RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-31


__ADS_3

Fyi, Divine itu bukan geng motor yaw tapi geng biasa yang mereka buat karena persahabatan mereka yang kemana-mana mereka bareng terus. Sedangkan, untuk Ririn di kehidupan yang dulu itu dia adalah inti dari geng motor yang bernama Dark Spider sama seperti Arnold.


Dan tentang nenek Odi, nama aslinya adalah Melody tapi biasa di panggil nenek Odi. Dia adalah ibu dari Ayudia dan Aira yang berasal dari Amerika. Meski dia menikah dengan orang Indonesia tapi dia sama sekali tidak bisa bahasa Indonesia karena mereka tinggal di Canada.


Back to topic!


Ririn baru saja sampai di sekolah setelah berdebat dulu dengan neneknya masalah tadi malam neneknya melakukan perawatan kaya ABG. Dia hari ini tidak bawa motor dikarenakan ban bagian depan motornya kempes. Akhirnya, dia di antar Nathan sembari berangkat kuliah.


Dengan wajah yang di tekuk, Ririn berjalan memasuki gerbang sekolah. Moodnya sudah bad dengan kelakuan neneknya.


Di sisi lain, Cavero dkk yang sudah lebih dulu datang masih nangkring di atas motor sambil berbincang-bincang. Entah apa yang sedang mereka gosipkan.


"Woyy Rin!" Panggil Kenzo yang tidak sengaja melihat Ririn yang baru memasuki gerbang dengan muka cemberut.


Ririn yang merasa ada yang memanggil namanya celingak celinguk ke kiri dan kanan. Sampai akhirnya matanya menangkap orang melambaikan tangganya dari parkir.


Dengan tidak semangat, Ririn berjalan ke arah mereka. "Kenapa?" Tanya Ririn lesu.


"Kenapa lo tumben banget 3 L gitu?" Tanya Haiden yang melihat Ririn tidak semangat. "3 L apaan, njim?" Tanya Kenzo.


"Letih Lemah Lesu" jawab Haiden.


"Badmood gue" jawab Ririn. "Eleh tumben banget lo"


"Btw, motor lo mana?" Tanya Malik. "Bannya kempes" jawab Ririn singkat, mereka yang mendengar itu hanya mangut-mangut paham.


"Cabut, sebentar lagi bel masuk" Ucap Cavero yang berjalan terlebih dahulu dan di ikuti mereka.


*****


"Selamat pagi anak-anak"


"Pagi bu"


"Baiklah langsung saja kita lanjutan pelajaran minggu kemarin tentang Expressing of Persuading. Seperti yang di jelaskan minggu lalu bahwa.."


Ririn moodnya telah kembali karena belajar bahasa inggris, dengan dia mengikuti pelajaran, dan menyimak dengan serius apa yang di jelaskan gurunya. Malu, neneknya bule tapi dia sendiri nggak bisa bahasa inggris.


Meski sangat sulit untuk dia pahami dan bingung dengan apa yang guru di depannya terangkan, dia tetap berusaha. Apa yang di lakukan Ririn saat ini membuat teman seisi kelas dan gurunya pun merasa heran dengannya. Biasanya Ririn akan tidur atau nggak bringsat bringsut nggak jelas, tapi sekarang dia dengan serius mendengarkan apa yang di sampaikan gurunya.


"Tumben lo serius gini?" Tanya Delisha dengan suara pelan. "Sssttt.. diem, gue lagi serius ini" jawab Ririn berbisik.


Mendengar penuturan Ririn membuat Delisha kembali menatap ke depan dengan malas.

__ADS_1


Kring kring


"Baik anak-anak, sampai disini dulu pembahasan kita. Kita lanjut lagi minggu depan. Terima kasih atas waktunya dan good day" pamit guru Carla selaku guru bahasa inggris.


"Iya bu"


"Kantin kuy" ajak Enzy kepada ketiga temannya yang dibalas anggukan singkat.


Mereka berjalan beriringan keluar kelas dengan obrolan-obrolan kecil.


Sesampainya di kantin, mereka duduk di meja pojok. "Lo pesen sana" ucap Ririn kepada Mahira. "Mau pesen apa?"


"Samain aja semuanya" ucap Ririn yang dibalas anggukan oleh Mahira. "Oke!"


Sambil menunggu pesanan datang, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Sedetik kemudian Enzy baru teringat sesuatu.


"Ehh Rin, lo mimpi apa semalem rajin banget perhatiin guru dan tadi juga lo tumben-tumbennya paling aktif nanya ini nanya itu?" Cerocos Enzy heran kepada Ririn. Pasalnya sahabatnya yang satu ini adalah manusia paling malas dan paling bodoh di kelasnya.


"Ho'oh anjirr, gue aja yang di sampingnya dari tadi penasaran" lanjut Delisha. "Emangnya salah?" Tanya Ririn balik.


"Ya nggak salah sih, cuma kita heran aja."


"Lagi pada bahas apa?" Tanya Mahira yang baru datang mambawa makanan mereka di bantu ibu kantin.


"Ya sabar"


*****


"Gue pulang pake apa ya?" pikir Ririn berjalan menuju gerbang. "Taksi aja deh"


Disaat berjalan sendirian, sedangkan teman-temannya sudah pulang duluan seperti biasa. Matanya tak sengaja menangkap lima sekawan, seketika matanya berbinar. Ririn langsung saja menghampiri mereka dengan senyum manisnya.


"Terima kasih ya Allah" ucap Ririn mengadahkan kedua tangannya lalu mengusapnya di wajahnya.


Lumayan uang jajan gue utuh. Batin Ririn senang.


"Kenapa lo senyum-senyum gitu?" Tanya David terheran-heran.


Ririn tidak mengubris pertanyaan David, dia berjalan ke arah Cavero. "Hai pacar, anterin gue pulang" pinta Ririn masih dengan senyum manisnya.


"Dih siapa lo?" Ucap Cavero. "Gue bukan pacar lo"


"Lo nggak inget, kan lo terima gue waktu itu" ucap Ririn mengingatkan. "Itu kalo bokap gue jalan sama lo, tapi kan itu sama tante lo bukan lo" jawab Cavero.

__ADS_1


Ririn melongo mendengar penuturan Cavero. Bukan, bukan karena penolakannya tapi dia sibuk mengitung berapa kata yang barusan Cavero keluarkan dari mulutnya itu.


"Busyetttt 15 kata" celetus Ririn. Sedangkan Cavero dkk menatap Ririn bingung. "Maksud lo?" Tanya Haiden.


"Cavero ternyata bisa ngomong lima belas kata" jawab Ririn sembari menempelkan punggung tangannya pada dahi Cavero. "Nggak panas" gumam Ririn.


Haiden dkk yang mendengar itu ngakak, pasalnya Ririn seperti orang bodoh sekarang.


"Udah! Pokoknya lo harus anter gue pulang" ucap Ririn naik ke atas motor Cavero. "Turun nggak lo!"


"Nggak mau, lo harus anter gue pulang!"


"Udah si Cav, anter aja kasian pacar lo" Ucap Malik tertawa melihat Ririn yang sudah naik tanpa di suruh.


"Dia bukan cewek gue!" Bantah Cavero. "Mana bisa gitu, lo kan pacar gue mau gue ingetin lagi?" Ucap Ririn.


"Itukan kalo bokap gue jadi jalan sama lo" bantah Cavero. "Nggak mau, pokoknya waktu itu lo terima gue dan itu artinya lo pacar gue!" Kekeh Ririn


"Lo harus anter gue pulang!" Ucap Ririn yang langsung melingkarkan tangannya erat di pinggang Cavero.


"Udah lo anter aja si Ririn"


"Lo pada mau liat bule nggak?" Tanya Ririn yang ingat nenek reotnya. Mereka semua mengangguk kecuali Cavero.


"Lo semua ikut aja ke rumah gue, di rumah ada bule cantik lagi" ucap Ririn sedang raut wajah yang meyakinkan. "Serius lo?" Tanya Haiden. Ririn mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Oke!" Ucap mereka serempak.


"Ya sudah, ayo Cav buruan" ucap Haiden tidak sabar.


Mau tak mau, Cavero menyalakan motornya karena desakan teman-temannya. Mereka semua mulai meninggalkan sekolah.


Banyak pasang mata yang masih menunggu jemputan menatap cengo melihat Ririn peluk Cavero di belakang motor.


"Itu beneran Cavero sama Ririn?"


"Apa mata gue salah liat?"


"Kok kaya nggak rela gitu ya gue?"


Dan masih banyak lagi ujaran-ujaran mereka yang melihat Cavero dengan Ririn.


...*****...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaw gengs biar aku makin semangat up tiap hari. Vote Like Komen and Share..


__ADS_2