Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Flash Back


__ADS_3

Albercio hanya diam dan dia tidak bisa berbuat banyak setelah melihat betapa marah dan kesalnya Arisha terhadap dirinya sehingga dia pun memutuskan untuk pergi dan memberikan waktu sejenak bagi Arisha agar bisa menenangkan diri, terlebih Albercio juga memiliki beberapa urusan penting lainnya berada sekretaris Ben juga kedua orangtuanya.


#FlashBack


Beberapa Minggu yang lalu sebenarnya Albercio bukan berniat pergi meninggalkan Arisha begitu saja tetapi dia terdesak dengan perintah kedua orangtuanya yang selalu meminta dia agar cepat datang ke luar negeri tempat tinggal kedua orangtua kandungnya, mereka sudah sangat tidak tahan karena Albercio masih belum menginginkan untuk mengurusi perusahaan pusat mereka disana dimana kini perusahaan itu sangat membutuhkan posisi Albercio.


Terlebih mereka juga sudah sangat penasaran dengan wajah istri Albercio, sebab ketika mengadakan acara pernikahan Albercio bahkan tidak mengundang kedua orangtuanya sebab saat itu nyonya Kirana dan tuan Jovic juga masih sibuk dengan liburan bulan madu sekaligus acara ulang tahun pernikahan mereka sehingga mereka tidak bisa datang ke acara putra tunggal kesayangan mereka.


Maka dari itu mereka dengan paksa meminta putranya untuk cepat pulang ke negera A dan berpura pura mengatakan bahwa dirinya sakit parah padahal dia hanya berpura pura agar putranya Albercio bisa datang menemui dia dan membawa serta istrinya tersebut.


Tapi ternyata harapannya musnah sebab Albercio datang ke sana seorang diri dan saat mengetahui ternyata ibunya hanya membohongi dia dan sakitnya hanya berpura pura, sehingga tuan Albercio marah besar dan dia sangat kesal lalu berniat meninggalkan kediaman itu sekaligus saat itu juga.


Namun saat hendak pergi dari sana kebetulan tuan besar Jovic yang tak lain adalah ayah kandung Albercio baru saja tiba di kediaman itu, sehingga nyonya Kirana menggunakan kesempatan itu dengan sangat baik, dia berpura pura memasang wajah yang menyedihkan dihadapan suaminya dan meringis berpura-pura kesakitan agar Albercio tidak pergi dari sana.


"Sayang kau sudah pulang?" Ucap nyonya Kirana sambil berlari memeluk tuan Jovic,


"Iya sayang, aku sangat merindukanmu" balas tuan Jovic sambil mengelus pucuk kepala nyonya Kirana.


Albercio sudah sangat muak melihat kedua orangtuanya yang selalu bersikap terlalu manis dihadapan dirinya sehingga dia menggunakan kesempatan itu pergi dari sana namun ternyata nyonya Kirana berhasil menahan dirinya dan membuat tuan Jovic melemparkan ancaman terhadapnya.


"Ehhh.... Albercio tunggu kau tidak boleh pergi begitu saja, aku mau kau tetap tinggal disini dan merawatku, Albercio apa kau mendengarkan aku ini ibumu!" Teriak nyonya Kirana sangat keras.

__ADS_1


Melihat Albercio yang mengabaikan panggilan darinya dia pun segera meminta bantuan dari sang suami untuk menghentikan putranya yang keras kepala itu.


"Sayang lihatlah putramu tidak mendengarkan ibunya sendiri hiks...hiks...hiks, aku sungguh merasa sangat terpukul" ucap nyonya Kirana sambil memegangi dadanya dan berakting cukup bagus.


Tuan Jovic tentu saja langsung marah besar dan dia membentak Albercio saat itu juga.


"Albercio kau tidak bisa membantah ucapan ibumu atau semua aset keluarga ini akan aku tarik kembali!" Ancam tuan Jovic yang membuat Albercio langsung terdiam menghentikan langkahnya.


Dia langsung membalikkan badan dan melihat ke arah ayahnya yang saat itu tengah berdiri sambil memeluk ibunya dengan erat.


"Kau tidak bisa mengancamku seperti itu, apa kau sudah lupa dengan janji diantara kita?, Kau harus memberikan setengah dari aset milik keluarga ini untukku setelah aku berhasil menikahi seorang perempuan, apa kau ingat sekarang?" Balas Albercio dengan begitu keras terhadap ayahnya.


Alhasil Albercio jelas kalah telak dari ayahnya karena bagaimanapun apa yang diucapkan oleh ayahnya adalah sebuah kebenaran, untuk saat ini dia memang belum menandatangani perjanjian apapun dengan ayahnya sehingga dia tidak bisa mengakui apapun menjadi miliki dia sepenuhnya.


"Sial....mereka mempermainkan aku lagi!" Gerutu Albercio kesal.


"Apa lagi yang kau tunggu anak nakal, kemari dan minta maaflah kepada istriku lalu kau harus menghibur dan membuatnya senang jika tidak aku akan membatalkan perjanjian sebelumnya!" Ancam tuan Jovic lagi dengan keras.


Lagi dan lagi untuk yang kedua kalinya di hari ini Albercio mendapatkan ancaman yang sama dari ayahnya sehingga mau tidak mau dia harus melakukan apapun yang dikatakan oleh sang ayah, Alhasil Devinka menahan emosi di dalam dirinya lalu mulai berjalan menghampiri ibunya tersebut dan meminta maaf dengan tulus agar ayahnya bisa segera melepaskan dia.


Albercio pikir dengan itu semua sudah selesai dan dia bisa secepatnya kembali ke negara asalnya tapi semua itu salah ibunya terus menahan dia di sana hingga berminggu Minggu lamanya dan itu membuat seorang Albercio cukup jengkel tak terkendali.

__ADS_1


Tidak ada cara lain yang bisa dia gunakan untuk bisa membiarkan sang ibu melepaskan dirinya, hingga Albercio membuat sebuah perjanjian lagi dengan nyonya Kirana.


"Bu aku janji akan membawa istriku bertemu denganmu tetapi kau harus melepaskanku dari sini, banyak hal yang harus aku selesaikan di kota Roles" (Roles adalah nama kota dalam cerita ini).


"Benarkah, ingat kau tidak bisa menarik kembali ucapanmu dan kau harus menepati janjimu sendiri, apa kau paham!" Ucap nyonya Kirana begitu kegirangan,


"Tentu saja" balas Albercio yang berhasil membujuk ibunya.


Setelah itu barulah Albercio mendapatkan izin untuk kembali namun saat dia baru saja memeriksa semua pesan masuk dari sekretaris Katy yang dia percaya untuk menggantikan Ben yang mengikuti dia ke kota A, ternyata sekretaris Katy memberitahukan masalah rencana yang dilakukan oleh Arisha yang tak lain dia masuk menyelinap ke dalam kediaman Koward sehingga setelah mendengar kabar tersebut, Albercio langsung terbang dari negera A menuju negara Roles.


Hingga dia datang menemui Arisha di apartemennya, hingga terjadi perdebatan hebat diantara mereka seperti kejadian sebelumnya.


#FLASHBACK OFF


Di sisi lain setelah kepergian Albercio, Arisha merasa kesal karena dia pikir setelah dia pergi meninggalkan Albercio begitu saja dia akan dikejar oleh Albercio lalu dibujuk seperti adegan yang terjadi di film-film yang biasa dia tonton namun ternyata semua itu memang hanya terjadi di dalam sebuah fil sehingga dia tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa merasakannya padahal Arisha sangat berharap tentang hal itu.


"Eehhh...dia benar-benar pergi?, Sial ku pikir dia akan mengejarku huh menyebalkan aku semakin membencimu Albercio!" Bentakku sambil menghentakkan kakiku ke lantai beberapa kali.


Aku benar-benar kesal dan marah saat menunggu Albercio yang tidak mengejarku dan ketika aku melihat dari jendela kamar ternyata mobil Albercio memang sudah pergi meninggalkan wilayah apartemenku sehingga aku sangat kesal kepadanya dan rasanya ingin sekali memukul dia sepuasnya.


"Huh, laki-laki macam apa dia benar-benar tidak peka terhadap wanita. Membuatku jengkel saja ohh tuhan kenapa aku harus menikah dengan pria robot sepertinya huhu...." Gerutuku meratapi nasib sendiri yang cukup menyedihkan sekali.

__ADS_1


__ADS_2