Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Terpaksa


__ADS_3

Malam itu setelah berdebat hebat dengan Albercio, Arisha langsung beristirahat dan tidur dengan nyenyak hingga ke esokan paginya suara pintu kamar yang diketuk oleh bibi Mia membangunkan tidur nyenyak nya.


"Iya bi ada apa?" Tanya Arisha sambil membuka pintu,


"Tuan muda meminta nyonya untuk sarapan bersama di meja makan" ujar bibi Mia,


"Bilang saja aku tidak berselera dan aku bisa makan nanti siang ketika dia tidak ada di rumah" jawabku dan langsung menutup kembali pintu kamar,


"Ehh...tapi nyonya..." Ucap bibi Mia yang tidak digubris oleh Arisha.


Bibi Mia akhirnya terpaksa harus menyampaikan ucapan dari Arisha sebelumnya, Albercio yang mendengar itu langsung saja merasa kesal dan dia juga ikut tidak menyantap makanannya.


"Aishh...ya sudah bi, masukkan kembali semua makanannya saya akan sarapan bersama sekretaris Ben saja" ucap Albercio dan langsung pergi dari sana dengan kesal.


Arisha yang masih ada di kamarnya dia berdiri di depan balkon kamar menatap ke bawah menunggu mobil Albercio pergi dari rumah tersebut, karena sebenarnya Arisha juga merasa lapar tapi dia masih gengsi karena belum berbaikan dengan Albercio.


Saat mobil Albercio sudah terlihat keluar dari gerbang, Arisha langsung saja turun ke bawah dan meminta sarapan pada bibi Mia, para pelayan pun menyajikan kembali menu sarapan itu dan bibi Mia memberitahu pada Arisha kalau Albercio tidak menyentuh makanan itu sedikitpun.


"Nyonya kenapa anda tidak mau sarapan bersama tuan Albercio, padahal tadi saat dia mendengar anda tidak mau makan dia juga tidak menyentuh semua makanannya" ucap bibi Mia sambil menunduk,


"Aku hanya merasa kesal padanya bi, dia selalu mengaturku lagi pula pernikahan ini hanya sebagai pengikat agar aku tidak bisa kabur darinya kan, aku saja masih dia curigai sebagai komplotan paman dan bibi, padahal aku sudah berusaha berkali kali menjelaskan kebenarannya, dia tetap saja tidak percaya" balas Arisha sambil terus mengunyah makanan di mulutnya,


Bibi Mia hanya mendengarkan dengan serius dan dia hanya bisa menghembuskan nafas perlahan ketika mendengar jawaban dari Arisha.


Selang beberapa saat ketika Arisha sudah menghabiskan semua makanan di piringnya bibi Mia mulai mendekati Arisha dan meminta tolong padanya.


"Nyonya bisakah saya meminta tolong" ucap bibi Mia,

__ADS_1


"Boleh, bibi mau minta tolong apa?" Jawab Arisha begitu saja,


"Begini nyonya, tolong antarkan sarapan ini pada tuan, saya khawatir tuan tidak sarapan karena sebelumnya dia belum pernah berangkat ke kantor tanpa sarapan dan dengan wajah yang semuram tadi" ucap bibi Mia sambil memberikan corokan makanan pada Arisha,


Arisha menatap heran dan kebingungan.


"Ehh... Bi, tapi kenapa harus aku yang mengantarkannya, para bodyguard atau supir itu kan bisa" jawab Arisha,


"Tadinya juga mau bibi yang mengantarkannya namun tiba tiba saja kepala bibi terasa pusing dan tuan selalu tidak senang jika bodyguard atau pak supir yang mengantarkan makanannya ke kantor" balas bibi Mia menjelaskan.


Bibi Mia berpura pura memegangi kepalanya dan terus berusaha membujuk Arisha agar mau mengantarkan sarapan itu pada Albercio, akhirnya Arisha menyetujui karena dia merasa tidak tega dengan bibi Mia, dia pun segera bergegas ke kamar dan bersiap siap.


Saat membuka lemari pakaian di sana terdapat banyak gaun yang cantik Arisha bingung harus memakai gaun yang mana karena semua gaun itu nampak begitu seksi, dan semua itu juga ulah Albercio yang membelikannya pakaian secara acak bukan sesuai keinginan Arisha.


"Aduhh...kenapa semua pakaiannya diatas lutut dan mencetak badan begini sih, aku sangat tidak nyaman menggunakannya" ucap Arisha menggerutu sendiri.


Karena Arisha lama tak kunjung keluar dari kamar, bibi Mia pun menghampirinya dan Arisha mengatakan keresahan dia mengenai pakaian hingga bibi Mia pun membantu memilihkan pakaian untuk Arisha.


"Bi..apa ada pelayan yang badannya sama denganku di sini, aku mau meminjam pakaiannya saja" ucap Arisha membuat bibi Mia kaget,


"Tidak nyonya kalau sampai tuan tau nyonya memakai pakaian milik pelayan, dia pasti akan sangat marah" ucap bibi Mia mengingatkan,


"Tenang saja bi, aku akan menanganinya jika nanti Albercio marah pada bibi atau pelayan lain" jawab Arisha meyakinkan.


Alhasil karena Arisha terus memaksa bibi Mia pun mencari pakaian yang cocok milik pelayan yang tubuhnya seukuran dengan Arisha, bibi Mia memberikan sebuah celana jeans berwarna biru muda dan sebuah kaos oblong berwarna putih dengan lengan yang pendek, Arisha tersenyum dia senang akhirnya ada pakaian simpel yang bisa dia kenakan dan membuat dia bisa bergerak bebas saat mengenakannya.


Arisha langsung mengganti pakaian dan menggunakan celana jeans juga kaos putih polos yang diberikan bibi Mia dia pun segera berangkat diantar pak supir juga salah satu bodyguard yang mengawasinya.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Arisha menyuruh pak supir untuk kembali begitu juga pada bodyguard nya Arisha juga berbohong pada bodyguard tersebut mengatakan bahwa dia akan kembali bersama Albercio padahal sebenarnya Arisha hanya mencari celah agar dia bisa kembali ke rumahnya untuk mencari nomor ponsel dan alamat kebaradaan Serli.


Saat diperjalanan tiba tiba saja ide gila untuk menyelinap kabur dari Albercio lewat di kepalanya begitu saja hingga Arisha mulai melancarkan rencananya tersebut, untunglah bodyguard itu mempercayai Arisha karena dia pikir sebelumnya Arisha juga pulang bersama tuan Albercio dan tidak terjadi apapun, Arisha tersenyum senang ketika bodyguard dan supir itu pergi meninggalkan perusahaan.


Arisha segera naik ke lantai atas karena beberapa karyawan di sana sudah mengetahui siapa Arisha sebab acara pernikahan nya bersama Albercio saat itu memang dihadiri banyak rekan bisnis juga para karyawannya, saat sampai di lantai atas Arisha mendapatkan tatapan sinis dari banyak orang di sana, mereka menatap dengan ujung matanya dan saling berbisik satu sama lain, mereka membicarakan cara Arisha berpakaian yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya saat dia pertama kali datang ke perusahaan tersebut.


Arisha tidak peduli dengan gunjingan para karyawan itu, dia langsung saja masuk ke dalam ruangan Albercio.


"Tok...tok...tok.." suara ketukan pintu yang diketuk oleh Arisha,


"Masuk" sahut Albercio dari dalam,


Arisha masuk dan dia langsung menaruh corokan makanan di atas meja tamu yang tak jauh dari meja kerja Albercio.


Albercio yang kaget dan mengerutkan kedua alisnya sempurna karena melihat itu adalah Arisha ditambah penampilannya yang lebih terlihat seperti orang biasa.


"Heh....ada apa kau kemari?" Ucap Albercio dingin,


"Aku hanya mengantarkan sarapanmu, dan jangan salah paham aku hanya membantu bibi Mia karena dia sangat mengkhawatirkanmu" ucap Arisha dan dia berbalik hendak keluar dari ruangan tersebut.


Albercio segera bangkit dari kursinya dan menghalangi jalan Arisha.


"Mau kemana kau?" Tanya Albercio dengan tatapan tajam,


"Tentu saja pulang kemana lagi" balas Arisha dengan malas.


Albercio menatap Arisha dari atas hingga bawah dan keatas lagi, dia terus memperhatikan cara Arisha berpenampilan hingga tatapan itu membuat Arisha risih dan kesal.

__ADS_1


"Heh..kenapa kau menatapku begitu apa ada yang salah dengan tubuhku!" Bentak Arisha,


"Salah sangat salah, kenapa kau berpakaian seperti ini, kau itu sudah menjadi istriku, apa kau mau mempermalukanku memakai pakaian murahan seperti ini!" Bentak Albercio sambil mengurut dahinya.


__ADS_2