Rencana Balas Dendam

Rencana Balas Dendam
Serli dan Anton


__ADS_3

Ku nyalakan sepeda motorku dan kembali ke rumah dengan perasaan yang masih kesal dan tak karuan, sesampainya di rumah aku langsung beristirahat untuk menenangkan otak dan pikiranku.


Aku tertidur terlalu lelap sampai tak sadar kalau harus kembali menjemput Serli di butik tempatnya bekerja, saat aku bangun dari tidur jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore.


"Ya ampun bagaimana aku bisa ketiduran begini sih, Serli pasti sudah pulang jam segini" ucapku kebingungan.


Aku pun segera bergegas karena sudah lewat satu jam dari jam kepulangannya Serli, saking terburu buru, aku bahkan tak sempat mengganti pakaian dan langsung pergi melajukan sepeda motorku secepat yang aku bisa, sesampainya di depan butik ternyata benar sesuai dugaanku butik sudah tutup dan nampak sangat sepi, aku melihat ke sekeliling dan mencari keberadaan Serli namun tetap tidak menemukannya.


Sampai dering ponselku membuat aku segera memeriksa, ternyata itu pesan dari Serli dan dia memintaku agar tidak menjemputnya, aku pikir dia pasti pergi bersama kak Anton, aku sedikit lega dan memutuskan untuk membeli makanan sebelum pulang.


Di sisi lain Serli yang pergi bersama kak Anton mereka tengah makan di sebuah restoran ternama yang tak jauh dari kediaman Arisha, Serli sengaja memilih restoran itu agar dia bisa pulang dengan cepat, Serli makan seperti biasa bersama Anton, sampai ketika Anton yang tiba tiba saja melamar dia dan memberikan sebuah kejutan tak terduga, Serli langsung menerima lamaran Anton di depan banyak pengunjung restoran lainnya, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya namun setelah dia menerima lamaran itu Anton baru memberitahunya mengenai cafe miliknya yang sudah bangkrut dan menjadi milik CEO kejam di negara ini, Serli turut prihatin dan dia menyemangati Anton agar bisa bekerja keras serta membangun usaha lagi dengan percaya diri.


"Sudahlah, aku yakin kamu pasti bisa membangun usaha lain yang jauh lebih baik dari sebelumnya" ucap Serli memberikan semangat.


"Tidak Serli, aku tidak bisa membangun usaha apapun lagi, aku sudah janji dengan kedua orangtuaku dan aku tidak bisa melanggarnya" ucap Anton yang menyerah pada bisnisnya sendiri.


Sehebat apapun Serli memberikan dukungan pada Anton sayangnya Anton sudah menyerah dengan dirinya sendiri kedua orangtuanya yang tinggal di negara A menyuruh Anton untuk kembali ke sana dan mengurusi perusahaan milik keluarganya, sejak dulu Anton selalu menolak keinginan kedua orangtuanya sebab dia masih ingin berada dekat dengan Serli, dan berusaha membangun bisnisnya sendiri tanpa campur tangan dari kedua orangtuanya, karena adanya cafe itu dia memiliki alasan lain pada orangtuanya untuk menetap di negara ini, sekarang cafe itu sudah bukan miliknya sehingga terpaksa dia harus kembali ke negara A, sesuai dengan perjanjian yang disepakati antara dia dan ayahnya, tepat dimana kedua orangtuanya tinggal.


Serli mulai berusaha menenangkan Anton dan terus memberikan support terbaik bagi kekasihnya itu.

__ADS_1


"Anton jika tidak ada cara lain lagi, aku tidak masalah jika kita berjauhan" ucap Serli sambil memegang kedua lengan Anton,


"kau tidak, tapi aku keberatan bagaimana kalau kau ikut bersamaku saja, aku juga akan memperkenalkanmu pada keluargaku, mereka pasti akan sangat senang" ucap Anton yang membuat Serli seketika menunduk.


"maafkan aku Anton tapi bagaimana aku bisa meninggalkan Arisha di sini seorang diri, bagaimana jika dia mendapatkan perlakuan buruk lagi dari paman dan bibinya" ucap Serli memberikan penjelasan,


"dia juga bisa ikut bersama kita, tolong jangan menolak ajakanku aku sungguh ingin menjadikanmu istriku secepatnya Serli" ucap Anton dengan sorot mata tajam dan meyakinkan,


"beri aku waktu untuk membicarakannya pada Arisha" jawab Serli meminta waktu.


Anton mengangguk dan mereka kembali melanjutkan makannya.


Serli pulang seorang diri tanpa diantar oleh Anton karena dia tidak mau merepotkan kekasihnya, dia pulang dengan berjalan kaki dan sepanjang perjalanan terus saja memikirkan mengenai ajakan Anton padanya, di sisi lain Serli senang dengan begitu mereka juga bisa terlepas sepenuhnya dari paman dan bibi yang begitu jahat dan selalu saja membuat mereka kesulitan, tapi di sisi lain Serli tau Arisha pasti akan menolaknya dia tidak bisa meninggalkan rumah peninggalan kedua orangtuanya.


"Eh akhirnya kamu pulang, ayo kemari kita makan bersama walau aku tau kamu pasti sudah makan bersama kekasihmu itu kan hehe" ucapku menggoda Serli yang semakin dekat saja dengan kak Anton.


Aku senang melihat Serli yang ceria dan nampak bahagia semenjak bertemu dengan kak Anton dan hubungan mereka juga begitu baik, setidaknya Serli mendapatkan kebahagiaan setelah kepahitan yang telah dia lalui selama ini.


Serli hanya tersenyum dan duduk melihat Arisha yang makan dengan lahap, Serli terus saja memperhatikan wajah Arisha dengan serius sehingga membuat Arisha merasa aneh dengan tingkahnya yang tidak biasa.

__ADS_1


"Serli apa ada yang salah di wajahku, kenapa kau menatapku terus seperti itu?" tanyaku heran,


"tidak Arisha kamu cantik" jawab Serli berhasil membuatku tersipu malu,


"sudahlah kau ini selalu bisa membuatku melayang hehe" balasku sambil tersenyum senang,


"Arisha sebenarnya ada yang mau aku bicarakan padamu" ucap Serli yang mendadak serius,


"bicara saja" jawabku sambil melanjutkan makan,


"Bagaimana kalau kau ikut denganku bersama Anton ke negara A?" ucap Serli dengan melemparkan senyum padaku,


Aku terdiam sejenak dan ku tatap wajah Serli yang berseri seri, nampak kebahagiaan diawajahnya sangat terpampang jelas, aku kerutkan kedua alisku merasa aneh dengan perkataan yang Serli ajukan padaku.


"Maksudmu apa?, mengajakku pergi bersama sepasang ke kasih ke negara A, kamu mau liburan bersama Anton yah?" tanyaku menduga duga,


"tidak Arisha, Anton tadi melamarku dan dia mau aku ikut dengannya, tapi aku tidak mau kalau harus pergi meninggalkanmu, jadi aku mau mengajakmu bersamaku, kita bisa tinggal di sana dan memulai hidup baru, kita juga tidak perlu berurusan lagi dengan paman dan bibi" ucap Serli menjelaskan maksudnya.


Aku langsung menghentikan makanku dan diam sejenak menyerap ucapan Serli.

__ADS_1


"Ser, kamu tau kan apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini, jadi kamu tau sendiri apa jawabanku, aku tidak keberatan kalau kau mau pergi ke sana, kejarlah kebahagianmu sendiri Serli, jangan tertahan karena aku, aku juga pasti akan mendapatkan kebahagiaanku sendiri" ucapku memberikan jawaban dan pengertian pada Serli,


Serli tertunduk sedih, aku tau mungkin jawabanku menyakitkan untuknya tapi meninggalkan rumah ini akan membuatku semakin sedih dan sangat kehilangan atas semua hal tentang keluargaku, setidaknya di sini aku masih bisa mengingat dan menyimpan banyak kenangan tentang mereka.


__ADS_2