Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Mengumumkan


__ADS_3

Hingga beberapa jam berlalu dan aku mulai terbangun dari tidurku aku merasakan badanku terasa sangat lelah dan sakit semua, saat aku mulai membuka mataku dengan lebar, betapa kagetnya aku saat sadar aku berada di dalam ruang pribadi milik Albercio di kantornya.


Aku pun mulai memeriksa tubuhku dan melihat semuanya benar-benar sudah terjadi, aku sangat malu dan langsung saja bersembunyi di balik selimut besar itu, aku menutupi seluruh tubuhku dengan selimut itu dan merasakan sakit yang cukup luar biasa di bagian bawah.


Hingga setelah beberapa saat aku memutuskan untuk pergi ke kamar mandi membersihkan diri dan segera mengenakan semua pakainku lagi, aku sungguh merasa malu karena sudah melakukan semuanya dengan Albercio dan dia juga pasti sudah melihat semua milikku, aku tidak bisa berkutik hingga tiba-tiba saja pintu ruangan itu seperti di dorong oleh seseorang dari luar dan aku langsung berpura-pura tertidur lagi di ranjang.


"CK.... Aku tahu dia sudah bangun" gumam tuan Albercio berdecak pelan.


Dia tersenyum kecil dan duduk di samping ranjang lalu mulai menarik selimut Arisha, dia sengaja menggoda Arisha dan memegangi wajahnya hingga membuat aku merasa takut dan segera membuka mataku ketika dia berbicara sembarangan.


"Dia sangat cantik apa aku harus melakukannya lagi karena dia belum bangun juga?" Ucap tuan Albercio sengaja menakut-nakuti Arisha.


Aku langsung membuka mataku dan langsung terduduk sambil menghempaskan tangannya yang menyentuh wajahku.


"Apa.... Jangan coba-coba untuk melakukannya lagi, atau aku akan menghajarmu kali ini!" Ucapku mengancamnya.


Karena dia tubuhku terasa sangat sakit semua dan saat aku berniat untuk berdiri bagian bawahku sungguh sakit dan kakiku juga terasa sangat lemas sehingga aku meringis kesakitan.


"A...a..aww.." ucapku meringis kesakitan.


Albercio dengan sigap menahan tubuhku dan dia langsung melepaskan jas miliknya lalu menggunakannya kepada pundakku, dia juga langsung menggendongku dan membawaku keluar dari kantornya.


Semua orang yang kami lewati menatap aku dengan tatapan yang aneh juga bisikan lain yang sangat menggangguku, aku sangat kesal karena mereka semua masih saja mengira aku adalah wanita tidak baik, padahal aku adalah istri sah Albercio.


"CK... Mereka sangat menyebalkan, apa wajahku ini seperti wanita tidak baik" gerutuku pelan dan sangat kesal.

__ADS_1


Entah apa yang terjadi pada Albercio tiba-tiba saja dia berbalik dan mengancam orang-orang yang saling berbisik membicarakan aku saat itu dan dia dengan lantang mengumumkan bahwa aku adalah istri sah nya.


"Hey... Dengarkan aku" ucap Albercio membuat aku kaget.


"Apa yang akan dia katakan kepada mereka semua, tidak mungkin dia akan mempermalukan aku kan?" Gumamku memikirkan dengan cemas,


Sampai tidak lama Albercio langsung saja berkata sangat kencang.


"Wanita ini yang ada dalam gendonganku, wanita yang sangat aku cintai dan dia adalah istriku! Mulai sekarang tidak boleh ada pria manapun yang aku izinkan untuk meliriknya di belakangku dan aku akan memecat siapa saja yang membicarakan dia dengan buruk di belakang, apa kalian mengerti!" Bentak Albercio dengan tatapan yang tajam kepada mereka semua.


Serentak para orang-orang yang tadi pernah membicarakan aku buruk mereka membungkuk patuh pada Albercio dan wajah mereka berubah menjadi pucat pasi, aku tahu meraka pasti merasa ketakutan sekarang.


Aku juga merasa senang sambil menggigit bibirku menahan senyum karena saking bahagianya ternyata Albercio sudah Bernai mengumumkan aku secara gamblang dan nyata kepada semua orang yang ada disana.


Sehingga aku tidak perlu cemas lagi saat jika nanti pergi ke kantor itu seorang diri, tidak akan ada yang berani berperilaku kasar kepadaku apalagi menghinaku lagi, Albercio juga langsung melanjutkan jalannya hingga menurunkan aku di dalam mobil dengan perlahan, aku langsung memalingkan pandangan darinya karena merasa sangat malu dengannya.


"Aish.... Mobil sialan, kenapa sulit sekali" gerutuku kesal,


"Biar aku bantu" ucap Albercio langsung membantuku dan wajahnya begitu dekat denganku.


Aku benar-benar gugup saat itu dan segera meminta dia untuk menyingkir dariku dengan cepat.


"Awas... Jangan dekat-dekat denganku" ucapku sedikit kesal.


Aku tidak ingin terlalu dekat dengannya karena aku takut mencintainya aku tidak mau memiliki perasaan padanya tapi aku sudah melakukan semuanya dengan dia, dan saat ini Albercio menatapku dengan kebingungan dan menaikkan kedua alisnya bersamaan.

__ADS_1


Tapi anehnya meski sedari tadi aku terlihat kesal dan emosi terus dia tidak marah sedikitpun padaku justru dia malah tersenyum kecil saja lalu mulai melajukan mobilnya dengan perlahan, aku sangat gugup dan bingung harus melakukan apa hingga aku pun mulai berbicara dengannya.


"E....eummm.... Albercio" ucapku padanya dengan gugup,


"Apa?" Tanya Albercio kepadaku,


"A...anu itu... Jangan ingat kejadian tadi itu sangat memalukan untukku dan anggap saja semuanya sebuah kesalahan" ucapku padanya.


Seketika wajah Albercio langsung berubah datar dan dia terlihat marah, aku tidak mengerti mengapa dia menjadi berubah dengan secepat ini bahkan cara dia mengemudi juga sangat cepat dan menyelip beberapa pengendara lain dengan secepat kilat membuat aku sangat takut hingga aku langsung berpegangan dengan sabuk pengaman ku.


"E..eh .. Albercio ada apa denganmu? Hey.... Pelankan jalannya atau aku tidak akan dekat-dekat denganmu lagi!" Ucapku cukup kencang.


Hingga akhirnya Albercio mau memelankan laju kendaraannya dan aku bisa sedikit merasa tenang sekarang.


"Ah... Hah... Hah... Albercio aku mau membawaku pada kematian yah? Aishh... Tadi itu sangat menakutkan" ucapku masih merasa sedikit syok.


"Apa kau sangat membenciku dan menyesal melakukan itu denganku?" Ucap Albercio tiba-tiba dan dia menghentikan mobilnya di samping jalan,


"Apa yang kau bicarakan, maksudku bukan seperti itu, aku sama sekali tidak menyesalinya hanya saja...aaahh... Sudahlah terserah kau saja" ucapku kesal.


Maksud awalku aku tidak ingin dia terus mengingat semua kejadian melakukan itu dan terus tersenyum sendiri seperti orang gila, karena itu sangat menggangguku dan membuat aku merasa sangat malu saat berada di hadapannya namun dia malah memahaminya dengan arti lain dan tiba-tiba saja berubah menjadi marah tidak jelas seperti barusan.


"Jadi kau menyukainya?" Ucap dia kembali bertanya menyelidik,


"Albercio bisakah kau berhenti membuatku semakin malu?" Balasku dengan merotasikan mataku.

__ADS_1


Dia mengangguk dan mulai melajukan lagi mobilnya, dia juga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, hingga sesampainya di rumah, aku langsung berniat untuk keluar dari mobil sendiri namun dia menahan tanganku dan menyuruh aku untuk diam. Kupikir dia akan melakukan apa ternyata dia berlari memutar dan membukakan pintu untukku lalu menggendongku lagi hingga masuk ke dalam rumah.


Dan menidurkan aku di ranjang, dia terlihat sangat sigap dan baik, tapi aku justru merasa tidak enak karena semua kebaikan yang dia berikan kepadaku.


__ADS_2