Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Ke kota


__ADS_3

Aku menatapnya dengan perasaan bingung dan heran namun dia tiba tiba saja menggendong tubuhku dan membawaku kembali ke tempat tidur, dia menaruh tubuhku ke ranjang dengan lembut, mungkin karena dia tau kalau kakiku masih sakit.


"Ingat jika kau butuh apapun beri tau aku jangan melakukannya sendiri sampai kakimu benar benar sembuh, apa kau mengerti!" Bentak Albercio memperingati,


"Albercio apa kau masih demam kenapa tiba tiba bersikap baik seperti ini padaku?" Tanyaku dengan heran,


"Kau ini mau apa lagi dariku?, Aku kasar salah aku baik padamu juga salah bikin orang pusing saja, sudah kau istirahat aku banyak pekerjaan yang harus dilakukan" ucapnya lalu pergi meninggalkanku begitu saja.


Aku benar benar tidak mengerti dengan sipatnya yang bisa berubah begitu cepat dalam beberapa waktu, sementara aku tidak peduli dengan perubahannya aku lebih memilih untuk beristirahat sebentar.


Sedangkan di sisi lain Albercio mendapati sekretaris Ben yang datang ke rumahnya dengan terburu buru serta memberikan kabar bahwa dia sudah berhasil melacak keberadaan paman dan bibi Arisha.


Mendengar itu Albercio segera berbicara serius membahasnya dengan sekretaris Ben hingga mereka memutuskan untuk pergi ke negara A dan meringkus mereka berdua secepatnya.


"Ben persiapkan keberangkatanku pagi ini, kita akan meringkus mereka secepat mungkin sebelum mereka kembali berpindah!" Ucap Albercio memberi perintah,


"Baik tuan" jawab sekretaris Ben.


Sekretaris Ben segera mempersiapkan semuanya begitu pula dengan Albercio yang tengah memasukkan beberapa perlengkapannya ke dalam koper, bahkan saking terburu burunya dia sampai lupa untuk berpamitan pada Arisha.


Dan Albercio hanya meninggalkan pesan pada bibi Mia agar dia memberitahukan kepergiannya pada Arisha.


"Bi...saat dia menanyakanku jangan katakan aku pergi ke luar negeri untuk menangkap paman dan bibinya, katakan saja ini urusan bisnis yang mendesak" ucap Albercio,

__ADS_1


"Baik tuan anda tenang saja saya akan menjaga rahasia anda" jawab bibi Mia.


Albercio segera pergi bersama sekretaris Ben keluar dari rumah itu dan bersiap melakukan penyergapan pada paman dan bibi Arisha.


Waktu berlalu begitu cepat Albercio sudah terbang dari negaranya ke negara A dan sesampainya di sana dia sudah menyiapkan banyak anak buah yang kuat dan terlatih, mereka semua sudah berkumpul dan membuat pormasi mengelilingi sebuah apartemen mewah yang di duga menjadi tempat tinggal paman dan bibinya Arisha.


Albercio langsung masuk dan anak buahnya mendobrak semua pintu untuk memeriksa namun saat penyergapan itu berlangsung hanya paman Arisha yang ditemukan tengah tertidur pulas di ranjangnya sedangkan istrinya sudah berhasil kabur seorang diri.


Paman Arisha langsung diringkus dan di ikat dengan kuat oleh sekretaris Ben, dia sudah tidak bisa bergerak dan melakukan perlawanan apapun, sekretaris Ben menyeret paman Arisha dan membawanya ke sebuah ruang bawah tanah yang berada di Mension tempat tinggal keluarga Albercio di kota A.


Di sana Albercio mulai bertanya mengenai semua yang direncanakan oleh mereka berdua untuk menipunya dan mengenai semua uang yang sudah mereka curi.


"Kau....sekarang jawab semua pertanyaanku dengan jujur atau kau akan aku bunuh perlahan!" Bentak Albercio mengancamnya,


"Kau pikir aku sama bodohnya dengan karyawan yang berhasil kalian itu, Ben pukul dia sekali karena sudah meremehkan ku" ucap Albercio dengan tegas.


Sekretaris Ben langsung memerintahkan salah satu anak buah untuk menghajar paman Arisha dan sebuah pukulan keras mendarat tepat di pipi kanan pamannya itu dengan meninggalkan lebam besar dan membuat ujung bibirnya robek hingga mengeluarkan darah segar.


Albercio berjalan perlahan dengan kedua tangan yang dia masukkan ke dalam kantung celananya dan dia mendekatkan wajahnya ke arah paman Arisha lalu membisikkan sesuatu lagi,


"Bagaimana dengan keponakanmu yang kau jual padaku?, Apa dia bersekongkol denganmu untuk mengecoh ku?" Tanya Albercio dengan sorot mata yang tajam,


Paman Arisha segera menjawabnya dengan penuh kenatukan karena dia sudah banyak terluka dan menerima pukulan sedari tadi.

__ADS_1


"Tidak ..... Tidak...anak itu tidak tau apapun dia sengaja aku culik dan membawanya padamu agar kami memiliki waktu untuk membawa kabur semua uang itu, dan aku bahkan dikhianati oleh istriku sendiri, aku tidak tau apapun tentang uangmu dia sudah membawanya kabur entah ke mana" ucap paman Arisha yang nampak berkata jujur.


Meski Albercio sudah tau kalau perkataan yang diucapkan oleh paman Arisha adalah sebuah kejujuran namun perbuatan dia yang mau membantu istri jahatnya adalah sebuah kriminal sehingga dia harus tetap memberikan pelajaran berharga padanya.


Albercio memerintahkan beberapa anak buahnya untuk memukuli dia hingga tak sadarkan diri dan memenjarakannya di penjara bawah tanah sampai dia berhasil menemukan istrinya.


"Hajar dia sampai pingsan dan kurung di penjara bawah tanah" ucap Albercio memerintah.


Dia pun pergi keluar meninggalkan paman Arisha yang terus berteriak meminta ampunan darinya namun Albercio sama sekali tidak menggubris teriakan itu sedikitpun.


Paman Arisha di kurung di ruangan bawah tanah milik keluarga Albercio yang berada di kota A dan tempat itu adalah tempat khusus yang dibangun olehnya sebagai tempat hukuman bagi semua orang yang berkhianat dan mencoba bermain main dengannya.


Karena dia tengah berada di Mension ya dia menyempatkan diri untuk melihat keadaan sang adik yang sangat dia cintai, Albercio datang mengunjungi keluarganya yang tinggal di Mension tersebut, saat sampai di sana adik Albercio, Kayla Prisma Ananta begitu antusias dan langsung berlari menghampiri sang kakak dan memeluknya dengan erat.


"Kak.. Alber akhirnya kakak menjengukku juga, sudah berapa tahun sejak kakak meninggalkan Mension, aku sangat merindukanmu kak" ucap Kayla dengan memeluk Albercio,


Kayla adalah gadis yang manis dia berusia sepuluh tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar, dia adalah satu satunya anggota keluarga yang begitu dekat dengan Albercio hatinya yang baik dan sikapnya yang lembut selalu bisa membuat Albercio merasa senang berada di sampingnya.


Kayla segera menarik lengan Albercio dan memaksanya agar masuk ke dalam ruangan utama di Mension dia mana kedua orangtuanya sudah menunggu cukup lama atas kedatangan dia di rumah tersebut, beberapa tahun lalu memang ada beberapa masalah yang menyebabkan Albercio pergi meninggalkan keluarganya sendiri bahkan kini dia sudah tidak memakai nama belakang keluarga Ananta, dan saat ini kali pertamanya dia kembali pulang, seandainya kedatangan dia tidak bocor di telinga Kayla mungkin dia tidak akan datang menemui kedua orangtuanya ke Mension tersebut.


Saat pertama kali masuk kembali ke dalam Mension nampak kedua orangtua Albercio sudah duduk di depan meja panjang dengan semua hidangan istimewa yang sudah tersaji dengan rapih.


"Albercio akhirnya kamu kembali, mari kita berkumpul lagi seperti dulu nak, ibu janji tidak akan memaksamu lagi untuk menikah dengan Anjelita lagi pula dia sekarang sudah menjadi aktris terkenal mungkin dia juga sudah mendapatkan pasangan" ucap ibu Mariana yang merupakan ibu kandung Albercio.

__ADS_1


__ADS_2