Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Andi Koward


__ADS_3

Melinda memang jahat dan licik namun dia sama sekali tidak mengetahui dengan benar sekuat dan sekaya apa seorang tuan Albercio sebenarnya, yang dia kira bahwa keluarga Koward adalah tandingan yang kuat untuk melawan Albercio padahal di kenyataannya dia telah melakukan hal dan pemikiran yang salah tentang hal itu.


Sebab keluarga Koward tidak ada apa-apanya bagi Albercio, bahkan jika ingin Albercio bisa langsung membumi hanguskan seluruh kekayaan keluarga Koward, namun untuk saat ini Albercio sengaja tidak melakukannya sebab dia tahu ini tidak ada sangkutan dengan keluarga Koward namun seseorang yang ada disanalah yang menjadi penyebabnya.


Bahkan secara khusus sebenarnya Albercio sudah membuat jadwal untuk menemui tuan Koward beserta pewarisnya untuk membicarakan bisnis mereka juga menyinggung mereka mengenai kejadian itu.


Di tempat yang sepi di sebuah kamar yang berada di lantai paling atas dan jauh dari keramaian Andi Koward berdiri di atas balkon kamarnya dan dia memegangi sebuah foto yang di berikan oleh anak buah dia sebelumnya, setelah dia membiarkan pergi anak buahnya itu dan dengan sengaja membebaskan anak buahnya itu untuk mengantarkan anak serta istrinya ke tempat yang aman terlebih dahulu lalu Andi sudah menyuruh pria itu untuk menyerahkan diri kepada tuan Albercio setelahnya.


Dan dia mulai terus mengingat-ingat menganai gadis yang ada di dalam foto tersebut, dia terus merasa bahwa wajah itu sangat tidak asing untuknya, dia seperti sudah pernah melihat wajah wanita itu hingga tidak lama kemudian dia mulai mengingat kejadian di pinggir jalan saat itu dimana dia mengalami insiden yang sangat membuatnya benci karena jidatnya tergores oleh sebuah kali bekas minuman.


"Ahhh ...wanita itu, iya dia adalah wanita yang menendang botol sembarangan sampai mengakibatkan jidatku tergores seperti ini" ucap Andi mengingatnya.


Dia mengetahui dan mengingatnya saat itu, dia pun semakin curiga dan menaruh banyak sekali pikiran tentang wanita tersebut dan dia langsung menaruh fotonya kembali ke dalam saku celananya dengan segera.


Lalu dia mulai melihat sang ayah datang di lantai bawah dan di sambut oleh ibu tirinya yang hanya dia anggap sebagai nenek sihir dan beban di dalam keluarganya itu.


"Hah ... Dia sudah sangat hebat dari hari kehari, wajahnya selalu pandai memakai topeng, dasar wanita berhati iblis!" Ucap Andi sambil menatap pemandangan menyebalkan itu dari atap balkon kamarnya.


Dia langsung masuk ke dalam kamarnya tepat ketika sang ayah menengadahkan kepalanya ke atas, memang sejak awal Andi tidak pernah setuju ketika ayahnya tuan Koward menikahi Melinda, sejak pertama kali melihat wajah Melinda dia sudah tidak menyukai wanita itu dan dia juga sudah menduga bahwa wanita itu membukan perempuan baik-baik.


Namun ayahnya tidak pernah mendengarkan ucapannya bahkan sang ayah tuan Koward terus melaksanakan pernikahan itu meski dia tidak pernah memberikan restu atas pernikahan tersebut, bahkan ayahnya sampai rela meninggalkan Andi dan membuat Andi menjadi presiden perusahaan kecil bukan di perusahaan pusat lagi.


Itu yang membuat Andi terus mendendam dan merasa kesal kepada Melinda sebab dia selalu merasa Melinda adalah bahan hipnotis bagi ayahnya sehingga sang ayah bisa melakukan apapun dan mempercayai ucapannya itu padahal dia bukanlah wanita yang baik, dia juga selalu menjaga jarak dari Melinda.

__ADS_1


Dan setelah melihat kesempatan emas seperti ini dia sangat bersemangat untuk membuat Melinda menghadapi batunya dan dia dengan senang hati akan membantu tuan Albercio untuk meringkus orang tersebut, terlebih saat dia tahu bahwa Melinda sudah bergerak terlalu jauh bahkan sudah melewati batas karena sudah mencoba melakukan pembunuhan berencana terhadap orang lain meskipun dia sendiri juga tidak menyukai wanita yang dia lihat di dalam foto tersebut.


Karena kejadian tergores oleh kaleng bekas sebelumnya, namun dia jauh lebih membenci Melinda di bandingkan wanita yang dia lihat di foto.


Andi juga semakin merasa penasaran dengan apa hubungan wanita itu dengan tuan Albercio sehingga dia mulai mencari tahunya di internet sampai dia menemukan sebuah foto pernikahan Arisha bersama tuan Albercio, wajahnya langsung menampakkan senyum yang sangat luas dan lebar.


Melihat itu dia merasa memiliki sebuah kesempatan yang sangat besar untuk segera menyingkirkan Melinda dari keluarganya dengan bantuan tuan Albercio sehingga dia bisa melakukan segalanya jika bergabung dengan tuan Albercio yang sangat kuat bahkan jauh lebih kuat dari ayahnya sendiri.


"Wow....jadi dia adalah istrinya, haha....Melinda kau akan mati kali ini" ucap Andi menyusun rencananya sendiri terlebih dahulu.


Sedangkan disisi lain tuan Albercio masih menemaniku dan kami masih tidur di kamar yang sama seperti sebelumnya, aku merasa sedikit sedih mengingat bi Susan dan bi Meli yang biasanya di waktu jam segini mereka selalu mengantarkan cemilan untukku ke kamar namun sekarang justru malah bibi Mia yang melakukan itu dan semua itu membuat aku semakin mengingat mereka.


Rasanya aku sangat terpukul sekali, sehingga aku langsung pergi ke lantai bawah menghindari Albercio, aku ingin menangis namun tidak ingin memperlihatkan air mataku di depan Albercio sehingga aku memutuskan untuk pergi ke lantai bawah disaat Albercio tengah mandi saat itu.


Aku duduk di sofa seorang diri sambil menyalakan televisi dan itu adalah serial kartun yang aku tonton namun aku terus menangis terisak dan tidak bisa menahan diriku sendiri untuk tidak berhenti menangis.


Sebenarnya aku sudah mengira bahwa itu kelakuan dan balasan dari bibiku karena aku sudah pernah meneror dia sebelumnya namun karena aku tidak memiliki bukti sedikitpun sehingga aku tidak bisa mengatakan itu adalah perbuatan Melinda secara gblang kepada Albercio.


Terlebih sebelumnya aku sudah pernah meminta bantuan Albercio untuk membalaskan dendam ku kepada Melinda namun dia juga menolak itu dengan alasan dia tidak ingin ikut campur jika itu berkaitan dengan keluarga Koward yang masih berkerjasama dengannya pada saat itu.


Sedangkan sekarang disaat dia sudah menyelesaikan masa kontrak dan kerjasama diantara kedua perusahaan itu, maka Albercio bisa melakukan apapun kepada perusahaan Kowar atau kepada keluarganya, sekarang dia bahkan tidak merasa risau sedikitpun.


Tuan Albercio yang melihat Arisha tidak ada di kamar dia merasa sedikit bingung dan cemas hingga dia pergi keluar mencari keberadaan Arish sampai dari atas dia bisa melihat ternyata Arish duduk sambil menangis menonton serial kartun di televisi.

__ADS_1


"Hmmm.... bagaimana lagi caranya agar aku mengembali senyum lebar dan sifat aktif dalam dirinya seperti dulu lagi" gerutu Albercio memikirkan.


Sejujurnya dia sangat merasa sedih dan terpukul melihat keadaan Arisha yang saat ini, semenjak kejadian kematian bi Meli dan bi Susan dia lebih banyak melamun dan hanya berdiam diri sendirian padahal sebelumnya dia tidak pernah bisa diam dia selalu pergi kesana kemari dan selalu bertengkar dengan Albercio sesekali.


Dulu mungkin Albercio merasa kesal dan jengkel dengan sikapnya yang selalu keras dan membangkang kepadanya namun sekarang dia justru lebih merindukan sifat Arisha yang seperti itu, dia memang sudah bisa mendapatkan Arisha dan dia sudah bisa membuat Arisha menyayangi dia sedikit demi sedikit namun sayangnya disaat dia sudah merasa bisa semakin dekat dengan Arisha kejadian memilukan seperti ini justru malah muncul secara tiba-tiba hingga mengguncang diri Arisha.


Albercio hanya khawatir jika Arisha terus seperti itu dia takut bahwa Arisha akan mengalami stress yang berkelanjutan dan itu pasti akan berdampak buruk dengan kesehatan mentalnya sebab itu Albercio langsung turun ke lantai dasar dan dia menghampiri aku dengan segera.


Ketika melihat dia muncul aku segera menghapus air mata di pipiku yang masih tersisa, dan terus duduk dengan santai disana sambil menonton televisi seperti biasa.


"Sayang bukankah kau sudah janji padaku kau tidak akan sedih lagi, lalu kenapa kau seperti ini sekarang?" Tanya Albercio kepadaku dengan lembut dan dia memegangi kedua tanganku,


"Maafkan aku Albercio tapi aku masih mengingat kejadian itu dan aku sulit sekali untuk melupakannya" ucapku kepada dia dengan jujur.


"Sini, berpelukan lah kepadaku, aku akan mengobati dirimu dan membuat kau melupakan kejadian buruk itu dengan cepat atau lambat asalkan kau sendiri bertekad untuk membahagiakan dirimu sendiri karena kau berhak bahagia juga" ucap Albercio sambil merentangkan kedua tangannya.


Aku tersenyum membalas ucapannya dan langsung saja aku berlari ke pelukannya dan memeluk dia dengan erat, masih bisa aku rasakan elusan tangannya di kepalaku yang sangat lembut dan itu sangat membuat aku nyaman dengannya.


"Sayang apakah kita perlu berlibur agar kau bisa melupakan kejadian menyebalkan itu" ucap Albercio mengajakku untuk berlibur.


Aku sangat senang ketika mendengarnya karena ini adalah pertama kalinya dia mengajak aku berlibur secara langsung seperti ini aku langsung bangkit dan menatapnya dengan serius.


"Apa? Liburan? Apa kau se senggang itu untuk mengajakku berlibur?" Tanyaku seakan sulit mempercayai ucapannya.

__ADS_1


Padahalnya aku tahu betul seberapa sibuknya dia saat ini, apalagi aku juga tahu dia masih berkutik dan berusaha keras mencari bukti-bukti kuat untuk mengusut kejadian tragis tersebut, Albercio secara tidak langsung membantuku untuk menangkap pelaku di balik kejadian pembunuhan saat itu, sehingga aku sedikit ragu ketika ingin menerima ajakannya saat itu.


"Tentu saja aku serius sayang, sesibuk apapun aku, aku akan selalu memiliki banyak waktu untuk istriku tercinta, terlebih aku kan memiliki dua sekretaris, menurutmu untuk apa aku mempekerjakan mereka jika harus aku selalu yang menyelesaikan semuanya" balas dia yang membuat aku sangat senang dan langsung saja aku mengangguk setuju kepadanya.


__ADS_2