
"E...e..ehh ... Albercio kau ini kenapa sih, ayo duduk kembali dan bersabarlah sedikit jangan selalu mengutamakan emosi di dalam dirimu!" Ucapku menahan tangannya dengan kuat,
"Hah....hah...hah.., kenapa kau menahanku? Apa kau membelanya apa kau juga menyukainya hah?" Bentak Albercio yang justru malah marah tidak jelas denganku.
Melihat dia marah seperti itu aku sangat kesal terutama dia malah membentakku begitu, aku langsung menarik tangannya dengan kuat dan menc*UM bibirnya saat itu juga.
Albercio yang mendapatkan itu dariku dia langsung terbelalak membuka matanya sangat lebar, aku tahu dia mungkin kaget tapi hanya itu yang bisa aku lakukan untuk menenangkan dia dan agar dia percaya bahwa aku hanya menyukainya, dan akan selalu menjadi milik dia seorang.
"KA..kau ..kenapa kau tiba-tiba melakukan itu padaku?" Tanya dia sambil memegangi bibirnya,
"Bagaimana apa rasanya enak? Apa kau tidak marah lagi sekarang?" Tanya aku balik kepadanya.
Dia tiba-tiba saja tersenyum kecil dan aku kembali mengecup pipinya, aku sengaja menggoda dia dan memperingati dia agar tidak cemburu buta seperti tadi lagi, karena ulah ya itu sangat merepotkan dan membuat suasana menjadi kacau tidak jelas.
"Apa kenapa kau tersenyum sekarang, kau menyukai bukan, semua itu milikmu Albercio, aku hanya akan melakukan itu kepadamu dan tidak pernah melakukannya dengan pria manapun selain kau, apa kau percaya padaku sekarang?" Ucapku kepadanya.
Dia pun langsung mengangguk malu-malu sendiri dan dia langsung memelukku sambil mengusap lembut kepalaku beberapa kali.
"Maafkan aku, aku percaya kepadamu aku sangat mempercayaimu tapi rasa cintaku padamu memang terkadang berlebihan itu karena aku sangat menyayangimu Arisha" ucap dia ke padaku,
__ADS_1
"Aku tahu itu, aku mengerti tapi kau seharusnya juga bisa menahan perasaan tersebut, aku tidak bisa berlaku seperti itu dimana saja dan aku tidak bisa menenangkan mu dalam kondisi seperti itu" ucapku kepadanya.
Dia mengangguk dan kembali memelukku. Sebenarnya aku juga mengerti sejak awal aku memahami apa yang dia rasakan bahkan sebelum dia mengatakannya aku tahu bahwa dia sangat menyayangiku, sejak awal dia selalu melindungi aku dari semua mata bahaya yang ada di sekitarku dia yang selalu merangkul aku dan menggenggam tanganku disaat tidak ada siapapun di dunia ini yang bisa membela aku dan melindungi aku.
Bagaimana mungkin aku tidak menyukai pria se sempurna dia, meskipun dia sedikit emosional namun aku juga mengerti emosi nya tersebut juga karena dia sangat mencintai aku, aku tahu dia tidak ingin kehilanganku dan aku bisa memahami sifat nya tersebut hanya saja terkadang aku sulit mengimbangi dan tidak mungkin aku mencium dia di hadapan umum setiap kali dia hilang kendali seperti tadi.
Maka dari itulah aku meminta kepadanya agar dia bisa belajar untuk mengendalikan dirinya sendiri karena mau bagaimana pun dia memang harus mengendalikan dirinya itu agar dia bisa menjaga dirinya dan tidak termakan dengan omong kosong yang orang lain ucapkan hanya untuk memancing emosinya.
Untunglah dia mengerti apa maksud dari ucapanku kepadanya karena semua itu juga demi kebaikan dia, bukan hanya dia yang khawatir kepadaku saat ini, namun melihat dia yang mudah terpancing emosi seperti itu membuat aku juga mengkhawatirkan dirinya, aku merasa cemas dengan dia dan tidak bisa membiarkan hal buruk terjadi kepadanya.
Maka dari itu aku akan mencegahnya sebelum hal buruk seperti itu terjadi kepada dia, aku tidak ingin dia terluka sedikitpun, karena jika dia terluka mungkin tidak akan ada manusia lain yang akan perduli lagi kepadaku.
Aku juga sudah memberi tahu dia terlebih dahulu bahwa mungkin Andi Koward hanya dengan sengaja memancing emosinya sehingga aku meminta padanya agar tidak mudah terpancing oleh ucapan Andi Koward.
"Albercio ingat ucapan dariku, kau tidak boleh marah tidak jelas dan tidak boleh membuat keputusan saat marah" ucapku mengingatkan dia lagi,
"Iya aku mengerti, aku akan mendengarkanmu" balas Albercio kepadaku.
Melihat dia yang sudah bisa tersenyum lagi aku mulai merasa tenang sekarang karena setidaknya dia sudah tidak marah seperti sebelumnya.
__ADS_1
Hingga ke esokan harinya mereka berdua sudah membuat rencana untuk meringkus Melinda dan sudah mempersiapkan semua bukti untuk bisa menangkap dia dengan mudah dan cepat, kebetulan saat itu adalah pesta anniversary dia dengan tuan Koward dimana acara itu di selenggarakan dengan begitu mewah.
Andi Koward yang memberikan informasi tersebut kepada tuan Albercio dan kami juga di undang dalam pesta tersebut, saat aku masuk ke dalam pesta nampak dari kejauhan Melinda menatap ke arahku dan tuan Albercio dia mulai terlihat gugup tidak menentu namun aku tetap menatapnya dengan lekat hingga di puncak acara saat proses pidato dia dan tuan Koward.
Sebuah film yang ada di belakang layar dimana dia berdiri mulai di putar oleh Andi Koward, diasana menunjukkan banyak foto kejahatan yang dia lakukan juga beberapa rekaman video pengakuan dari anak buahnya, seketika suasana pesta menjadi hancur berantakan, semua orang berbisik membicarakannya sedangkan tuan Koward langsung menampar dia dengan keras.
"KAU...Beraninya kau menipuku selama ini....plak!" Suara tamparan yang cukup kencang di lemparkan oleh tuan Koward.
Bahkan aku langsung menutup mulut dengan kedua tangan sakit kagetnya melihat itu.
Sedangkan Albercio yang sudah menyiapkan anak buahnya untuk menangkap Melinda juga sudah menghubungi pihak kepolisian sebelumnya, seketika beberapa petugas kepolisian itu langsung datang kedalam ruangan dan meringkus Melinda dengan cepat, meskipun dia terus berontak dan mengelak.
"Tangkap dia!" Perintah Albercio sangat keras,
"Kau....aku tahu semua ini karenamu, Arisha...aku tidak akan membiarkanmu, aku akan membalas mu, suatu hari nanti. Aaarttkkk awas kau Arisha!" Teriak Melinda terus berontak dan dibawa pergi oleh sekretaris Katy juga petugas kepolisian.
Akhirnya Melinda yang telah banyak memakan korban telah berakhir di penjara dan dia menjadi gila dalam beberapa waktu, sedangkan Arisha memulai hidupnya yang baru bersama tuan Albercio dan dia merelakan semua dendamnya pada Melinda.
TAMAT.
__ADS_1
Jangan lupa baca karyaku yang lain, happy reading 🥰