Aku mematuhinya dan segera kembali ke sana, saat aku baru sampai bibi Mia langsung menghampiriku dan wajahnya nampak mencemaskanku karena dia melihat kedua lututku yang terluka dan masih belum sempat di berikan obat oleh ku.


"Ya ampun nona Arisha apa yang terjadi padamu, kenapa sampai lututmu bisa seperti ini?, Ayo cepat masuk bibi akan merawat lukanya" ucap bibi Mia sambil membawaku masuk ke dalam apartemen.


Saat pertama kali masuk ke sana aku benar benar terkagum melihat semua barang barang baru terpampang rapih di dalam ruangan dan semuanya nampak begitu bagus sesuai dengan apa yang aku harapkan sebelumnya di sana juga sangat bersih saking senangnya aku melihat keadaan rumah yang sudah sangat bersih dan rapih aku bahkan tidak sadar kapan bibi Mia mengobati luka di lututku, sampai ketika sadar kedua lututku sudah di balut plester olehnya.

__ADS_1


"Wahhh....bibi apa semua ini kau yang menyelesaikannya?" Tanyaku kepada bibi Mia dengan kagum,


"Tentu saja tidak nona semua ini jelas berkat tuan Albercio dia sendiri yang mendesain ruangan ini dan memerintahkan para pelayan untuk membereskan semuanya" ucap bibi Mia menjelaskan.


Aku berniat benar merasa bersalah karena sebelumnya aku seperti tidak bersyukur telah di beri tempat untuk tinggal oleh Albercio dan kini bahkan dia memperbaiki semua tempat itu menjadi sangat bagus dari sebelumnya, tetapi walaupun semua itu berkat Albercio aku tetap berterima kasih kepada bibi Mia karena aku yakin dia juga pasti turut andil dalam membersihkan semuanya.


Karena tugas mereka semua sudah selesai para pelayan lain mulai pergi dari apartemen karena aku meminta agar bisa tinggal seorang diri namun rupanya Albercio tidak membiarkanku untuk tinggal sendiri dan bibi Mia malah di perintahkan olehnya untuk ikut bersamaku, sebenarnya aku merasa sangat tidak enak sehingga aku menolaknya.


"Bi.....kenapa bibi tidak pergi juga, bibi mau menginap di sini ya?" Tanyaku karena heran melihat bibi Mia yang masih berada di apartemen ku selarut ini,


"Tentu saja non, tuan Albercio sudah memerintahkan bibi untuk menjaga nona Arisha di sini sampai dua pelayan lain datang menggantikan bibi untuk menjaga nona Arisha selama tinggal di apartemen" balas bibi Mia yang membuatku kaget.


Sampai ke esokan paginya aku berusaha menghubungi Albercio namun dia sulit sekali untuk aku hubungi dan justru saat aku kembali ke kediaman mewah milik Albercio di sana juga nampak begitu sepi, aku keheranan sendiri karena walaupun memang biasanya rumah itu sepi tapi tidak pernah se sunyi ini.


Aku pun memutuskan untuk kembali ke apartemen dan menemui bibi Mia lalu menanyakan masalah keberadaan Albercio padanya, sebab aku yakin bibi Mia pasti mengetahui di mana Albercio sekarang.


"Bi...apa bibi tahu Albercio kemana?, Tadi aku ke rumahnya tapi tidak ada siapapun di sana bahkan penjaga yang biasanya ada di gerbang juga tidak terlihat, apa dia pindah ya?" Tanyaku pada bibi Mia dengan penasaran.

__ADS_1


Bibi Mia tidak menjawab pertanyaan dariku dan dia hanya diam menunduk dengan lesu, aku seperti seseorang yang bodoh dan tidak mengetahui apapun tentang suamiku sendiri, meski hubunganku dengannya adalah pasangan kontrak namun bagaimanapun di mata publik aku dan dia adalah pasangan suami istri, meski aku tidak pernah bertemu dengan kedua orangtuanya dan tidak mengetahui apapun tentang keluarganya.


Aku sempat merasa heran karena bibi Mia tak kunjung menjawab pertanyaan dariku sehingga aku kembali menanyakannya lagi.


"Bi, aku bertanya kenapa bibi tidak menjawab aku?" Tambahku semakin penasaran,


"Maaf nona untuk saat ini saya tidak bisa mengatakan apapun, tuan Albercio melarang saya untuk memberitahu siapapun mengenai keberadaannya saat ini" balas bibi Mia membuatku mengerutkan kedua alisku dengan kesal.


Di saat aku tengah merasa kesal dan kebingungan tiba tiba saja dia orang pelayan datang ke apartemen dan ternyata itu adalah pelayan yang sudah di siapkan oleh Albercio untukku, bibi Mia juga berpamitan pergi kepadaku setelah ke dua pelayan itu tiba di sana.


Aku benar benar tidak mengerti dengan situasi apa yang terjadi saat ini, dan aku tidak bisa bertanya ke pada siapapun, aku hanya bisa membiarkan semuanya terus berlalu begitu saja dan aku hanya akan berfokus pada misi utamaku saat ini untuk membalaskan dendam ku kepada paman dan bibiku.


Malam itu juga aku mulai mencari tahu tentang keberadaan paman dan bibiku dan semua petunjuk yang aku dapatkan mengarah pada kota ini yang artinya mereka sudah kembali dari luar negeri dan mereka telah berhenti untuk bersembunyi dari kehidupannya.


Aku kembali merasa aneh karena akun media sosial bibiku tiba tiba saja aktif kembali dan seperti telah dia gunakan lagi dalam beberapa waktu dekat ini, saat aku terus menelusurinya ternyata memang benar aku media sosial itu telah digunakan kembali oleh bibiku beberapa hari yang lalu, aku mulai melacak keberadaan dia lewat setiap postingan yang dia upload di media sosialnya.


Aku juga menggunakan akun palsu milikku untuk terus mengamatinya hingga suatu saat aku mulai kembali datang menemui bibiku tercinta dengan rencana yang sudah aku siapkan untuk menjatuhkan dia di mata umum.

__ADS_1


Satu Minggu setelah kepergian Albercio dan kembalinya bibiku aku telah mengamati kehidupan bibiku dengan sangat ketat sehingga aku mengetahui bahwa dia telah mengganti identitasnya, dia kini telah menikah dengan pria baru yang aku tidak kenal, dan dengan nyamannya dia bisa hidup dengan damai serta dilimpahkan harta yang melimpah ruah.


Aku masih bisa mengingat dengan jelas wajahnya itu namun kini namanya telah berubah, Melinda Koward itu adalah nama barunya dengan identitas baru sebagai istri dari keluarga Koward, entah kenapa akhir akhir ini aku merasa banyak kejanggalan di kota ini, di mana keluarga Koward telah menempati kekuasaan paling tinggi bahkan dia hampir setara dengan keluarga Albercio aku bisa mengetahuinya lewat cenel pemberitaan di televisi yang mengabarkan bahwa keluarga Koward tengah memimpin saat ini.


__ADS_2