RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 76


__ADS_3

Keduanya sudah sampai di pantai, Ririn langsung turun dari motor membuka helm dengan cepat.


"Pelan-pelan," titah Cavero kepada Ririn.


Ririn tidak menghiraukannya. "Kenapa bilangnya harus mendadak sih, kan gue gak bawa bikini buat berenang," kesal Ririn.


Cavero langsung melototkan matanya menatap Ririn. "Coba ulang tadi bilang apa?"


Ririn membalas melihat Cavero. "Kenapa bilangnya mendadak," jawab Ririn.


"Sesudahnya?"


Ririn terlihat berpikir mengingat. "Hm hehe gak bawa bikini," cicit Ririn pelan menundukkan kepalanya.


"Awas kalau pakai begituan nanti," ancam Cavero mengeluarkan ponselnya dari saku depan seragamnya.


Mereka berdua masih memakai seragam, tapi beruntung keduanya selalu bawa jaket untuk menutupi seragam mereka.


"Kita ke cafe yang di sana dulu, ayo," ujar Cavero menggenggam tangan Ririn.


"Kok ke cafe sih?" Tanya Ririn bingung.

__ADS_1


"Varen dan Reyhan di sana," jawab Cavero tetap berjalan menggenggam tangan kekasihnya.


Sedangkan Ririn hanya ber-oh ria mendengarnya. Mata Ririn tidak pernah lepas dari hamparan ombak meski dari jauh. "Mas pacar," panggil Ririn. "Kapan-kapan kita ke sini lagi ya, biar kita bawa baju renang terus berenang bareng," cerocos Ririn.


Cavero hanya berdehem sebagai jawaban membuat Ririn mendelik. "Ham hem ham hem, nasib-nasib pacaran sama manusia kaya batu," gumam Ririn kesal yang masih di dengar Cavero. Meski begitu, Cavero hanya diam saja.


Sesampainya di cafe, Cavero mengedarkan matanya mencari kedua temannya. Setelah mengetahui dimana tempat mereka, dia mengajak Ririn untuk mengikutinya dengan memegang tangannya berjalan pelan.


"Sampai juga lo berdua," cetus Reyhan yang melihat Cavero dan Ririn tiba-tiba duduk di kursi kosong depannya.


"Kalian berdua kalo mau ngajak-ngajak, kasih taunya dari jauh-jauh hari dong biar gue bawa baju buat renang," cerocos Ririn menatap Varen dan Reyhan nyalang.


"Kalian berdua kalo mau ngajak-ngajak, kasih taunya dari jauh-jauh hari dong biar gue bawa baju buat renang," cerocos Ririn menatap Varen dan Reyhan nyalang.


Ririn memutar lo matanya jengah. "Lo Sha kenapa gak kasih tau ke gue?" Tanya Ririn tak santai melototkan matanya menatap Delisha.


Delisha tersenyum kaku. "Lo sih gak tanya," jawabnya membuat Ririn mendelik. "Dih? Serah lo pada!"


"Sudah-sudah! Mau pesen apa?" Tanya Cavero sambil mengangkat tangannya memanggil waiters.


"Kenapa lo gak pake masker aja sih?" Tanya Ririn kesal bukannya menjawab pertanyaan Cavero.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Cavero bingung.


"Noh liat mata-mata cabe, pengen gue colok mata mereka semua," ketus Ririn melipatkan kedua tangannya di dadanya.


Delisha dan Auris, pacarnya Reyhan, menahan tawa mereka mendengar kekesalan Ririn. Sedangkan Cavero bingung dan heran, kenapa Ririn menjadi sangat sensitif hari ini, tapi di dalam hatinya Cavero sangat senang melihat Ririn cemburu kepadanya.


"Mau pesan apa?" Tanya Cavero lembut kepada kekasihnya.


"Seafood dan minumnya es jeruk," jawab Ririn ketus.


Cavero mengangguk. "Seafood dua dan minumnya es teh dua ya mba," ucap Cavero yang diangguki waiter tersebut. "Baik kak. Mohon di tunggu pesanannya," balas waiters tersebut dengan sopan lalu berlalu dari hadapan Cavero dkk.


"Hai kak, aku Auris," ucap Auris mempernalkan dirinya kepada Ririn.


Ririn menoleh melihat Auris. "Eh hai, gue Ririn. Betewe ngomongnya lo-gue aja," balas Ririn tersenyum ramah. "Mimpi apa si burik Reyhan dapet cewek se-cantik ini," gumam Ririn yang masih di dengar mereka semua.


Reyhan melototkan matanya mendengar itu. "Apa lo bilang? Gue burik? Buta lo?" Cerocos Reyhan menatap Ririn sinis.


Ririn diam tidak membalas kalimat Reyhan. Sedangkan yang lainnya menahan tawa, apa lagi Auris terkekeh mendengarnya.


...🌱...

__ADS_1


__ADS_2