RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-17


__ADS_3

"Dasar ular!" Maki Mahira.


"Cari perhatian kok gini banget!" Lanjut Enzy.


"Murahan!" Lanjut Delisha.


"Udah kita tunggu pangeran setannya dateng. Mungkin sebentar lagi." Ucap Ririn santai.


"Pangeran setan?" Beo Mahira, Delisha dan Enzy menatap Ririn bingung.


"Iya liat aja pasti bakalan seru."


"Ririn! Lo apa-apan ha!" Bentak Dion membuat Mahira, Delisha dan Enzy terperanjat kaget apa lagi melihat Ririn yang di dorong, untuk mereka bertiga siap siaga.


"Apa emang?" Tanya Ririn menatap Dion datar.


"Pake nanya lagi! Lo kenapa sih bully Monika mulu?" Tanya Dino jengah. "Iya heran deh gue nggak ada bosennya apa?" Timpal Melvin.


"Lo jahat banget sih jadi cewek." Ketus Melvin.


"Gue nggak bully cewek bit*h itu" ucap Ririn santai.


Plakk


"Jaga ucapan lo itu Rin!" Dion menampar Ririn hingga kepala gadis itu tertoleh membuat seua orang yang melihat itu terkejut.


"Heh setan kenapa lo tampan sahabat gue hah." Geram Enzy.


"Udah kalian diem aja!" Ucap Ririn kepada ketiga temannya.


"Dion, lo gila!" Sentak Kenzo yang baru datang bersama temannya yang lain, termasuk Cavero yang sudah menatap Dion datar.


"Jangan pernah main tangan sama cewek, pengecut lo!" Sarkas Malik.


"Dia pantes dapet itu!" Ujar Dino.


"Tapi dia cewek men, nggak gitu caranya." Ujar Haiden.


"Kenapa?" Ririn melihat ke arah Dion dengan dingin. "Nggak terima gue bilang gitu ke cewek lo?" Ririn tersenyum sinis.


"Lo nggak papa, Rin?" Tanya Mahira yang melihat darah keluar dari sudut bibir Ririn.


"Gue nggak papa kok, santai." Balas Ririn meyakinkan.


"Wah tamparan lo lumayan juga. Sialan bibir sexy gue pecah kaya gini." Ucap Ririn membuat mereka cengo.


"Eh anjirr ini lagi genting, jangan bercanda dulu lo." Ucap Haiden. Cavero yang mendengar ucapan Ririn tadi tersenyum tipis.


"Bangsat! Baru kali ini gue liat cowok kaya gini."


Dion berdecih. "Lo liat noh. Dia itu iblis, mana ada cewek modelan kaya dia, punya hati aja nggak." Sarkas Dion membuat Ririn hilang kendali.


Bugh

__ADS_1


"Sialan lo pikir lo siapa hah bisa ngomong seenaknya sama gue, njing!" Bentak Ririn setelah memberikan pukulan pada wajah Dion membuat mereka semua terkejut. Ririn mengabaikan rasa sakit pada kakinya.


Bugh


Bugh


"Itu buat lo yang udah berani nampar gue." Ririn menghajar perut lalu dagu Dion membuat pria itu meringis.


Bugh


Bugh


"Dan ini buat mulut lo yang kurang ajar!" Ririn menatap tajam Dion yang sudah terkapar meringis akibat pukulan Ririn.


Itu beneran Ririn, kan?


Savage banget, gue jadi makin suka


Itu baru cewek gue


Berani banget pukul kak Dion


Dan masih banyak banget jeritan-jeritan semua orang yang melihat itu.


"Udah, dia bisa mati." Ucap Cavero menahan Ririn yang akan memukul Dion lagi.


"Kalian berdua bawa dia." Ucap Cavero kepada Dino dan Melvin yang masih terkejut dengan kejadian tadi untuk segera bawa Dion jauh.


"Dan buat lo.. pergi!" Ucap Cavero kepada Monika yang dingin. Monika yang mendengar itu bergetar takut dan segera pergi dari hadapan mereka.


"Eh anjing, lo bisa bunuh dia!" Sentak Malik.


"Iyaa bagus dong" balas Ririn santai.


"Udah mending kita ke UKS, obatin luka lo!" Perintah Cavero membuat mereka yang ada disana cengo mendengar ucapan Cavero barusan. Sedangkan David tersenyum mengejek pada temannya yang satu itu.


Belum hilang rasa terkejut mereka, kini mereka di kejutkan lagi dengan Cavero yang menggendong Ririn ala bride style. Ada apa dengan hari ini. Batin mereka semua.


"Itu beneran Cavero, kan?" Beo Haiden.


Mereka semua yang ada disana saling tatap melihat perubahan sikap temannya yang satu itu.


"Sudah buruan!" Ucap David meninggalkan mereka.


*****


"Ish sakit, bego!" Pekik Ririn.


"Pelan-pelan anjing!" Ririn menatap Cavero tajam.


"Hm"


"Ham hem ham hem sariawan lo." Sentak Ririn.

__ADS_1


"Obatin sendiri!" Setelah mengatakan itu, Cavero pergi keluar UKS yang ternyata disana ada teman-temannya. Sedangkan, Delisha, Mahira dan Enzy yang melihat Cavero keluar segera masuk.


"Wihh ada kemajuan nih, braderr." Ucap Kenzo menaik turunkan alisnya.


"Gendongannya itu loh, bro. Mantaps!" Lanjut Malik terkekeh.


"Kayanya sebentar lagi temen kita ini udah nggak jomblo lagi." Lanjut Haiden terkekeh.


Cavero yang mendengar ejekan temannya hanya menatap mereka jengah.


"Cabut!" Perintah Cavero.


"Nggak tunggu bu bos dulu, nih?" Tanya Haiden sembari terkekeh tapi tetap mengikuti langkah teman-temannya.


"Gengsi bro!" Balas Malik tertawa. Kenzo dan Haiden yang mendengar itu pun ikut tertawa. Sedangkan David? You know lah.


Disisi lain


"Rin, maaf ya tadi kita ngabain lo." Ucap Delisha. "Ho'oh, maaf ya" lanjut Mahira, sedangkan Enzy mengangguk membenarkan ucapan kedua temannya tadi. Dalam artian ikut meminta maaf.


"Sans aja kali." Balas Ririn. "Udah gue maafin."


"Yok kita ke kantin, masih ada sisa waktu cukuplah buat makan doang." Ajak Mahira. "Ayok buruan, laper nih gue."


"Sabar dong, njim!" balas Ririn mengikuti langkah mereka.


"Eh bentar!" Ucap Ririn menghentikan langkah mereka.


"Apa lagi sih, Rin. Kita nggak punya banyak waktu nih." Kesal Delisha. "Kok kaki gue nggak sakit lagi, ya?" Tanya Ririn.


"Ya bagus dong, udah ayo buru." Enzy bodo amat dengan pertanyaan Ririn dan langsung meninggalkan mereka. Begitu juga dengan Mahira dan Delisha.


"EH TUNGGU DONG, NJIM!" teriak Ririn dan berlari mengejar mereka.


*****


Kini mereka sudah berada di area kantin yang sangat ramai di penuhi oleh para siswa-siswi. Bahkan, sekarang sudah tidak ada meja kosisng yang tersisa. Mata mereka berempat terus berkeliling mencari meja yang dapat mereka tempati. Dan akhirnya, Enzy mendapati meja yang mudah untuk mereka yang menurutnya mudah di rebut.


"Kita duduk disana aja." Ucap Enzy menunjuk meja yang sudah di tempati oleh seorang siswi berkaca mata.


Ririn, Mahira dan Delisha pun mengarahkan pandangannya ke tempat yang di maksud Enzy.


"Iya tuh di situ aja." Ucap Mahira menyetujui perkataan Enzy.


"Heh njim, mata lo rabun? Noh liat ada orang yang lagi makan." Tolak Ririn yang tidak menyetujui usulan mereka berdua.


"Tinggal singkirin aja kali." Kali ini giliran Delisha yang bersuara.


"Tobat njim! Kalo lo mati besok lo mau bawa aoa? Orang isinya dosa semua. Malaikat Malik tuh nggak bisa di sogok pake duit, lo bully dia juga nggak bakal mempan. Bukannya di pindahin ke surga malah makin di masukin ke neraka. Mau lo?" Omel Ririn kepada mereka bertiga yang dengan gampangnya akan menyingkirkan orang itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ig : @knririn_

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaw gengs. Vote Likr and Komen..


__ADS_2