Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Pindah


__ADS_3

Aku hanya berdiam diri termenung dan bingung bagaimana untuk menjawab ucapan dari Albercio sebelumnya.


"Arisha...kenapa kau diam saja bukankah ini yang kau inginkan, terbebas dariku masalah tempat tinggal aku akan membiarkanmu tinggal di apartemen milikku yang tidak aku gunakan" ucap Albercio yang membuatku sedikit lebih tenang.


Ya setidaknya dengan begitu aku masih memiliki tempat tinggal untuk berteduh dan tidak luntang lantung di jalanan tanpa tujuan, aku juga masih perlu membalaskan dendam ku kepada paman dan bibiku dengan caraku sendiri.


"Benarkah, tapi tenang saja meski aku tinggal di apartemenmu aku akan menyapanya anggaplah seperti itu" balasku kepadanya sambil menatap senang,


"Tidak perlu lagi pula apartemen itu sudah lama tidak di gunakan dan sepertinya kau harus membersihkan dan merapihkannya dahulu sebelum menggunakannya, namun aku akan menyuruh bibi Mia untuk membantumu dan sekretaris ku juga akan memindahkan beberapa barang untukmu ke sana" balas Albercio yang ternyata dia sudah mempersiapkan semuanya.


Aku tidak menyangka jika Albercio benar benar sudah menyiapkan segala sesuatu untuk pindahanku, di saat aku merasa sedikit nyaman dengannya rupanya dia malah melepaskan aku begitu saja, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun lagi pula pernikahan kami ini hanyalah sebuah pernikahan kontrak yang terpaksa dia hanya menjadikanku tahanannya untuk mendapatkan kekuasaan dan hak milik dari perusahaan miliknya.


Aku pikir mungkin semua tujuannya sudah tercapai sehingga aku mungkin tidak dibutuhkan lagi sebab dia sudah mendapatkan segalanya dan aku hanya bisa tersenyum menyembunyikan sedikit hal menyakitkan di dalam hati secara diam diam.


"AA...ahh ..baiklah jika begitu tapi aku akan tetap membayar uang sewanya dan kau tidak bisa menolak itu" ucapku membuat keputusan.


Meskipun dia sudah berkata tidak perlu membayar sewa karena dia mengijinkan aku secara langsung untuk tinggal di sana, namun aku tetap saja tidak merasa enak walaupun statusnya adalah suamiku namun aku tahu dia belum tentu menyukaiku aku tidak bisa menerima apapun dari seorang laki laki yang tidak menyukaiku.


Apalagi dia hanya menjadikanku istri kontrak yang dimanfaatkan untuk status publiknya saja, aku pun akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi hidupku sendiri.


Meski awalnya Albercio terus menolak tapi karena aku terus mendesaknya dan berusaha keras untuk tetap membayar sewa atas apartemen tersebut, akhirnya dia pun memberikanku izin untuk hal itu dan dia memberikanku tas yang selama ini aku cari cari.


"Baiklah baiklah....terserah kau saja, ini tas yang kau cari cari sedari tadi kan?, Ambillah dan segera bersiap siap aku akan mengantarmu untuk melihat apartemen tersebut" ucap Albercio sambil memberikan tas milikku.

__ADS_1


Aku pun segera mengambilnya dan langsung memeriksa semua barang yang ada di dalamnya, aku melakukan itu bukan karena tidak mempercayai Albercio hanya saja aku takut beberapa barang di sana rusak karena aku sebelumnya melemparkan tas itu dengan cukup keras dan membentuk ke tanah.


Saat aku memeriksanya ternyata semua barang di dalamnya masih utuh dan uang milikku juga masih ada di dalamnya, aku merasa senang dengan begitu setidaknya aku bisa bertahan hidup dengan uang di celenganku itu sebelum aku mendapatkan pekerjaan.


"Aaahhh...semuanya masih aman, terimakasih Albercio kau memang yang terbaik hehe" ucapku sambil tersenyum senang,


Dia pun hanya menggelengkan kepala perlahan lalu pergi meninggalkanku, aku juga segera menaiki tangga pergi ke kamarku sebelumnya untuk bersiap siap, aku memasukkan semua pakaianku yang pernah di belikan oleh Albercio namun aku kembali ingat bahwa semua pakaian itu bukan milikku meski Albercio membelinya untukku tapi semua barang di sana di beli dengan uangnya sehingga aku berpikir aku tidak berhak membawa semua barang itu.


Aku datang ke rumahnya tanpa membawa apapun kecuali pakaian yang aku pakai di tubuhku saat itu, dan aku rasa kali ini aku juga tidak seharusnya mengambil semua barang barang yang dibelikan oleh Albercio kepadaku.


Aku pun mengeluarkan kembali semua pakaian itu dan hanya membawa tas yang aku bawa dari rumah lamaku sebelumnya.


Karena tidak ada lagi yang bisa aku bereskan dan aku juga sudah bersiap siap aku segera turun ke bawah menemui Albercio yang saat itu tengah berdiri di depan mobilnya, aku segera menghampiri dia sambil membawa tas buntelan ku.


Albercio nampak menatapku dari atas sampai bawah dan dia terus menaikkan sebelah alisnya seperti merasa heran ketika melihat penampilanku, melihat dia memperhatikan aku se detail itu tentu saja aku merasa sedikit risih dengan tatapannya dan tidak nyaman.


"Heh, apa yang kau lihat?" Bentakku bertanya dengan kesal kepadanya,


"Apa kau yakin akan pergi dengan penampilan seperti itu?" Balas Albercio dengan sinis kepadaku,


"Tentu saja memangnya apa yang salah dengan penampilanku, ini rapih dan nyaman untuk aku pakai apa lagi salahnya" balasku sambil memperhatikan penampilan diriku sendiri,


"Hmm terserah kau saja lah, cepat masuk" ucap Albercio sambil membukakan pintu untukku.

__ADS_1


Aku yang tadinya sudah berpikiran dia tidak seburuk yang terlihat dan sebelumnya dia terlihat lembut namun karena ucapannya dan cara dia memandangku lewat penampilan seperti itu, aku pun kembali menghempas semua pemikiran ku yang baik tentangnya.


"Hah?, Aku pikir dia sudah berubah nyatanya sama saja, dia tetap seperti Albercio yang sombong dan hanya membuatku emosi saja" gumamku dalam hati dengan kesal.


Selama perjalanan tidak ada sepatah katapun yang aku ucapkan begitu juga dengan Albercio aku sudah sangat bosan dan tidak nyaman sampai akhirnya kami tiba juga di depan sebuah apartemen yang cukup mewah tepat di pinggir jalan raya, nampak di sana juga terdapat banyak bangunan tinggi lainnya.


Aku sungguh terpukau dengan bangunan itu dan aku sudah berekspektasi sangat luar biasa mengenai apartemen yang akan aku tinggali.


"Wahhh...bagunannya sangat mewah dan bagus, pasti apartemen di dalam juga bagus bagus, aku sangat tidak sabar akhirnya aku bisa merasakan hidup bebas lagi hihi" gerutuku pelan dengan tersenyum gembira.


Albercio membawaku segera untuk masuk ke dalam dan saat aku masuk ke dalam gedung tersebut nampak jarak dari luar sampai ke dalam cukup jauh dan Albercio membawaku masuk ke dalam lift lalu dia menekan lantai tiga, aku hanya memperhatikannya saja sampai ketika kita tiba di lorong lantai tiga, Albercio terus membawaku berjalan hingga ke ujung tempat itu.


Dan dari sana perasaanku mulai sedikit berubah karena di lihat dari luar apartemen di sekitar sana seperti sudah lama tidak digunakan.


"Albercio...apa kau benar ini jalan menuju apartemen mu?" Tanyaku memastikan,


"Ikuti saja jangan banyak tanya" balas Albercio singkat dan jelas.


Aku pun tidak bisa bertanya lagi sampai dia berhenti di depan sebuah pintu apartemen yang tepat berada di paling pojok, dengan nomor pintu yang sudah hampir terhapus sehingga aku tidak bisa mengetahui berapa nomor pintu itu sebenarnya.


Albercio menatapku dan aku langsung bertanya kepada dia untuk memastikan apakah itu benar apartemen yang Albercio maksudkan atau tidak.


"Apa ini apartemen yang kau maksud untukku?" Tanyaku memastikan dengan kedua alis yang dinaikkan ke atas bersamaan,

__ADS_1


Albercio hanya mengangguk dan dia mulai membukakan pintu tersebut lalu mengajakku untuk masuk ke dalam.


__ADS_2