RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-37


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanan mereka, mereka kembali melanjutkan perjalanan pulang. Tapi di pertengahan jalan, mereka lebih tepatnya hanya Ririn yang melihat dua orang pria sedang menyeret seorang perempuan yang sudah lemah dengan air mata. Dia memicingkan matanya memastikan siapa perempuan yang di seret paksa itu.


"STOP!!" Teriak Ririn tiba-tiba membuat Cavero mengerem mendadak.


"Apa si teriak-teriak!" Sentak Cavero.


Ririn tidak menghiraukan ucapan Cavero, dia segera turun dan berjalan dengan santai ke arah mereka. Sedangkan Cavero yang masih belum tau apa-apa hanya diam di atas motornya.


Ririn sampai di dekat sana, dia bisa melihat Monika yang sedang di lecehkan oleh kedua pria tersebut. "GANTENG DOANG GREPP GREP CEWEK DEPAN GANG!" Teriak Ririn menghentikan aksi kedua laki-laki itu. Monika yang sudah lelah menangis terduduk di tanah.


Salah satu dari mereka berjalan ke arah Ririn. "Siapa lo? Nggak usah ikut campur!"


Ririn mendecih. "Nggan mampu bayar hotel lo berdua? Apa perlu gue bayarin?" Tanya Ririn tersenyum remeh.


Laki-laki yang tadi berjalan ke arah Ririn, mengamatinya dari atas sampaj bawah. "Cantik juga, lebih cantik dari Monika, bro!" Ucap laki-laki tersebut kepada temannya. "Mau main sama kita juga?" Tanya laki-laki tersebut menyeringai.


"Boleh" jawab Ririn santai.


BRUKK


Laki-laki itu terpental mencium aspal, Bukan Ririn pelakunya tapi Cavero yang sudah mengerang marah mendengarnya akan mengajak Ririn bermain-main di tambah jawaban santai Ririn. Cavero menendang laki-laki tersebut dengan kuat.


"Jangan pernah lo sentuh cewek gue dengan tangan kotor lo itu!" Ucap Cavero penuh penekanan.


"Katanya mau main, masa begitu doang udah tumbang. Nggak jadi gue bilang ganteng. LO JELEK!" Ucap Ririn mendelik menatap laki-laki tersebut.


"RIN!" Panggil Cavero penuh peringatan. Dia sungguh jengkel dengan kekasihnya itu yang masih terlihat santai meski ada bahaya di depannya.


Laki-laki yang satunya berlari ke arah mereka namun dengan mudah di tangkis Cavero. Sedangkan Ririn malah duduk di aspal menonton pertarungan di depannya.


Nyesel gue nggak beli cemilan tadi. Batinnya.


Cavero memukuli kedua laki-laki tersebut, karena pengaruh alkoholl membuat mereka tidak bisa menahan diri untuk menghentikan aksinya, bahkan kedua laki-laki itu sudah tidak sadar pun Cavero masih menendangnya.


"CAVERO STOP!" Teriak Ririn menarik tangan Cavero.


"Udahlah, mereka juga udah nggak sadar. Ayo pulang" ujar Ririn. Cavero melihat kedua laki-laki itu berdiri tegak.


Cavero mengotak-atik ponselnya menelpon seseorang. "Bawa cewek yang pingsan di jalan xx dekat clubb Gentara" perintahnya kepada seseorang di sebrang telpon lalu mematikannya setelah mengatakan itu.


"Ngapain lo bawa dia segala? Biarin aja kali dia pingsan disini" ujar Ririn kesal dengan Cavero.


"Gue tau dia musuh lo. Tapi bagaimana pun dia perempuan nggak mungkin gue tinggal dia gitu aja" jelas Cavero menatap Ririn.


"Lo suka sama dia?" Tebak Ririn tajam. "Nggak lah, nggak sudi!" Bantah Cavero.


"Alahh" cibir Ririn kesal lalu berjalan dimana motor Cavero berada.


"Rin beneran gue nggak suka sama dia. Gue tolongin dia karena manusiawi" jelas Cavero yang takut Ririn akan salah paham dengan niatnya membantu Monika.


"Bacot lo. Buruan, gue mau pulang" ketus Ririn membuang pandangannya ke sembarang arah menahan tawanya melihat raut wajah memelas Cavero.


"Rin beneran" Ririn hanya diam saja tanpa membalas bujukan Cavero.

__ADS_1


"Sayang"


Bluss


Kedua pipi Ririn mendadak merah karena mendengar panggilan Cavero. Pipinya terasa panas bahkan telinganya ikut panas. Apakah telinganya mengeluarkan asap, pikirnya.


"Sayang, jangan marah" rengek Cavero membuat Ririn tidak bisa menahan tawanya lagi.


Kemana Cavero yang datar dan dingin itu, pikirnya.


"Iya udah ayo pulang" ujar Ririn masih melihat ke sembarang arah. Tidak ingin pipinya yang sudah benar-benar merah di lihat oleh Cavero.


"Maafin dulu"


"Iyaaa"


"Nah gitu dong, kan makin sayang" ujar Cavero memeluk Ririn tiba-tiba.


Ririn semakin blushing dibuatnya. Tidak lama, Cavero melepaskan pelukannya dan mulai menjalankan motornya memecah jalanan ibu kota.


Sesampainya di depan gerbang rumah Ririn, Cavero berhenti dan Ririn pun turun.


"Beneran nggak mau mampir dulu?" Tanya Ririn kepada Cavero. "Nggak, udah malem. Kamu langsung istirahat tidur. Besok aku jemput" jawab Cavero.


"Iya sudah, hati-hati lo" Ririn melihat kepergian Cavero dan langsung berlari masuk dengan senyum yang terus mengembang.


Apa gue beneran suka sama dia?. Tanyanya dalam hati sambil memegang dadanya.


"Ngapain di depan pintu gitu, dek?" Tanya Nathan yang muncul di anak tangga terakhir dengan raut wajah heran melihat adiknya.


"Wahh adek abang udah gede ternyata" goda Nathan menoel-noel tangan Ririn. "Abang apaan si" cetus Ririn menunduk. Pipinya sudah panas kembali.


Wahh kemana nih Ririn yang tak kenal malu. Begitulah orang jatuh cinta wkwk..


"Bhahaha kenapa tuh pipinya dek, kok merah" goda Nathan lagi dengan tertawa puas mengerjai adiknya.


"Abangggg!" Rengek Ririn membuat Nathan tertawa lebih kencang.


"Abang jahat!" Sentak Ririn kemudian berjalan ke kamarnya dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sedangkan Nathan masih mentertawakan adiknya yang menurutnya lucu.


Nathan menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat kelakuan adiknya lalu berjalan menuju dapur mengambil minum.


Sedangkan Ririn dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur queen size miliknya tanpa mengganti pakaian dulu.


Ting


Dering ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ririn segera membuka ponselnya, matanya terbelalak melihat nama yang barusan mengirinya pesan.


...Cavero...


Sdh tdr?


^^^Ngomong apa lo?^^^

__ADS_1


Sudah tidur?


^^^Sudah. Ni yang bales arwahnya^^^


Oh


Read


"Anjing, oh doang?" gerutu Ririn melihat balasan chat dari Cavero.


Tdr, bsk gue jmp!


^^^Ketik yang jelas, njing!^^^


Hm


TIDUR, BESOK GUE JEMPUT!


^^^Nah gitu dong kan enak.^^^


^^^Tapi jangan ngegas juga, njirr^^^


^^^Iya ya ini juga mau tidur^^^


Sekali lagi lo ngomong kasar, gue cium lo besok!


^^^Emang lo berani?^^^


Liat aja besok!


Udah sekarang lo tidur.


^^^Iya.^^^


Good night sayang


Read


Blushing


"Anjing emang ni orang, suka banget bikin gue baper" gerutu Ririn tersenyum-senyum.


"HUAAA MOMMY RIRIN BAPER" Teriak Ririn, beruntung kamarnya kedap suara jadi aman. Dia tidak akan di ejek abangnya lagi.


"CAVERO BANGSAT!"


Setelah lelah teriak-teriak dan guling-guling nggak jelas, dia beranjak dari tempat tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju tidurnya.


Selama sepuluh menit-an, dia keluar dan mengecek kembali ponselnya apakah ada chat penting atau tidak. Di rasa tidak ada, dia kembali merebahkan dirinya dan tertidur.


...🌱...


Jangan lupa tinggalkan jejak, Vote, Like, Komen dan Share..

__ADS_1


Alapyu..


__ADS_2