Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Ponselnya


__ADS_3

Malam itu Albercio sangat senang dia terus tertawa sampai ketiduran hingga paginya dia langsung berangkat ke kantor tanpa memberitahu siapapun akan kedatangannya, Albercio sengaja melakukan itu agar dia bisa memergoki kelakuan Arisha di saat tidak ada dia di rumah tersebut, hanya bibi Mia yang mengetahui tentang kepulangan Albercio dan sebelumnya Albercio sudah memperingati bibi Mia agar tidak memberitahu Arisha mengenai kedatangannya.


Di saat Albercio sibuk dengan banyak pekerjaan di kantor Arisha hanya duduk bersantai sepanjang hari sambil menonton serial film di tv, namun karena siaran film yang ada di tv sangat membosankan baginya, Arisha mulai kembali memiliki ide aneh di dalam kepalanya.


"Ahh... Bosan sekali hanya menonton serial tv seperti ini, eumm iya lebih baik aku pinjam ponsel mereka saja, pasti banyak film horor yang bisa aku lihat di ponsel" ucap Arisha sambil tersenyum.


Dia keluar dari rumah dan menghampiri para bodyguard, salah satu bodyguard itu datang menghampiri Arisha dengan wajah yang cemas karena dia takut Arisha akan menyuruhnya melakukan hal konyol seperti senam sebelumnya.


"Heyy.. kenapa kau menatapku seperti menatap hantu saja?" Ucap Arisha sedikit kesal saat melihat reaksi para bodyguard saat melihatnya,


Para bodyguard itu langsung menunduk dan menggelengkan kepala mereka bersamaan.


"Tidak nyonya kami memang biasa menatap seperti itu pada semua orang" jawab salah satu bodyguard itu menjawab.


Arisha hanya menaikkan sebelah alisnya tidak perduli lalu dia mendekati salah satu bodyguard yang tadi menjawab pertanyaannya, Ratu berjalan mengelilingi bodyguard tersebut dan dia meminjam ponsel bodyguard tersebut dengan paksa.


"Heyy.. apa kau punya ponsel android yang bagus?" Tanya Arisha penasaran,


"A..ada nyonya memangnya kenapa?" Jawab bodyguard itu dan balik bertanya,


"Mana?, aku mau meminjamnya, aku bosan hanya duduk menonton film di tv aku mau menonton film horor di ponsel saja" ucap Arisha sambil mengulurkan tangannya meminta ponsel kepada bodyguard tersebut.


Para bodyguard itu menatap satu sama lain dengan tatapan yang sulit diartikan oleh Arisha, lama Arisha mengulurkan tangannya dia pun merasa pegal karena para bodyguard itu malah terus saling tatap dan termenung sambil sesekali mengerutkan dahi mereka seperti tengah berkomunikasi dalam batin, Arisha kesal karena dia dianggurkan begitu saja, dia pun membentak mereka dengan keras dan memaksa mereka memberikan ponsel mereka semua.

__ADS_1


"Astaga... HEY... APA KALIAN TULI?, Mana sini berikan ponselnya!" Bentak Arisha dengan kesal,


Para bodyguard itu memberikan ponsel mereka dengan perlahan penuh keragu raguan.


Tanpa basa basi Arisha langsung merampas salah satu ponsel milik bodyguard itu dan dia kembali membentak menyuruh semua bodyguard agar memberikan ponsel mereka kepadanya juga, Arisha melakukan itu karena dia berpikir agar para bodyguard tidak saling menyalahkan dan agar bersikap adil.


"Kenapa kalian bengong, mana berikan ponsel kalian juga!" Bentak Arisha mengulurkan tangannya kembali.


Dengan wajah yang terpaksa para bodyguard itu mengeluarkan ponsel mereka, Arisha tidak tahan menahan tawa melihat ekspresi para bodyguard yang bertubuh kekar namun nampak sedih dan lemah dihadapannya hanya karena Arisha meminta ponsel mereka.


Karena tidak tega melihat wajah menyedihkan para bodyguard tersebut Arisha pun memutuskan untuk mengembalikan kembali ponsel mereka dan meminjam pada orang yang ikhlas memberikan ponselnya untuk dia gunakan.


"Ahaha.. wajah kalian lucu sekali, heyy jangan bersedih begitu ini aku kembalikan aku hanya butuh satu ponsel saja, dan siapa di antara kalian yang mau meminjamkan ponselnya padaku?" Ucap Arisha di iringi tawa dan kembali bertanya,


Namun saat Arisha meminta keikhlasan mereka, justru tidak ada satu pun diantara mereka yang bersedia meminjamkan ponselnya kepada Arisha, alhasil karena kasihan dan tidak mau memaksa lagi Arisha pun mengembalikan kembali ponsel mereka dengan kesal.


Dengan cepat semua bodyguard mengambil kembali ponsel mereka satu persatu dari tangan Arisha, wajah mereka langsung berubah cerah saat Arisha sudah memberikan kembali ponselnya, sedangkan Arisha yang kesal langsung masuk ke dalam rumah dan menggerutu habis habisan.


"Eughh... Dasar bodyguard tidak berguna, untuk apa aku punya mereka kalau tidak bisa diandalkan sama sekali" gerutu Arisha sambil duduk di sofa.


Bibi Mia yang melihat wajah Arisha begitu murung dia segera datang menghampiri dan bertanya dengan lembut.


"Nyonya kenapa anda begitu murung?" Tanya bibi Mia sambil berdiri di hadapan Elisa,

__ADS_1


"Duduk bi, temani aku menonton tv, aku bosan sedari kemarin hanya tidak melakukan apapun" jawab Arisha dengan jujur,


"Begitu yah, memangnya apa yang nyonya inginkan" tanya bibi Mia sambil duduk di samping Arisha,


"Tadi aku mau menonton film horor tapi aku kan tidak punya ponsel, akhirnya aku mencoba meminjam ponsel pada bodyguard di depan, tapi mereka tidak mau meminjamkannya" ujar Arisha menjelaskan semuanya pada bibi Mia,


Bibi Mia hanya tersenyum dan dia mengeluarkan ponsel miliknya lalu memberikan ponsel itu pada Arisha.


"Kalau begitu ini pakai saja ponsel bibi, tapi ya beginilah adanya" ucap bibi Mia sambil memberikan ponselnya,


Awalnya Arisha sangat senang sampai saat dia lihat ternyata ponsel bibi Mia hanya ponsel jadul yang sangat kecil dan bukan tipe android layar sentuh.


"Heuu...heuuu...huaaaa..bibi ponsel seperti ini mana bisa di pakai untuk nonton film..... Bibi mau membuatku semakin sedih yah" ucap Arisha semakin kesal,


"Eh..tidak tidak... Nyonya, bibi kan tidak tau kalau ponsel bibi tidak bisa untuk nonton" jawab bibi Mia,


"Sudahlah bi aku mau nonton tv saja" balas Arisha pasrah.


Bibi Mia juga pergi dari sana menyiapkan makanan untuk Arisha karena dia takut jika tetap duduk di samping Arisha justru akan membuat nyonya nya itu semakin merasa kesal.


"Anak muda jaman sekarang memang sulit dimengerti yah padahal ini kan juga ponsel" ucap bibi Mia kebingungan sambil membulaj balik ponsel miliknya.


Bibi Mia masuk ke dapur dan membuatkan puding buah untuk Arisha berharap agar Arisha tidak merasa kesal dan cemberut lagi.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Arisha sudah duduk, berselonjor, bahkan menaikkan kakinya ke atas sandaran kursi dan kepalanya di bawah, semua gaya sudah dia lakukan untuk menonton tv sampai membuat beberapa pelayan yang bertugas membersihkan rumah merasa heran melihat tingkah Arisha yang terbilang aneh.


Arisha tidak perduli dia sangat bosan dan tidak terbiasa berdiam diri di rumah seharian tanpa melakukan apapun seperti ini, biasanya ketika masih ada kedua orangtuanya Arisha selalu pergi belajar berolahraga ataupun pergi bersama ibunya, lalu ketika ada Serli dia selalu bermain dengan Serli seharian, dan Arisha sudah biasa bekerja di cafe mengisi waktu luang kini hanya berdiam diri di dalam rumah tentu saja itu membuat Arisha sangat bosan.


__ADS_2