Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Cemburu


__ADS_3

Arisha tentu saja kaget dan kebingungan melihat Albercio yang tiba tiba merampas makanan yang hendak dia berikan pada sekretaris Ben.


"Aishh...kau ini apa apaan sih, makanan itu kan untuk sekretaris Ben" ucap Arisha dengan kedua alis yang dikerutkan.


"Yang suamimu itu aku bukan Ben, kenapa dia yang kau sukai?" Ucap Albercio sambil merotasikan kedua bola matanya,


"Heh...apa kau lupa aku ini istri tahanan bukan istri sungguhan, ada ada saja" jawab Arisha sambil menggelengkan kepala.


Sekretaris Ben yang ada di tengah tengah Arisha juga tuan mudanya dia sama sekali tak mampu berkutik sedikitpun, alih alih nanti jika membuat salah satunya tersinggung karirnya yang akan dalam bahaya.


Alhasil sekretaris Ben yang bisa berpura pura tak ada yang dia dengar dan kembali melanjutkan makannya begitu juga dengan Arisha yang sibuk menghabiskan semua makanan yang sudah dia pesan sedangkan Albercio masih dengan kekesalan yang begitu membelenggu dalam hati juga pikirannya.


Selesai makan mereka kembali lagi ke kantor dan Arisha rasanya sudah sangat bosa hanya berdiam diri di sana sepanjang hari, hingga ketika Ben datang dia justru malah mau mengikuti Ben ke ruangannya agar dia tidak jenuh.


"Sekretaris Ben aku mau ikut ke ruanganmu, di sini membosankan sekali" ucap Arisha yang membuat sekretaris Ben dan Albercio kaget,


"Heh...untuk apa kau mau mengikuti sekretaris Ben, sudah diam di situ!" Balas Albercio dengan tegas,


"Aku hanya ingin bermain main saja, lagi pula jam kerjamu masih lama kalau aku tetap diam di sini dan duduk tanpa melakukan apapun yang ada aku akan berjamur" jawab Arisha menjelaskan,


"Tidak...pokoknya sekali aku bilang tidak ya tidak, apa kau tidak mengerti" bentak Albercio yang tak mengijinkan,


"Kau pikir memangnya aku membutuhkan izin darimu, huuh aku tetap akan pergi bersama sekretaris Ben" jawab Arisha yang masih kuat dengan keinginannya,

__ADS_1


"Ben selangkah saja kau berani membawanya pergi aku akan memotong setengah gajihmu" ancam Albercio dengan wajahnya yang datar,


Mendapatkan ancaman seperti itu dari Albercio tentu saja sekretaris Ben tidak bisa melanggar sedikit pun kehendak tuan mudanya tersebut. Sekretaris Ben pun berusaha keras membujuk Arisha agar tidak mengikutinya dan tetap duduk dengan patuh bersama Albercio di ruangannya.


"Nyonya sebaiknya anda tetap di sini, itu akan lebih baik" ucap sekretaris Ben,


"Ben kenapa kau berpihak padanya, tidak pokoknya aku mau ikut denganmu saja, aku tidak mau tetap di sini" jawab Arisha tetap pada keinginannya,


"Ayolah nyonya ini demi gajihku, saya janji akan mentraktir nyonya saat saya gajihan kalau anda tetap patuh" balas sekretaris Ben memohon.


Arisha diam sesaat dan menatap wajah sekretaris Ben yang nampak begitu serius memohon padanya dengan mata puppy eyes yang membuatnya tidak bisa memaksa lagi.


"Oke...oke...aku akan tetap di sini, tapi pastikan janjimu itu benar yah kalau kau mengingkarinya aku tak akan segan segan mengganggumu sampai akhir hidupmu!" Ucap Arisha menatap tajam pada sekretaris Ben.


"Aishh...kalau begini terus bisa bisa jantungku tidak akan aman, sebenarnya apa yang nyonya Arisha inginkan dariku...huuuh....hampir saja gajihku raip..huhuuu" gerutu sekretaris Ben sambil mengelus dadanya berkali kali.


Arisha berdiri dan pergi melihat lihat jajaran berkas yang tersusun rapi di dalam sebuah tak buku, semua berkas itu membuat Arisha pusing padahal dia hanya melihat saja bagaimana dengan sekretaris Ben dan Albercio yang menggeluti semua berkas dalam setiap harinya.


Karena bosan Arisha terus bertanya dan mengajak Albercio agar mau bicara dan mengobrol dengannya untuk menghilangkan kejenuhan tapi sayangnya Albercio yang tengah sibuk dengan pekerjaan dan terlalu fokus pada laptop di depannya dia sama sekali tidak membalas ucapan Arisha, semua itu membuat Arisha semakin kesal dan terus bertanya pada Albercio bertubi tubi.


"Albercio......apa kau punya buku untuk aku baca?" Tanya Arisha sambil melihat lihat tumbukan berkas di rak buku ruangan Albercio.


"Albercio......apa kau punya komik, aku bosan....harus ada sesuatu yang aku lakukan...." Teriak Arisha yang sama sekali tak digubris oleh Albercio.

__ADS_1


"Huuuhh...dia tuli atau bagaimana sih, menyebalkan sekali" gerutu Arisha sangat kesal,


"Albercio..... Alber....Ciooooo..... Albercio....apa kau mendengarkan.... Albercio aku bosannn...ahh atau aku menemui sekretaris Ben saja yah, mungkin manusia batu ini sibuk....iya aku pergi saja" ucap Arisha sengaja memancing.


Dan ternyata rencananya berhasil setelah mendengar Arisha yang hendak pergi menemui sekretaris Ben, Albercio langsung bangkit dari kursinya dan menahan lengan Arisha dengan kuat.


"Aishhh...kau ini selalu saja membuatku jengkel, ini pakai ponselku terserah kau mau melakukan apa dengan ponselku dan kembalilah ke sofa!" Ucap Albercio dengan kerutan di wajahnya.


Arisha segera mengambil ponsel itu dan dia duduk dengan tenang di sofa sambil menonton beberapa film di ponsel tersebut, dia tertawa sendiri dan sesekali menangis karena terbawa suasana dari film yang dia tonton dari ponsel Albercio.


Sedangkan Albercio hanya bisa menggelengkan kepalanya saat sekilas memperhatikan Arisha.


"Apa dia anak usia sepuluh tahun, kenapa sulit sekali mengurusnya....tau begini aku lebih baik mengantarnya pulang tadi" gumam Albercio yang nampak frustasi dengan kelakuan Arisha.


Arisha sengaja membuat Albercio jengkel karena hanya dengan begitu Albercio baru mau membebaskannya namun ternyata sekuat apapun Arisha berusaha membuat Albercio marah dan jengkel tapi tetap saja dia tidak bisa dibebaskan dan tidak bisa pulang ke rumah lebih dulu, padahal Arisha sangat cemas dengan tas yang dia sembunyikan diantara semak semak belakang rumah.


"Aduuhhh....kapan pria ini akan pulang, bagaimana dengan tasku....gawat kalau sampai ditemukan oleh para pelayan atau bodyguard sialan itu" gumam Arisha yang mulai semakin khawatir.


Arisha yang tadinya asyik menonton serial fil dalam ponsel Albercio kini tiba tiba saja teenung mengingat nasib pada tas yang dia sembunyikan, dan Albercio langsung menatap heran ketika melihat Arisha tidak seaktif sebelumnya.


"Hah...ada apa dengan dia, apa batrai di tubuhnya sudah habis tiba tiba diam mematung begitu" gerutu Albercio menatap Arisha di balik laptopnya.


Arisha sadar bahwa Albercio memperhatikan dia secara diam diam karena tidak mau ketahuan Arisha pun mengesampingkan masalah tas nya dan dia kembali mencari hiburan di ponsel Albercio dengan menonton film kartun yang lagi lagi membuatnya tertawa dengan puas.

__ADS_1


__ADS_2