Retisalya

Retisalya
S2 : Happy Ending


__ADS_3

Hari-hari sulit untuk Axel telah berlalu. Sekarang semua masalah yang dia hadapi perlahan mulai baik-baik saja. 


Semua ini berkat bantuan Ciya, selain untuk menenangkan hatinya peran gadis itu sangat berpengaruh untuk membicarakan hal ini dengan Daddy-nya.


"Dad, udahlah. Lagian Ciya juga udah baikan sama kak Axel kok. Ciya gak apa-apa sama dia. Udah ya, Dad," pintanya.


Kasus itu memang belum sepenuhnya usai, hanya saja agak mereda di perbincangan dokter lain dan juga perawat.


"Kamu yakin?" tanya Bagas kembali meyakinkan Ciya tentang hal itu. Pasalnya dia sangat tahu bagaimana Axel dulu menyakitinya.


"Ciya rasa udah cukup, Dad. Selama lima tahun ini sudah lebih dari cukup buat hukum dia. Sekarang Ciya tahu kalau selama ini kak Axel kesulitan," lirihnya.


Setelah pertemuannya dengan Axel saat itu, Ciya menjadi tahu bagaimana penderitaan yang dirasakan Axel setiap hari. Bahkan dia juga tahu tentang mimpi buruk yang selalu membayangi pria itu.


"Kalau itu yang kamu mau, Daddy bisa apa. Asal kamu bahagia, Daddy bakal lakuin apapun." 


Ciya tersenyum lalu berhambur dalam pelukan Bagas. "Makasih, Dad. Ciya sayang Daddy." 


Bagas mengangguk. "Daddy juga sayang kamu. Janji sama Daddy kalau setelah ini kamu gak akan sakit lagi."

__ADS_1


Bagas mengurai pelukannya ketika bertanya pada Ciya.


"Janji." 


**** 


Sesuai dengan permintaan sang putri, Bagas tengah menyelesaikan permasalahan yang dia buat sendiri. 


Sekarang dia sedang membuat pernyataan tentang kebenaran dari dana rumah sakit itu. Dia mengatakan jika dana itu utuh dan sama sekali tak ada yang salah dengan administrasinya.


Semua sudah selesai dan akhirnya nama baik Axel telah kembali. Pria itu yang sedang melihat pernyataan dari sang pemilik rumah sakit, menarik seseorang yang ada di sampingnya ke dalam rangkulannya.


Ciya, gadis yang ada di sebelah Axel itu mengangguk dengan senyum simpul di wajahnya. 


Setelah berbagai macam godaan dan rintangan dalam kisah cinta mereka, akhirnya sekarang mereka dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik.


****


Kenji hanya bisa tersenyum melihat gadis yang sudah dia anggap sebagai adik kecilnya kini telah bersanding dengan orang yang sedari dulu gadis itu kejar.

__ADS_1


"Tuh lihat adik kamu aja udah ada yang gandeng, kamu kapan?" tanya Bunda Jihan sengaja menggoda Kenji.


"Nanti, Bun. Bunda lihat aja berapa banyak gadis yang nanti bakal deketin Kenji setelah Kenji jadi bos di perusahaan Ayah. Bentar lagi Kenji bakal ambil alih perusahaan itu," ujarnya.


Bunda Jihan terkekeh mendengarnya. Mereka tengah berdiri di teras rumah Bunda Jihan memperhatikan Ciya dan Axel yang saling bergandengan. Kayanya mereka hendak berkencan.


"Kamu beneran mau balik lagi ke luar negeri?" tanya Axel ketika mereka telah berada di dalam mobil.


"Iya Kak."


"Terus aku gimana?" Ciya yang mendengar hal itu mengernyitkan keningnya.


"Gimana apa? Ya Kakak kerja lah di sini kaya biasa," jawab Ciya.


"Bakal lama gak ketemu dong."


"Aku beresin sekolah aku di sana dulu Kak. Kalau udah beres, aku pasti pulang dan nyari kerja di sini," jawabnya.


"Kamu gak usah kerja. Selepas sekolah, aku bakal lamar kamu." Ciya tentu saja tersipu. Sementara Axel tersenyum senang karena akhirnya dia bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang sudah lama dia tunggu.

__ADS_1


__ADS_2