Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Di kantor polisi


__ADS_3

Saat itu sembari menunggu kedatangan sekretaris Katy aku merasa resah dan tidak bisa diam saja sebab supir taxi tua bangka tersebut terus saja mendesak pihak kepolisian untuk menjebloskan aku ke dalam penjara padahal pihak kepolisian sudah memberikan ketegasan bahwa mereka akan menunggu kedatangan keluarga atau wali dariku.


Tapi supir taxi itu tetap tidak mau mendengarkan dan dia terus saja memarahi aku hingga perdebatan diantara kita tidak dapat dihindari.


"Pokoknya saya mau perempuan ini dimasukan ke penjara dia tidak bisa membayar ongkosnya juga denda atas waktu yang sudah aku sia-siakan mengurusi masal ini disini!" Ucap supir taxi tersebut masih dengan pendirian nya,


"Pak... bisakah kau sedikit bersabar, wali ku akan segera datang, kenapa kau bersih keras untuk memasukkan aku ke penjara, apa kau sangat membenciku atau ada dendam apa kau padaku sampai mau melihat aku di masuk ke balik jeruji besi itu?" Balasku tak kalah tinggi dengan suaranya,


"Jika kau tidak mau masuk ke sana ya sudah cepat bayar biaya taxi ku sekaligus denda kerugian waktuku" balasnya seperti mau memeras ku,


"Pak polisi lihatlah dia sedang memerasku, bukankah yang dirugikan dalam segi waktu bukan hanya dia, tapi aku juga bahkan aku mungkin akan terkena marah dan hukuman jika pulang ke rumah nanti, semua ini karena bapak tua ini yang mempermasalahkannya menjadi rumit!" Balasku mengadu pada pihak kepolisian.


Bapak petugas polisi itu justru tidak bisa menenagkan kami dan dia hanya berbicara meminta kami agar tenang sedangkan supir taxi itu tetap ngeyel dan dia tidak mau kalah denganku.


"Tidak bisa! Kau yang membuat aku rugi, semua ini tidak akan terjadi jika kau bisa membayar ongkos taxi nya" balas supir taxi itu masih tidak mau kalah,


"Pak kau gila yah mau memeras orang kere sepertiku, setidaknya jika kau mau memeras demi keuntungan peraslah orang yang kaya raya jangan orang kere sepertiku, dasar bodoh!" Ucapku saking kesalnya,


"APA KAU BILANG HAH? Kau anak durhaka, beraninya kau mengatai orang tua dengan perkataan kasar seperti itu, rasakan ini" ucapnya sudah melayangkan tangan hampir menamparku.


Tuan Albercio datang tepat waktu dan dia langsung menahan tangan supir taxi tua bangka itu dengan kuat, mata tuan Albercio menatap tajam dengan mengeratkan giginya bahkan tangan yang menggenggam pergelangan pria tua itu bergetar seperti tengah di penuhi dengan emosi, bahkan sulit taxi itu meringis kesakitan dan dia kembali duduk sambil minta tuan Albercio untuk melepaskan tangannya.

__ADS_1


"AA..a.a...h hey anak muda apa kau gila berani memegang tangan orang tua dengan tidak sopan begini, lepaskan tanganku!" Ucap supir taxi itu mencari mati.


Petugas kepolisian saja langsung berdiri dan segera memberi hormat kepada tuan Albercio mereka memohon agar tuan Albercio melepaskan tangan supir taxi tidak tahu diri itu.


"Tuan? Maafkan kami tuan tolong lepaskan tangan bapak ini dia tidak mengetahui dirimu tuan, maafkan kami" ucap petugas kepolisian tersebut.


Tuan Albercio langsung menghempaskan tangan supir itu dan dia terlihat masih cukup marah lalu menarik aku ke belakang tubuhnya dan seakan dia memasang dada melindungi aku dari supir taxi tua bangka tersebut.


"Hey....pak polisi apa-apaan denganmu, kenapa kau malah meminta maaf kepada pria lancang sepertinya, cepat hukum dan penjarakan mereka berdua dasar tidak tahu sopan santun" ucap supir taxi itu benar-benar sudah tidak bisa tertolong lagi.


Aku kaget bukan main bahkan mulai merasa sangat cemas sekarang, karena mendengar dan melihat secara langsung betapa beraninya bapak tuan supir taxi itu menghina seorang tuan Albercio yang kejam, bahkan kini saat aku perhatikan wajah tuan Albercio sudah menjadi merah padam dan sepertinya dia akan segera meledak karena emosi.


"Pak...tenangkan dirimu, beliau ini adalah tuan Albercio pemilik perusahaan terbesar di kota juga negara ini, dia juga yang memberikan banyak sumbangan serta bantuan untuk pembangunan kota dan segala macamnya, jadi saya harap anda bisa menghormatinya" ucap seorang polisi itu dengan sangat bijak sana.


Tapi sayangnya supir taxi itu masih tidak mengerti apapun meski terlihat jelas dalam raut wajahnya dia nampak berubah dengan cepat dan seketika menjadi lebih tenang, ku lihat kakinya bergetar hebat dan dia kembali duduk di kursinya, aku tau sejak melihat kaki dia yang gemetar bahwa bapak supir taxi tersebut tengah ketakutan dan cemas dengan nasibnya kini.


"Me..memangnya kenapa jika dia seseorang yang berpengaruh? Hukum tetap harus adil bukan?" Tambah supir taxi yang masih jaga gengsi di saat dia sudah tahu bahwa nasibnya sedang di ujung tanduk.


"Wah....pria tua ini sungguh pemberani, dia tetap tidak mau kalah meski lawannya seorang singa yang kuat" gerutuku pelan.


Albercio sepertinya sudah tidak bisa menahan kekesalannya lagi dan dia langsung melayangkan laporan juga menyuruh pihak polisi untuk membalikkan laporan dan menjadikan supir taxi tersebut yang di penjara.

__ADS_1


"Penjarakan dia karena telah menghina istriku dan mencemarkan nama baiknya" ucap tuan Albercio sudah memutuskan.


Tidak butuh waktu lama dan hanya dengan saku kalimat saja pihak polisi langsung menangkap pria tua itu dan memasukkannya ke dalam sel penjara. Pria tua itu langsung saja brontak dan dia tidak terima ketika di seret masuk ke dalam jeruji besi oleh dua orang petugas kepolisian disana.


"Heh...ada apa dengan kalian semua, lepas cepat lepaskan aku! Disini aku lah yang menjadi korban kenapa aku yang harus di penjara, hey...cepat lepaskan aku!" Bentak pria tersebut terus tidak mau kalah,


Tuan Albercio langsung menarikku dan menyuruh sekretaris Ken untuk mengurusi permasalahan supir taxi tersebut, sedangkan tuan Albercio membawaku keluar dari kantor polisi dengan paksa, sebenarnya saat itu aku merasa sangat tidak tega dengan bapak supir taxi tersebut karena melihat usianya yang sudah tua dan berpikiran mungkin dia juga memiliki keluarga di rumahnya yang menunggu kedatangan dia.


"Ayo masuk apa lagi yang kau tunggu!" Ucap tuan Albercio kepadaku,


"Tuan boleh aku meminta sesuatu kepadamu?" Ucapku berniat untuk melerai amarah Albercio,


"Ada apa lagi hah, apa kau tahu kau sudah merepotkan aku?" Bentak dia sedikit membuatku kaget dan tersentak ke belakang,


"Be...begini tuan Albercio yang baik hati, bisakah kau memaafkan supir taxi tadi? Aku rasa dia hanya emosi saja, jangan membuat dia terus berada di penjara aku kasihan dengannya" ungkapku kepadanya dengan memasang wajah yang paling manis yang aku bisa.


Tuan Albercio menjadi jengkel dan dia sampai mengusap wajahnya kasar dan menggelengkan kepalany saat mendengar permintaan dariku, bahkan dia menggebrak pintu mobil sedikit kasar.


"Heh, apa kamu ini gila? Kau yang hampir dia jebloskan ke penjara sekarang kau mau menolongnya? Apa kau yakin dia tidak akan mempersulit mu lagi atau membalas dendam denganmu?" Ucap dia kepadaku,


"Albercio justru jika kita mempersulit dia dan tidak memberikan kesempatan kepadanya, dia akan menjadi orang jahat, dan aku tidak ingin itu terjadi, kau pikir jika dia adalah seorang ayah, dia harus menafkahi keluarganya dan anaknya mungkin tengah menunggu dia di rumah, mungkin mereka belum makan atau sebagainya pikirkan jika mereka tahu suaminya di penjara karena hal sepele seperti ini, mereka pasti akan sakit hati, dan bisa saja mereka mendendam denganmu, jadi tolong lepaskan dia dan maafkan dia" ucapku menjelaskan dan berusaha membujuk Albercio.

__ADS_1


__ADS_2