Retisalya

Retisalya
S2 : Axel Lagi


__ADS_3

Kenji sudah merasa lebih lega sekarang karena dia telah mengetahui segalanya dari Ciya. gadis itu mengatakan semuanya tanpa ada yang tersisa sampai siapa saja orang yang sekarang mengetahui keberadaa Ciya.


“Sekarang gue lega karena udah tau semuanya. Kenapa gak bilang dari awal aja?” tanya Kenji.


“Enggak Kak. Soalnya terlalu banyak luka yang sumbernya dari orang-orang di masa lalu Ciya,” jawabnya dengan tatapan penuh makna.


“Termasuk dari gue?” Kenji tiba-tiba bertanya seperti itu yang membuat Ciya tentu saja meggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Enggak, bukan Kakak maksud ciya.”


Kenji tersenyum simpul melihat Ciya yang panik seperti itu. “Lo gak berubah,” ujarnya sambil mencubit pelan pipi Ciya.


“Emang Ciya mau berubah jadi apa lagi?” kekehnya sambil bercanda yang membuat Kenji ikut terkekeh. Entah jasa apa yang telah dia lakukan di kehidupan sebelumnya sampai dia mendapatkan hadiah yang membuatnya sangat bahagia seperti ini.


“Oh iya, Kakak mau ke mana?” tanya Ciya. “Kenapa Kakak bisa ada di rumah Bunda tadi?” sambungnya. Saking asyiknya meceritakan kejadian lima tahun lalu, Ciya sampai lupa jika tadi Kenji datang secara tiba-tiba.


“Gue ngikutin lo dari toko buku,” jawabnya. Ciya mengangguk paham.


“Emang Kakak suka beli buku ya? Ciya rasa Kakak gak suka baca buku,” kekehnya. Mengingat bagaimana penampilan Kenji dulu membuat gadis itu mengingat sesuatu.


“Loh, anting Kakak kok dilepas?” tanyanya. Pantas saja terasa ada yang kurang ketika melihat Kenji dari tadi.


Kenji tersenyum. “Lo ini masih ingat aja,” ucapnya. “Udah gue lepas, soalnya sekarang udah kerja.” Ciya mengangguk. Bukan dia tak peduli pada Kenji, hanya saja dia terlalu sungkan untuk menanyakan apa pekerjaan pria itu.


“Tadi kenapa Kakak ada di toko buku?” tanya Ciya karena dia masih sangat penasaran.


“Beli buku buat seseorang,” jawab Kenji. Ciya memikirkan kira-kira siapa orang yang aka diberikan buku oleh Kenji.


“Terus sekarang bukunya mana?” Ciya sama sekali tak melihat buku di tangan Kenji.


“Gak ada. Ternyata di sana gue nemu sesuatu yang lebih menarik daripada buku,” jawabnya sambil memandang Ciya dengan dalam.


“Ngomong-ngomong, berarti yang waktu itu gue lihat sama Beyza?” Kenji sengaja menggantung ucapannya menunggu Ciya menjawabnya terlebih dahulu.

__ADS_1


Ciya mengangguk mengakui jika yang waktu itu dengan Beyza adalah dirinya. “Terus lo pergi ke mana waktu itu? Gue cek mobil Beyza, tapi di sana kosong.” Saat itu dia memang tak melihat apapun di dalam sana.


“Aku dijemput sama saudara aku, sementara Beyza sengaja alihin perhatian Kakak,” jawab Ciya.


“Sekali lagi Ciya minta maaf ya,” cicitnya. Merasa berdosa sekali dia telah membohongi orang yang selama ini selalu mendukung dan menyayanginya.


“Udah lah, lagian mau sesalah apapun lo, gue tetap gak bisa marah sama lo,” jawabnya. Yang satu itu memang benar, sudah terbukti bagaimana tadi dia bisa begitu mudahnya luluh pada Ciya.


“Ishh ada-ada aja. Mending sekarang Kakak pulang, soalnya Ciya mau istirahat,” pintanya. Dia memang akan berbaring setelah ini.


“Lo gak mau temenin gue ke suatu tempat?” tanya Kenji.


Ciya mengernyitkan dahinya. Ke mana kiranya Kenji akan pergi setelah ini? “Emang Kakak mau pergi ke mana sampai harus ditemenin?” tanya Ciya.


“Rumah sakit,” jawabnya.


“Loh, Kakak sakit? Sakit apa? Udah berapa lama?” Kenji dihujam beberapa pertanyaan sekaligus dari Ciya. yang membuatnya terkekeh. Sepertinya Ciya juga masih sangat peduli padanya.


“Gue cuma kontrol kesehatan. Belakangan ini di kantor sibuk, jadi harus kontrol rutin,” jawabnya. Ciya sekarang mengangguk mengerti.


“Kakak biasanya kontrok ke rumah sakit mana?” 


“Rumah sakit Kwangya,” jawabnya yang membuat Ciya membelalakan matanya.


“Itu rumah sakit Daddy-nya Ciya,” ujarnya dengan girang.


“Ya udah, sekalian kenalin gue sama Daddy lo. Yuk ikut,” ajaknya. Ciya berpikir, apakah dia akan baik-baik saja jika dia ikut dengan Kenji?


“Tenang aja, selama gue ada di samping lo, gue akan selalu jaga lo. Lo udah kaya adek gue sendiri.” Setelah dulu Kenji mengatakan jika pria itu menyukai Ciya, akhrinya sekarang dia hanya menganggap Ciya sebagai adiknya.


Tapi dengan hal itu Ciya bisa tenang karena ini yang sedari dulu dia inginkan. “Akhirnya Ciya punya Kakak,” ucapnya senang.


Kenji tersenyum mendengar hal itu. “Jadi, mau ikut gak?” Kenji kembali mengajukan pertanyaannya. Jika Ciya tak ikut, mungkin dia akan pergi sendiri.

__ADS_1


“Boleh, sekalian juga Ciya ketemu Daddy soalnya udah lama gak ketemu dia,” ucap Ciya.


“Yuk!” Ciya dan Kenji bangun dari duduknya dan berjalan menuju teras depan di mana Bunda Jihan menunggu mereka yang tengah berbicara.


Begitu melihat Kenji da Ciya, Bunda Jihan segera berdiri dari duduknya. “Ken, maafin Bunda ya udah bohong sama kamu,” lirihnya. Dia memang tak bermaksud tapi harus bagaimana lagi karena saat itu putrinya mengatakan belum siap jika harus bertemu dengan Kenji.


“Gak apa-apa Bunda. Ken juga udah ngomong kok sama Ciya. Ken bersyukur karena Ciya masih ada di sini,” ucapnya yang diangguki oleh Bunda jihan.


“Kalian sekarang mau ke mana lagi?” tanyanya.


“Ciya mau temenin Kak Kenji ke rumah sakit Bun,” jawab Ciya.


“Kamu sakit?” tanya Bunda Jihan terlihat khawatir ketika Ciya mengatakan akan mengantar Kenji ke rumah sakit.


“Enggak Bun. Ken baik-baik aja kok. Ken Cuma mau kontrol kesehatan aja,” jawabnya. Bunda Jihan akhirnya bernafas dengan lega karena Kenji ternyata tidak kenapa-kenapa.


“Syukurlah kalau gak kenapa-kenapa. Hati-hati di jalannya.” Mereka mengangguk dan pergi dari sana dengan mobil milik Kenji.


“Kak,” panggil Ciya tiba-tiba yang membuat Kenji yang sedang menyetir sesekali menolehkan pandangannya pada gadis itu.


“Kenapa?” tanyanya takut Ciya merasa tak nyaman.


“Kak Axel...” Akhirnya setelah sekian lama, dia berani mengucapkan nama itu.


Kenji terkekeh dia mengingat masa lalu di mana yang Ciya sebut selalu nama Axel dan dia sangat iri dengan itu.


“Dia baik-baik aja kalau dilihat dari luar, tapi mungkin dia gak baik-baik aja sebenarnya,” jawab Kenji.


Dia memang tak begitu sering melihat pria itu. Tapi pernah suatu hari dia memergoki Axel yang sedang berbicara dengan foto Ciya.


Saat itu Kenji akan melakukan pemeriksaan dan dokter yang menanganinya mengatakan jika Axel yang akan mengambil alih.


Dari sana Kenji sebagai sesama pria bisa tahu jika Axel tak baik-baik saja. Selain itu, beberapa kali juga Kenji bertemu dengan Dylan yang tak lain teman Axel. Pria itu mengatakan semua yang terjadi pada Axel.

__ADS_1


__ADS_2