Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Hampir saja


__ADS_3

Ke esokan paginya Albercio bersikap seolah tidak terjadi apapun dia bangun agak siang karena hari ini adalah hari libur dia mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya, sementara Arisha bangun dan melihat kakinya sudah semakin membaik dia terus terpikirkan mengenai tas yang dia lemparkan ke belakang rumah beberapa hari lalu.


"Aduhh....dimana sebenarnya tasku itu, bisa bahaya jika sampai pelayan atau para bodyguard yang menemukannya, aku bisa ketahuan kalau begini" gerutu Arisha memikirkan dengan cemas,


Akhirnya Arisha memutuskan untuk memastikannya lagi dia berjalan keluar dari kamar dengan perlahan dan mengendap ngendap, saat menuruni tangga Arisha tidak sadar bahwa Albercio juga berjalan di belakangnya.


Albercio menatap heran karena tingkah Arisha yang tidak seperti biasanya, berjalan mengendap ngendap dan membungkuk sambil terus menatap ke segala arah seperti seorang pencuri yang hendak mengambil barang.


"Aishh....apa yang sedang dilakukan gadis keras kepala itu?" Ucap Albercio merasa heran,


Karena penasaran Albercio pun mengikutinya secara diam diam sampai dia tiba di belakang rumah dan saat itu Arisha baru saja hendak pergi ke arah taman bunga namun dia justru malah menginjak lantai yang basah sehingga membuat dia terjatuh ke belakang.


Melihat Arisha hampir jatuh ke belakang dengan sigap Albercio langsung berlari dan menangkap Arisha, untunglah dia masih sempat menangkapnya sehingga Arisha jatuh menimpa tubuh Albercio.


"Hah?, Kana tidak sakit?" Ucap Arisha kebingungan sambil menutup matanya,


Saat itu Arisha belum sadar kau dia jatuh tepat menimpa tubuh Albercio dan wajah mereka begitu dekat satu sama lain, Albercio yang kesal karena Arisha tidak kunjung membuka mata dan bangkit dari tubuhnya dia pun membentak Arisha dengan keras.


"Heh, kepala batu! Sampai kapan kau akan berada diatas tubuhku?" Bentak Albercio menyadarkan Arisha.


Arisha refleks membuka matanya dan dia sangat kaget hingga berteriak sangat keras dan langsung bangkit berdiri sambil merapihkan pakaiannya.


"Arkhhh......kau...kau...kenapa kau bisa ada di bawahku?" Tanya Arisha sangat kaget,

__ADS_1


"Hah...bukannya berterimakasih, malah kau balik membentakku dasar tidak tau terimakasih" jawab Albercio dengan sinis,


"Heh...aku bertanya yah kenapa kau bisa ada di sini, kau mengikutiku yah?" Ucap Arisha menyelidik dengan tatapan tajam,


"A..a...aku...aku hanya tidak sengaja lewat, lagi pula ini kan rumahku, terserah aku mau berjalan jalan kemanapun" jawab Albercio dengan gugup sehingga membuat Arisha semakin mencurigainya.


Sejujurnya Albercio gugup sekali saat Arisha mencurigainya kalau dia mengikuti dirinya, Albercio sangat takut dirinya ketahuan mengikuti Arisha secara diam diam untunglah dia masih bisa memberikan jawaban lain dan mengalihkan topik pembicaraan.


"Aku curiga tuan Albercio hanya berjalan jalan saja, kenapa tidak berjalan jalan di depan halaman kenapa malah ke sini?, Hah?, Ayo jawab?" Ucap Arisha semakin mendesak dan terus berjalan mendekati Albercio,


"Apa apaan kau ini, kau mencurigaiku yah?" Bentak Albercio mulai merasa terancam dan tidak tenang,


"Ouhh...tidak...aku tidak mencurigaimu aku kan hanya bertanya kenapa kamu se gugup itu atau jangan jangan dugaanku benar yah, kau mengikutiku dasar penguntit .." ucap Arisha sengaja menggodanya,


Melihat Albercio yang begitu gugup dan bicara gelagapan saat di desak olehnya itu memberikan kesenangan sendiri bagi Arisha, rasanya sangat menggelikan dan begitu puas saat bisa mendesak dan menggoda seorang tuan muda Albercio yang sangat berkuasa dan begitu ditakuti banyak orang.


"Aish ...minggir kau, terserah kau mau berpikir seperti apa, aku tidak perduli dengan ucapanmu" ucap Albercio sambil mendorong tubuh Arisha menjauh darinya.


Albercio langsung berlari menjauh dan kembali masuk ke dalam rumah dia pergi ke ruang makan dan duduk di meja makan seorang diri sambil mengatur nafas yang menderu dan dia memegang dadanya yang masih terus berdetak dengan kencang.


"Astaga apa yang terjadi denganku, kenapa perasaanku seperti ini, tidak....tidak mungkin....ini hanya perasaan kaget saja iya...ini hanya kaget" gerutu Albercio sambil mengusap dadanya berkali kali.


Di sisi lain Arisha gagal mencari tas nya dia pun terpaksa harus mengesamlingkan dahulu masalah tas nya yang belum di temukan.

__ADS_1


"Aishh....gara gara dia aku tidak bisa mencari tas ku lagi, sialan" gerutu Arisha sambil berjalan dengan kesal.


Arisha ikut masuk kembali ke dalam rumah dan dia menghampiri Albercio dengan ketus duduk tepat di hadapannya dan langsung menyantap sebuah roti lapis yang belum diberikan selai di atas piring.


"Hah....belum ada selainya, hmmm menyebalkan semua ini gara gara kau Albercio!" Bentak Arisha yang melampiaskan kekesalannya pada Albercio di meja makan.


Albercio yang melihat Arisha sudah ada di hadapannya tentu saja dia merasa kaget dan kebingungan karena tiba tiba Arisha malah kembali membentak dan menyalakan suatu hal yang tidak dapat dia mengerti.


"Kau ini kenapa sih selalu saja membuatku kesal apa kau tidak senang melihatku atau membenciku hah?" Bentak Albercio merasa heran dengan tingkah Arisha kali ini,


"Kau memang menyebalkan sejak awal, aku juga tidak menyukaimu kau itu arghhh...sudahlah aku mau mau menenangkan diri saja, jangan mengikutiku!" Ucap Arisha sambil menunjuk ke arah Albercio dengan tangannya,


"Hah, siapa yang mau mengikutimu, memangnya kau pikir aku tidak ada kerjaan yah!" Jawab Albercio sambil memakan roti dengan kasar karena dia kesal dengan Arisha.


Arisha pergi ke kolam renang dan dia tidur di tempat bersantai yang ada di sana lalu menenangkan dirinya sembari memikirkan cara untuk bisa menemukan buntelan tas berisi barang barang miliknya untuk memudahkan dia kabur dari rumah ini secepatnya.


Sudah berbaring dengan santai di sana beberapa saat namun tetap saja dia tidak bisa berpikiran jernih dan memikirkan ide lain untuk bisa kabur dari sana secepatnya.


"Aishh kalau begini terus kapan aku bisa kabur dari sini, agrhhhh....aku harus bagaimana" gerutu Arisha dengan kesal.


Arisha bangkit dan berjalan mendekati kolam renang dan dia duduk di pinggiran kolam sambil memasukkan kakinya ke dalam air, Arisha menatap ke depan dengan tatapan kosong dan pikiran yang melayang.


Beberapa saat dia seperti mendengar seruan dari seseorang namun dia sangat enggan untuk menolah ke belakang, beberapa kali bibi Mia memanggil Arisha sampai akhirnya Arisha berbalik dan menghampirinya dengan lesu.

__ADS_1


"Iya ada apa bi, kenapa memanggilku?" Tanya Arisha menghampiri bibi Mia,


"Ini nyonya saya tau nyonya belum memakan apapun pagi tadi jadi saya sengaja membuat nasi goreng kesukaan nyonya, dihabiskan yah nyonya" ucap bibi Mia sambil memberikan sepiring nasi goreng kumplit kesukaan Arisha.


__ADS_2