Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Meminta Uang


__ADS_3

Setelah menyetujuinya aku pun hendak pergi kembali ke kamar karena aku pikir urusanku dengannya sudah selesai tapi rupanya dia masih tetap menahanku dan tidak membiarkan aku pergi begitu saja.


"Heh, tunggu mau kemana kau?" Ucapnya menahanku lagi,


"Aishh....aku mau ke kamar Albercio ini sudah malam kau mau apa lagi sih?" Tanyaku dengan ketua,


"Baiklah kembali sana tapi ingat jangan pernah coba-coba untuk mencari masalah dengan keluarga Koward!" Ancamnya kepadaku.


Aku sangat membenci dia dan lebih membenci dia sekarang, aku berjalan dengan kesal masuk ke dalam kamarku dan segera menutup pintu dengan membantingnya sekuat tenaga, aku tidak perduli bagaimana reaksinya terhadap apa yang aku lakukan, lagi pula dia juga bersikap selalu acuh tak acuh kepadaku sehingga menurutku aku tidak perlu bersikap baik kepadanya.


Aku bodoh karena sebelumnya ku pikir dia telah sedikit berubah, nyatanya dia tetap terlihat sama kaku dan begitu menyebalkan, membuat aku emosi setiap saat.


Meski Albercio sudah melarangku dan mengancam aku untuk tidak berurusan dengan keluarga Koward tetapi aku tetap akan mencari tahu lebih dalam lagi mengenai keluargaku Koward tersebut, lagi pula sasaranku adalah Melinda bukan keluarga Koward yang resmi, sehingga diam-diam aku masih tetap menyusun rencana untuk memberikan pelajaran kepada Melinda.


Aku membuka laptopku lagi dan mencari tentang keluarganya Koward di media sosial hingga akhirnya aku menemuka banyak informasi mengenai pernikahan antara Melinda dengan tuan Koward.


"Ohh...jadi mereka masih pengantin baru rupanya, haha aku punya ide untuk menghancurkan Melinda Koward ini" ucapku sambil tersenyum kecil membayangkan ideku tersebut.


Ke esokan paginya aku bersikap seperti biasa sarapan bersama Albercio dan aku hanya makan dengan cepat lalu meminta izin kepada Albercio untuk pergi ke luar sebentar.


"Albercio aku akan keluar bersama bi Susan untuk membeli kebutuhanku bisakah kau memberikan aku uang, aku malu karena terus memakai uang bi pelayan setiap saat" ucapku memintanya,


"Apa kau tidak tahu semuanya aku yang bayar, mereka juga meminta ganti dariku atas apa yang selalu kau pinjam dari mereka" balas Albercio membuatku kaget karena aku baru mengetahui hal itu.

__ADS_1


Tapi aku juga tidak marah, karena itu jauh lebih baik sehingga mereka tidak kehilangan uangnya yang sedikit hanya untuk merawatku selama ini dan pantas saja Albercio selalu mengetahui apa yang aku beli karena mereka pasti melaporkannya untuk mendapatkan ganti uang dari Albercio.


Aku benar-benar sudah bodoh mempercayai para pelayan itu, sekarang karena sudah terlanjur ketahuan aku pun memutuskan untuk meminta uang kepada Albercio secara langsung, jadi aku tidak perlu melaporkan apapun kepadanya dia juga akan tahu sendiri apa yang aku beli jika aku menggunakan uang darinya dengan begitu aku juga bisa menipunya sekaligus.


"Ya sudah sekarang mana, mulai sekarang aku akan meminta uang darimu secara langsung, jadi kau juga tidak perlu mengganti uang pelayan terus menerus" ucapku kepadanya.


Ku pikir dia akan memberikan aku sebuah kartu gold yang tanpa basa atau kartu hitam yang tidak memiliki limit, atau mungkin memberikan aku kartu lainnya yang tidak kalah luar biasa namun ternyata ekspektasiku terlalu tinggi kepadanya dia hanya mengeluarkan dompetnya lalu memberiku beberapa lembar uang seratus ribuan dan menaruhnya diatas meja.


"Hah?, Apa ini kau memberiku lima ratus ribu saja?" Ucapku dengan heran,


"Ambil atau aku akan mengambilnya kembali" ucapnya membuat aku tidak memiliki pilihan lain,


"Aishh...dasar pelit kau itu kan seorang CEO terkenal dan sangat sukses, menguasai pasar bisnis di negara ini, eummm dan satu lagi kau anak konglomerat bagaimana bisa memberi nafkah istrimu uang lima ratus ribu seperti ini, menyedihkan!" Gerutuku merasa kesal dan cemberut sambil memegangi uang itu.


Aku langsung menaruh uang itu dan menatapnya dengan ceria lalu aku langsung meminta semua yang aku mau kepadanya.


"Eumm aku mau mobil, mau rumah yang terpisah denganmu dan kartu ATM tanpa batas limit, satu lagi aku ingin segera berpisah denganmu" jawabku kepadanya sambil tersenyum senang karena sekaligus membayangkan.


Tidak ku sangka Albercio langsung menggebrak meja makan sangat keras hingga membuatku terperanjat kaget dan membuka mataku sangat lebar.


"Astaga.....apa dia marah kepadaku.....apa yang harus kulakukan sekarang?" Gerutuku pelan dan merasa sedikit takut.


Ku lihat matanya membuka lebar dan menatapku begitu tajam aku berusaha memalingkan pandanganku ke tempat lain tetapi dia tetap saja menatapku sangat tajam hingga dia bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri tempat dudukku, aku terus berusaha tenang dan menatap ke arah lain agar tidak melihat wajahnya yang menyeramkan itu.

__ADS_1


"Hey, lihat aku....apa kau sangat membenciku sampai kau meminta bercerai dariku?" Ucapnya begitu mendominasi,


"I..iya aku membencimu kau selalu bersikap kasar padaku dan kau juga tidak mencintaiku untuk apa aku bertahan dengan pria kejam sepertimu" balasku setelah menguatkan diri dan mengumpulkan keberanian.


Aku langsung kembali memalingkan pandangan darinya karena sejujurnya aku sangat takut melihat sorot matanya yang begitu menyeramkan bahkan kakiku sudah gemetaran sejak lama dan aku sungguh ingin cepat pergi dari sana.


Sedangkan Albercio yang tidak sengaja melihat ke arah kaki Arisha yang masih bergetar dengan kuat dia tersenyum kecil lalu langsung memeluk Arisha tanpa sadar bahwa dia keluar dari kendali dirinya sendiri.


Aku sangat kaget ketika mendapatkan pelukan dari seorang Albercio secara tiba-tiba dan dia memelukku dengan hangat, entah kenapa aku merasa nyaman disaat dia memelukku dan aku tidak bisa berkata-kata saking kagetnya dengan keadaan ini.


"A...apa yang terjadi denganku kenapa aku tidak merasa emosi ataupun kesal saat dia memelukku....ya ampun Arisha sadarlah" gumamku dalam hati yang merasa aneh dengan diriku sendiri.


Setelah menyadarkan diriku sendiri aku langsung berusaha mendorong Albercio untuk melepaskan pelukannya hingga dia akhirnya melepaskan pelukan itu juga.


"E... Albercio lepaskan apa yang kamu lakukan kenapa tiba-tiba memelukku begitu?" Ucapku pelan sambil mendorongnya perlahan.


Dia nampak begitu gugup dan terlihat berperilaku tidak jelas hingga dia langsung pergi ke kamarnya tanpa mengatakan sepatah katapun kepadaku, aku sungguh merasa heran dan kebingungan sendiri dengan sikapnya yang sangat tidak jelas dan tidak bisa ditebak olehku.


"Hah, apa apaan dia itu kenapa langsung pergi begitu saja setelah memelukku, hey....mau kemana kau aku belum selesai bicara denganmu!" Teriakku dengan wajah yang kesal.


Aku sungguh tidak habis pikir dengan otak Albercio itu, dia memelukku disaat aku tahu bahwa dia tengah marah besar akibat perkataanku kepadanya tapi dia juga tiba-tiba saja pergi dengan wajah yang aneh kebingungan sendiri meninggalkan aku begitu saja, aku tidak bisa menerima perlakuannya yang aneh seperti ini sehingga aku kesal sendiri dan menggerutu sepuasnya.


"Aaarghhh....dia itu kenapa sih, apa aku sejelek itu yah sampai dia tiba-tiba pergi dengan wajah aneh seperti tadi setelah memelukku?" Gerutuku kesal sendiri.

__ADS_1


"Aishhh....dasar menyebalkan, aku tidak bisa memberikan dia peluang untuk mendekatiku lagi, awas kau Albercio brukk...." Tambahku menggerutu sambil memukul meja cukup keras.


__ADS_2