
Seharian itu Arisha hanya menghabiskan waktu dengan menonton tv di ruang tengah dan menikmati hidangan buatan bibi Mia, sampai saat perutnya kenyang Arisha mulai mengantuk sebab acara tv yang dia tonton sangat membosankan semakin membuatnya sangat mengantuk.
"Hoamm...ahh aku tidur saja" ucap Arisha sambil menutup mata.
Posisi tubuhnya yang tidur dengan kepala ada di bawah sedangkan kakinya yang menyilang di atas sandaran sofa, bibi Mia sampai menggelengkan kepalanya saat membersihkan meja dan sisa makanan di sana.
"Ya... Ampun nyonya ini, ada ada saja tidur sambil terbalik seperti itu memangnya tidak sakit yah" ucap bibi Mia tak habis pikir.
Waktu terus berlalu sampai akhirnya Albercio pulang lebih awal karena pekerjaannya sudah bisa di bereskan oleh sekretaris Han dan beberapa karyawannya yang lain, Albercio langsung bergegas pulang menuju kediamannya sampai saat dia masuk ke dalam rumah hal pertama yang dia lihat adalah Arisha dengan posisi tidur yang sangat membuat Albercio jengkel, saat itu Albercio masuk ke dalam rumah bersama sekretaris Ben yang mengikutinya di belakang karena masih ada beberapa berkas yang tertinggal di kamarnya, saat masuk melihat Arisha tidur terbalik di sofa dan pakaiannya yang terbuka sehingga menutupi wajahnya dan justru bagian lutut dan pahanya terbuka.
Albercio panik dan menepuk kepalanya agak keras dia langsung menahan sekretaris Ben yang hendak masuk ke dalam rumah.
"Aishh... Si kepala batu ini, membuatku malu saja" gerutu Albercio sambil memijat keningnya,
"Tuan kenapa anda berdiri di sana?, di mana berkas yang harus saya ambil" ucap sekretaris Ben sambil berjalan menghampiri Albercio,
"Stop!!, Berhenti di situ Ben, biar aku yang ambilkan berkasnya kau jangan coba coba melangkahkan kaki dari sana" ucap Albercio dengan tatapan panik.
Sekretaris Ben mantap heran dan penuh kebingungan dia sangat heran dan bertanya tanya karena tuan Albercio tiba tiba saja memberikan perintah seperti itu tanpa alasan yang jelas.
"Tapi tuan kenapa?" Tanya sekretaris Ben,
"Jangan banyak tanya sudah kau diam saja di situ, akan ku ambilkan berkasnya sekarang" balas Albercio.
Albercio benar benar merasa kesal dan panik dia melarang sekretaris Ben agar tidak masuk ke dalam rumah karena dia tidak mau sekretaris Ben sampai melihat kondisi Arisha yang sangat memalukan baginya.
__ADS_1
Alhasil terpaksa Albercio berjalan terburu buru menaiki tangga dan mengambil berkas yang dia maksud lalu dia segera memberikannya pada sekretaris Ben dan menggusur sekretaris Ben dengan paksa agar dia cepat keluar dari rumahnya dan pergi dari sana.
"Ben ini berkas yang harus kau periksa, sudah sana pergi, cepat.... aku mau istirahat, cepat keluar....eh..jangan lupa kau harus memeriksa semua berkas itu dengan teliti" ucap Albercio sambil mendorong tubuh sekretaris Ben menuju pintu keluar.
"Eh...tuan...tapi..." Ucap sekretaris Ben yang tidak selesai karena pintu sudah di tutup oleh Albercio.
"Kenapa tuan Albercio aneh sekali?" Ucap sekretaris Ben sambil berjalan penuh keheranan.
Saat sudah berhasil mengusir sekretaris Ben tuan Albercio kembali masuk ke dalam rumah dan dia menghampiri Arisha yang masih tertidur dengan lelap juga pada posisi yang sama, Albercio berkacak pinggang dan beberapa kali dia memijat keningnya dengan perasaan kesal melihat cara tidur Arisha yang sangat jauh berbeda dari wanita remaja kebanyakan.
"Aishh...dasar si kepala batu, aku jadi ragu kalau dia benar benar seorang gadis remaja, mana ada seorang gadis yang kelakuannya seperti ini" gerutu Albercio sambil menatap Arisha,
Albercio pun membenarkan posisi tidur Arisha dan dia berusaha perlahan mengangkat tubuh Arisha dengan hati hati dan berusaha agar tidak membangunkan Arisha, namun rupanya upaya Albercio gagal karena saat baru saja dia hendak mengangkat tubuh Arisha, justru Arisha mulai terbangun dan mengerjap ngerjapkan matanya.
"Eummhhh...arkhhh...." Teriak Arisha yang kaget karena melihat Albercio sangat dekat dengan wajahnya,
"Aduhhh...heh kepala batu sialan, kenapa kau menendang ku aduhh sakit sekali" ucap Albercio menggerutu sambil memegangi perutnya,
"Habisnya kenapa kau memegang tubuhku dan kenapa sangat dekat dengan wajahku, atau jangan jangan....kau..." Ucap Arisha disertai tatapan menyelidik,
"APA?, jangan berani beraninya berpikiran aneh padaku, aku bahkan tidak tertarik dengan gadis kepala batu dan memalukan sepertimu!" pungkas Albercio membuat Arisha sedikit tenang,
"Ya baguslah kalau begitu, jadi aku aman dari manusia menjengkelkan sepertimu" balas Arisha mengejek Albercio,
"Apa kau bilang aku menjengkelkan?, Yang ada kau lah yang membuat ku repot dan memalukan apa kau tidak sadar bagaimana posisi tidurmu tadi hah!" Bentak Albercio yang tidak terima dengan ejekan Arisha,
__ADS_1
"Memangnya kenapa, aku tidur dengan cantik kok" jawab Arisha dengan penuh percaya diri,
"Ahaha.. cantik?, Yang ada kau lebih mirip kukang dibanding manusia" ujar Albercio sambil tertawa puas,
"Kau!, Berani beraninya mengataiku seperti Kukang dasar macan kumbang!, Bentak Arisha sambil ikut berkacak pinggang dan menatap lurus ke arah Albercio,
"Itik buruk rupa!" Balas Albercio,
"Siluman kodok!" Bentak Arisha semakin menjadi jadi.
Mereka berdua terus saja saling mengejek satu sama lain tidak ada habisnya hingga beberapa saat setelah diam mereka mengejek dengan ejekan yang sama dan mengucapkannya serempak.
"Keras kepala, dasar kau kepala batu!" Bentak mereka berdua secara bersamaan dan bahkan memalingkan wajah satu sama lain dengan gerakkan yang sama persis.
Albercio pergi naik ke kamarnya sedangkan Arisha juga ikut naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu cukup keras.
"Heyy...awas saja kau kalau sampai pintu rumahku rusak!" Ancam Albercio berteriak sangat kencang,
Arisha tidak perduli dengan bentakan dan omelan dari Albercio dia sangat kesal dan rasanya ingin memukul dan menjambak rambut Albercio sampai puas tapi dia hanya bisa menggerutu seorang diri di dalam kamar dengan perasaan yang dipenuhi emosi.
"Euhhhh...dasar pria kepala batu, siluman kodok sialan, bisa bisanya dia mengatai caraku tidur, lagi pula siapa yang tau jika dia juga bisa saja tidur dalam keadaan yang lebih buruk dariku" gerutu Arisha tak ada habisnya,
Bukan hanya Arisha yang menggerutu kesal namun Albercio juga terus menggerutu sambil mandi membersihkan tubuhnya bahkan Albercio sampai tak sengaja mematahkan sikat gigi yang selesai dia gunakan saking emosinya dengan ejekan dari Arisha yang mengatainya manusia kodok dan macam kumbang.
"Seumur hidup baru kali ini ada orang yang berani mengejek wajah sempurnaku dasar cewek sialan keras kepala dan pendek" gerutu Albercio sambil bercermin di kamar mandinya.
__ADS_1
Saking kuatnya Albercio menggenggam sikat gigi ditangannya sampai-sampai sikat gigitu patah terbelah dua.