RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 57


__ADS_3

"Haduh gue deg-degan anjirr," Ririn melihat Kenzo sedang misuh-misuh.


Sabtu ini jadi penentu bagi seluruh murid SMA Galaxi. Kini mereka tengah berdiri di tengah lapangan yang sudah di pasangi terop di sekitarnya untuk mendengar kata sambutan dari pemilik sekolah dan kepala sekolah, sekaligus juara umum dan nilai ujian tertinggi.


Banyak murid yang terlihat tidak fokus bahkan mengabaikan kepala sekolah yang sedang berpidato di podium, sama halnya dengan Ririn dan Cavero dkk yang duduk di lantai lapangan sembari ngemil.


"Baiklah tanpa berlama-lama lagi dikarenakan seluruh wali murid juga sudah menunggu. Bapak akan mengumumkan para juara," ujar salah satu guru dengan selembar kertas di tangannya.


"Kita akan mulai dari kelas X IPS. Untuk juara 3 dari seluruh kelas X IPS dilihat dari nilai ujian tertinggi jatuh kepada Lydia Maura Abimanyu."


Tepuk tangan terdengar memenuhi lapangan. Ririn dapat melihat seorang siswi yang mengenakan hijab berjalan menuju panggung dengan anggun. Setelah menyebut semua juara jurusan IPS kini giliran jurusan IPA.


"Baik! Juara 3 dari kelas XI IPA adalah Jessy Wedaya Clover."


Ririn yang mendengar itu ikut memberi tepuk tangannya.


"Busettt nggak salah denger kan tadi gue?" Tanya Malik dengan mimik muka yang tak percaya. "Pinter juga dia."


Jessy naik ke panggung dengan santai karena dia sudah biasa dengan hal tersebut. Bahkan Jessy sedikit kecewa karena biasanya dia mendapatkan peringkat dua tapi sekarang turun menjadi tiga.


"Untuk juara 2 jatuh kepada Ririn Lethicia Xaviera."


"Hah?" Beo semua orang yang terkejut mendengar penuturan guru di balik mimbar tersebut.


Tidak ada yang tidak terkejut mendengar bahwa Ririn masuk tiga besar untuk kelas XI IPA.


Hening.


Mereka masih mencerna apa yang tadi mereka dengan. Sedangkan Ririn sama seperti Jessy yang santai menuju panggung tapi tak khayal ada kekecewaan yang terselip di hatinya karena mendapat juara dua. Biasanya dia selalu mendapat juara satu di kehidupan yang sebelumnya.


Kalau sampai bang Lorenz tau, bisa kena siraman rohani gue. Batin Ririn.


Cavero dkk pun sama dengan yang lain, masih tak percaya dengan muka cengo. Sampai Haiden sadar dan heboh. "RIRINNNN!" Teriak Haiden sambil tepuk tangan menyadarkan keenam temannya.


Ha? Ririn? Juara 2? Batin semua murid yang masih sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"HUAAAA RIRIN LO KERENNN!" Seru Enzy yang sudah berdiri di dekat Jessy.


"IYAAA LO KEREN BANGET SUMPAH!" Lanjut Mahira.


"NGGAK SALAH GUE PERNAH NYONTEK SAMA LO!" Seru Delisha.


Tidak hanya murid, bahkan guru dan Ayudia selaku mommy Ririn pun terkejut mendengar guru yang mengumumkan hal tersebut.

__ADS_1


1


2


3


Prok prok prok


Suara tepuk tangan terdengar menggema di lapangan setelah mereka sadar dengan teriakan dan tepuk tangan heboh dari Haiden.


Ayudia menangis terharu melihat anaknya di atas panggung. Dia mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memotret anaknya tersenyum bangga dan mengirimkannya kepada suami dan putranya.


"Sekarang, juara 1 dengan nilai tinggi diambil dari nilai akhir semester genap ini jatuh kepada Varel Prince Winata."


"HUAAA KEKEL KITAAAAA ITUU GUYS!" Seru Laura tepuk tangan diikuti penghuni kelas XI IPA 5.


"KETUA KELAS IPA-5 NIH BOSS SENGGOL DONG!" Seru Bimo.


Suara gemuruh terdengar dari kumpulan kelas Ririn mendengar sang ketua kelas mendapatkan peringkat 1 dari seluruh kelas XI IPA. Kelas XI IPA-5 menjadi kelas juara tahun ini, karena sejarah baru bagi mereka juara tiga besar XI IPA dari kelas mereka. Untuk Varel mungkin sudah mereka tebak karena tahun lalu dia juga mendapatkan juara 1, tapi untuk Ririn dan Jessy yang notabene anak baru membuat mereka terkejut.


"Sekarang kita akan mengemumkan nilai tertinggi dari seluruh murid. Kita mulai dari juara tiga."


"Juara 3 dengan nilai 847 di raih oleh Miaka Joshua Pratama dari kelas XI IPS 2."


"Dan juara 1 dengan nilai tertinggi yaitu 958 di raih oleh Varel Prince Winata dari kelas XI IPA 5."


Sorakan riuh kembali terdengar, bukan karena Varel yang mendapatkan juara 1 umum tetapi karena Ririn yang lagi-lagi membuat mereka terkejut karena seorang Ririn yang dulunya selalu mendapatkat peringkat 1 dari belakang tetapi sekarang bukan hanya tiga besar di kelasnya bahkan masuk tiga besar juara umum.


Nggak nyangka gue, queen bullyng kita masuk tiga besar juara umum.


Anjirr mimpi apa dia sampai dapat juara gitu.


Jantung gue masih aman kan mendengar dan melihat Ririn masuk tiga besar?


Anjir hari ini kenapa dah? Apa jangan-jangan mau kiamat?.


Palingan si Ririn nyontek sama si Varel.


Nggak salah gue suka dia.


Huaaa Varelll alapyuu.


Emakkk pengen punya doi kek Varel.

__ADS_1


Terdengar banyak jeritan-jeritan tak percaya mereka melihat Ririn berbaris dengan para tiga besar juara umum.


Kepala sekolah memberikan piala bertingkat kepada juara 1 dan piala biasa kepada juara 2&3. Lagi-lagi Ayudia yang melihat itu menangis bahagia terharu melihat putri kecilnya masuk tiga besar juara umum.


"Selamat," ujar Varel tersenyum manis kepada Ririn yang berada di sampingnya.


"Seharusnya gue yang bilang gitu, bego!"


"Gue nggak nyangka lo bisa masuk tiga besar juara umum," ujar Varel kembali. "Kenapa nggak dari dulu lo pinter."


"Eh njim. Gue udah pinter dari dulu ya! Cuma males aja," cetus Ririn terkekeh.


Dari dulu juga gue udah pinter kali. Batin Ririn.


Adelard dan Ananta yang sedang berada di luar kota mendengus karena tidak bisa melihat secara langsung Ririn yang menerima piala, tapi tak urung membuatnya sangat bahagia dan terharu meski Ririn hanya juara dua. Bahkan meski juara sepuluh besar pun mereka akan sangat bahagia. Karena selama ini mereka tidak pernah melihat bahkan mendengar Ririn mendapatkan peringkat.


Ririn turun dari panggung di sambut Cavero dkk. "Masih belum percaya gue, lo bisa masuk tiga besar," cetus Haiden.


"Ho'oh. Dari dulu lo kemana aja Rin?" Sahut Kenzo.


"Selamat ya lo. Lo sukses buat jantung gue hampit copot tadi," ujar Malik terkekeh.


Ririn hanya merotasikan bola matanya mendengar ujaran mereka bertiga.


"Selamat!" Ucap Reyhan, Varen, dan David barengan, Ririn hanya membalas mereka dengan anggukan kepala. "Makasi."


"Selamat!" Ucap Cavero tersenyum manis. "Terima kasih mas pacar," jawab Ririn.


"Huaaa Ririn nggak nyangka gue," ujar Enzy memeluk Ririn.


"Huaaa gue juga mau peluk," Mahira memeluk mereka berdua diikuti Delisha.


"Udah woyy! Sesek nih gue!" Ketus Ririn berusaha melepaskan pelukan ketiga sahabatnya.


"HUAAAA ANAK MOMMY PINTER BANGETTT!" Teriak Ayudia berlari memeluk Ririn membuatnya terkejut. Bukan hanya Ririn tapi orang yang berada disana juga terkejut dengan teriakan Ayudia.


"Aduhh mommy jangan teriak-teriak!' Titah Ririn malu.


"Hehe maaf maaf," ujar Ayudia cengengesan.


Mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat Ayudia.


*****

__ADS_1


HELLO PREN, AKU BALIK LAGI NIHH! MANA SUPPORTNYA?


__ADS_2