
Setelah menghabiskan makanan mereka, mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang. Tapi di pertengahan jalan, mereka lebih tepatnya hanya Ririn yang melihat dua orang pria sedang menyeret seorang perempuan yang sudah lemah dengan air mata. Dia memicingkan matanya memastikan siapa perempuan yang di seret paksa itu.
"STOP!!" Teriak Ririn tiba-tiba membuat Cavero mengerem mendadak.
"Apa si teriak-teriak!" Sentak Cavero.
Ririn tidak menghiraukan ucapan Cavero, dia segera turun dan berjalan dengan santai ke arah mereka. Sedangkan Cavero yang masih belum tau apa-apa hanya diam di atas motornya.
Ririn sampai di dekat sana, dia bisa melihat Monika yang sedang di lecehkan oleh kedua pria tersebut. "GANTENG DOANG GREPP GREP CEWEK DEPAN GANG!" Teriak Ririn menghentikan aksi kedua laki-laki itu. Monika yang sudah lelah menangis terduduk di tanah.
Salah satu dari mereka berjalan ke arah Ririn. "Siapa lo? Nggak usah ikut campur!"
Ririn mendecih. "Nggan mampu bayar hotel lo berdua? Apa perlu gue bayarin?" Tanya Ririn tersenyum remeh.
Laki-laki yang tadi berjalan ke arah Ririn, mengamatinya dari atas sampaj bawah. "Cantik juga, lebih cantik dari Monika, bro!" Ucap laki-laki tersebut kepada temannya. "Mau main sama kita juga?" Tanya laki-laki tersebut menyeringai.
"Boleh" jawab Ririn santai.
BRUKK
Laki-laki itu terpental mencium aspal, Bukan Ririn pelakunya tapi Cavero yang sudah mengerang marah mendengarnya akan mengajak Ririn bermain-main di tambah jawaban santai Ririn. Cavero menendang laki-laki tersebut dengan kuat.
"Jangan pernah lo sentuh cewek gue dengan tangan kotor lo itu!" Ucap Cavero penuh penekanan.
"Katanya mau main, masa begitu doang udah tumbang. Nggak jadi gue bilang ganteng. LO JELEK!" Ucap Ririn mendelik menatap laki-laki tersebut.
"RIN!" Panggil Cavero penuh peringatan. Dia sungguh jengkel dengan kekasihnya itu yang masih terlihat santai meski ada bahaya di depannya.
Laki-laki yang satunya berlari ke arah mereka namun dengan mudah di tangkis Cavero. Sedangkan Ririn malah duduk di aspal menonton pertarungan di depannya.
Nyesel gue nggak beli cemilan tadi. Batinnya.
Cavero memukuli kedua laki-laki tersebut, karena pengaruh alkoholl membuat mereka tidak bisa menahan diri untuk menghentikan aksinya, bahkan kedua laki-laki itu sudah tidak sadar pun Cavero masih menendangnya.
"CAVERO STOP!" Teriak Ririn menarik tangan Cavero.
"Udahlah, mereka juga udah nggak sadar. Ayo pulang" ujar Ririn. Cavero melihat kedua laki-laki itu berdiri tegak.
Cavero mengotak-atik ponselnya menelpon seseorang. "Bawa cewek yang pingsan di jalan xx dekat clubb Gentara" perintahnya kepada seseorang di sebrang telpon lalu mematikannya setelah mengatakan itu.
"Ngapain lo bawa dia segala? Biarin aja kali dia pingsan disini" ujar Ririn kesal dengan Cavero.
"Gue tau dia musuh lo. Tapi bagaimana pun dia perempuan nggak mungkin gue tinggal dia gitu aja" jelas Cavero menatap Ririn.
"Lo suka sama dia?" Tebak Ririn tajam. "Nggak lah, nggak sudi!" Bantah Cavero.
"Alahh" cibir Ririn kesal lalu berjalan dimana motor Cavero berada.
"Rin beneran gue nggak suka sama dia. Gue tolongin dia karena manusiawi" jelas Cavero yang takut Ririn akan salah paham dengan niatnya membantu Monika.
"Bacot lo. Buruan, gue mau pulang" ketus Ririn membuang pandangannya ke sembarang arah menahan tawanya melihat raut wajah memelas Cavero.
"Rin beneran" Ririn hanya diam saja tanpa membalas bujukan Cavero.
"Sayang"
Bluss
Kedua pipi Ririn mendadak merah karena mendengar panggilan Cavero. Pipinya terasa panas bahkan telinganya ikut panas. Apakah telinganya mengeluarkan asap, pikirnya.
"Sayang, jangan marah" rengek Cavero membuat Ririn tidak bisa menahan tawanya lagi.
Kemana Cavero yang datar dan dingin itu, pikirnya.
"Iya udah ayo pulang" ujar Ririn masih melihat ke sembarang arah. Tidak ingin pipinya yang sudah benar-benar merah di lihat oleh Cavero.
"Maafin dulu"
"Iyaaa"
"Nah gitu dong, kan makin sayang" ujar Cavero memeluk Ririn tiba-tiba.
Ririn semakin blushing dibuatnya. Tidak lama, Cavero melepaskan pelukannya dan mulai menjalankan motornya memecah jalanan ibu kota.
Sesampainya di depan gerbang rumah Ririn, Cavero berhenti dan Ririn pun turun.
"Beneran nggak mau mampir dulu?" Tanya Ririn kepada Cavero. "Nggak, udah malem. Kamu langsung istirahat tidur. Besok aku jemput" jawab Cavero.
"Iya sudah, hati-hati lo" Ririn melihat kepergian Cavero dan langsung berlari masuk dengan senyum yang terus mengembang.
Apa gue beneran suka sama dia?. Tanyanya dalam hati sambil memegang dadanya.
"Ngapain di depan pintu gitu, dek?" Tanya Nathan yang muncul di anak tangga terakhir dengan raut wajah heran melihat adiknya.
"Ehh, nggak papa kok bang" jawab Ririn gelagapan.
__ADS_1
"Wahh adek abang udah gede ternyata" goda Nathan menoel-noel tangan Ririn. "Abang apaan si" cetus Ririn menunduk. Pipinya sudah panas kembali.
Wahh kemana nih Ririn yang tak kenal malu. Begitulah orang jatuh cinta wkwk..
"Bhahaha kenapa tuh pipinya dek, kok merah" goda Nathan lagi dengan tertawa puas mengerjai adiknya.
"Abangggg!" Rengek Ririn membuat Nathan tertawa lebih kencang.
"Abang jahat!" Sentak Ririn kemudian berjalan ke kamarnya dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sedangkan Nathan masih mentertawakan adiknya yang menurutnya lucu.
Nathan menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat kelakuan adiknya lalu berjalan menuju dapur mengambil minum.
Sedangkan Ririn dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur queen size miliknya tanpa mengganti pakaian dulu.
Ting
Dering ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ririn segera membuka ponselnya, matanya terbelalak melihat nama yang barusan mengirinya pesan.
...Cavero...
Sdh tdr?
^^^Ngomong apa lo?^^^
Sudah tidur?
^^^Sudah. Ni yang bales arwahnya^^^
Oh
Read
"Anjing, oh doang?" gerutu Ririn melihat balasan chat dari Cavero.
Tdr, bsk gue jmp!
^^^Ketik yang jelas, njing!^^^
Hm
TIDUR, BESOK GUE JEMPUT!
^^^Nah gitu dong kan enak.^^^
^^^Iya ya ini juga mau tidur^^^
Sekali lagi lo ngomong kasar, gue cium lo besok!
^^^Emang lo berani?^^^
Liat aja besok!
Udah sekarang lo tidur.
^^^Iya.^^^
Good night sayang
Read
Blushing
"Anjing emang ni orang, suka banget bikin gue baper" gerutu Ririn tersenyum-senyum.
"HUAAA MOMMY RIRIN BAPER" Teriak Ririn, beruntung kamarnya kedap suara jadi aman. Dia tidak akan di ejek abangnya lagi.
"CAVERO BANGSAT!"
Setelah lelah teriak-teriak dan guling-guling nggak jelas, dia beranjak dari tempat tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju tidurnya.
Selama sepuluh menit-an, dia keluar dan mengecek kembali ponselnya apakah ada chat penting atau tidak. Di rasa tidak ada, dia kembali merebahkan dirinya dan tertidur.
...*****...
NEXT!
"Lo ngapain kesini sepagi ini?" Tanya Nathan kepada Cavero yang sudah duduk di ruang tamu.
"Mau jemput adek lo" jawabnya sambil membuka toples berisi cemilan.
Nathan menepuk keningnya mendengar jawaban rekan bisnisnya ini. "Sepagi ini?" Tanya Nathan yang di angguki Cavero.
"Serah dah serah" ujar Nathan kemudian bangkit untuk pergi jogging.
Ceklek
__ADS_1
"Ada apa bi?" Tanya Ririn dengan muka bantal dan suara serak khas bangun tidur.
"Itu non, Tuan Cavero sudah datang" beri tahu bi Laras.
"Cavero?" Beo Ririn yang di angguki bi Laras. "Ngapain dia datang subuh-subuh gini?"
"Katanya mau jemput non Ririn" beri tahu bi Laras.
"Hah?!"
"Masyaallah cantik banget gue" monolognya sendiri di depan cermin. Memuji dirinya sendiri sambil berpose ala-ala di depan camera.
"Ckckck nggak salah lagi kenapa sampe tu si jambret klepek-klepek sama gue" lanjutnya.
"Sudah cantik, kaya, baik luar dalem apalagi jiwanya behh mantap bener dah, dan tidak sombong" monolognya menyombongkan dirinya.
"Ngapain sih lo datang sepagi ini, njirr" kesal Ririn. Cavero hanya mengendikkan bahunya melanjutkan makan cemilan.
"Non sarapannya sudah siap" beri tahu salah satu pelayan di rumahnya.
"Iya bi, makasi"
"Sama-sama non" ucap pelayan tersebut dan melenggang pergi dari hadapan Ririn dan Cavero.
"Ayo sarapan dulu" ajak Ririn kepada Cavero yang dianggukinya.
Ririn berjalan menuju ruang makan dan di ikuti Cavero di belakangnya. "Bi tolong panggilkan abang ya" pinta Ririn kepada bi Laras.
"Tuan belum pulang olahraga non" balas bi Laras.
"Oh, ya udah. Makasi bi" ucap Ririn tersenyum manis. "Kita sarapan duluan aja" ucap Cavero yang akhirnya buka suara.
"Siapa lo nyuruh-nyuruh" sewot Ririn yang masih sedikit kesal dengan Cavero yang datang subuh-subuh.
"Asalamualaikum" ucap Nathan yang baru pulang jogging dan langsung pergi ke arah kulkas.
"Waalaikumsalam. Bang ayo sarapan" ajak Ririn kepada kakaknya.
"Kalian duluan aja, abang mau mandi dulu. Lengket banget ini, nggak nyaman" ucap Nathan yang di angguki Ririn dan Cavero.
*****
Sesampainya di kawasan sekolah, seantero sekolah di buat tercengang dengan kedatangan Cavero yang membonceng Ririn dan di belakang mereka ada Malik dkk.
Itu Cavero beneran sama Ririn?
Ehh iya itu Ririn.
Dasar ****** nggak tau diri.
Aaaa Vero mau juga di bonceng.
"Ciee bos sudah berani terang-terangan" goda Haiden yang langsung heboh saat melihat mereka berdua di jalan tadi.
"Paan si?" Kesal Ririn.
"Biasa aja ellah. Rin sejak kapan lo pake blush on? Kebanyakan lagi" tanya Kenzo dengan polosnya.
"Bhahahaa Ririn salting anjirr" tawa Reyhan melihat Ririn yang semakin merah pipi dan telinganya.
"Bwhahahaa anjir si Ririn bisa malu juga, biasanya juga malu-maluin" ledek Varen. Haiden dkk yang mendengar itu tertawa terbahak-bahak kecuali David yang tersenyum manis melihat sahabatnya sudah mulai menyadari perasaannya. Tidak sia-sia kemarin dia bicara panjang lebar dengannya.
Nganjen banget sih tu ******.
Huaaa mommy mereka sweet bangett.
Anjirr David ganteng banget kalo senyum gitu.
Aish si babang Varen kenapa ketawa gitu sih, kan banyak yang liat kegantengannya.
"Sudah ayo cabut!" Ucap Cavero berjalan menggandeng tangan Ririn membuat Ririn menundukkan kepalanya karena menjadi pusat perhatian semua orang.
"Anjirr puas banget gue ketawain si Kampret" ketawa Malik di ikuti yang lainnya.
"Si kulkas sudah bucin" celerus David yang dari tadi hanya diam menyimak.
"Anjirr nggak nyangka banget gue, Cavero bisa gitu" lanjut Varen menggelengkan kepala.
"Huaaaa gue juga mau punya pacar" ucap Haiden dramatis.
...🌱...
Jangan lupa tinggalkan jejak, Vote, Like, Komen dan Share..
Alapyu..
__ADS_1