
"Mulut lo pedes banget, Rin." Ucap Mahira pelan.
"Bodo. Emang gue pikirin. Lagian lo jahat mulu, gue tendang lo elah." Kesal Ririn. "Udah ikut gue aja ayo!" Ririn mengajak ketiga temannya ke meja yang sedang di tempati oleh Cavero dkk.
"Gue numpang duduk ya sama ni anak setan tiga!" Izin Ririn.
"Rin, ngapain kesini sih?" Bisik Enzy.
"Nggak usah protes. Mau lo di masukin neraka sama si Malik?"
"Apa-apaan nih bawa-bawa nama gue." Tanya Malik yang namanya disebut-sebut oleh Ririn. Padahal, kan dia tidak tau apa-apa.
"Kepo bet lo kek dora." Jawab Ririn yang tentu saja membuat Malik kesal.
"Anak setan. Udah minta tolong ngatain pula. Otak lo dimana, Rin?" Kesal Malik.
"Bandung" jawab Ririn yang langsung duduk di samping Cavero karena tempat itu kosong.
"Lo berdua ngapain masih berdiri, ayo duduk!" Tegur Ririn kepada temannya yang tidak berani untuk satu meja dengan Cavero dkk.
"Duduk aja kali, itu kursi masih kosong, kan?" Ucap Cavero sembari menunjuk dua kursi di samping Ririn.
Mendengar perkataan Cavero tadi, membuat ketiganya mau tak mau harus duduk. Jika tidak maka dapat di pastikan Ririn akan marah-marah dan menceramahi mereka seperti ibu kandung mereka.
Yang tanya keadaan Dion. Jadi, Dion langsung di larikan ke rumah sakit oleh kedua temannya karena ibu dokter yang ada di uks sekolah tidak datang.
*****
05 : 00 PM
Saat ini Ririn sedang bersantai bersama Ayudia sembari menunggu Adelard pulang. Ririn merasa sangat bosan karena sedari tadi Ayudia terus saja menonton film azab. Dia ingin memindahkan ke chanel lain. Namun, dia takut Ayudia akan mengomelinya. Jadi, dia pun hanya bisa pasrah menontoni film tersebut.
Ririn sangat jengah dengan film tersebut, apa lagi sekarang sedang adegan seorang istri yang sedang nangis-nangis nggak jelas.
Ni ibu-ibu kenapa dah nonton beginian. Batin Ririn jengah.
Ceklekk
"KAK AYUUUUU." Teriak seorang wanita paruh baya yang tidak jauh beda dengan Ayudia, entah dari segi umur atau pun wajahnya.
Ririn dan Ayudia pun menoleh ke arah sumber suara. Ayudia langsung tersenyum bahagia dan langsung berdiri menghampiri orang itu.
Melihat Ayudia akan mendekatinya, wanita itu pun langsung merentangkan tangannya.
Grepp
__ADS_1
Mereka pun langsung berpelukan dengan sangat erat. Melepas rindu satu sama lain. Ririn menatap kedua wanita dengan tatapan kebingungan.
Tuh cewe reot siapa si? Datang-datang langsung buka pintu aja abis itu teriak-teriak lagi. Bukannya ketuk pintu dulu atau salam dulu kek. Masa harus gue ajarin, malu kali sama umur. Cibir Ririn di dalam hatinya.
"RIRINNNNNNN." Teriak wanita itu tersenyum sembari merentangkan tangannya.
Ririn tersenyum kikuk, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.
Gue harus ngapain njirr? Masa harus cipika-cipiki?" Ringis Ririn di dalam hatinya.
Ayudia merangkul bahu wanita itu. "Kamu lupa, kan Ririn abis kecelakaan. Dia juga mengalami amnesia. Jadi, dia nggak inget sama kamu." Jelas Ayudia kepada wanita itu.
Seketika senyuman wanita itu hilang. Dia baru ingat bahwa Ririn pernah kecelakaan dan tujuannya pulang adalah untuk bertemu dengan Ririn karena mendengar kabar tentang kecelakaan itu. Mengapa dia bisa lupa?
Sebebarnya sudah lama wanita itu ingin pulang dan bertemu dengan kakak serta keponakannya. Namun, pekerjaannya tidak bisa ia tunda. Akhirnya, dia pun menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.
"Rin, sini sayang." Pinta Ayudia yang langsung di patuhi Ririn.
"Kenalin, ini tante kamu. Adik mommy, namanya Aira." Beritahu Ayudia kepada Ririn.
"Ooh adik mommy toh. Kirain siapa." Ucap Ririn.
"Sini dong peluk tante!" Aira kembali merentangkan tangannya. Ririn pun langsung memeluk tantenya itu. Tidak terlalu erat, ia hanya memeluknya biasa saja. Setelah beberapa lama, mereka melepaskan pelukan satu sama lain.
"Tante, suaminya mana?" Tanya Ririn penasaran. Karena dia melihat tantenya ini tidak jauh beda dengan Ayudia. Jadi, Ririn berpikir bahwa Aira sudah menikah.
"Ohhh petua toh." Ucap Ririn sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ha? Petua? Apa itu?" Tanya Aira penasaran.
"Perawan tua." Cengir Ririn
"HEH!" Ayudia membulatkan matanya mendengar penuturan Ririn. Memang mulut Ririn rusak akhir-akhir ini.
"Astagfirullah. Untung keponakan. Kalo bukan udah tante buang ke laut kamu." Kesal Aira.
"Bercanda. Seriusss aja hidupnya." Ucap Ririn dengan watados.
"Keponakan biadab, dasar. Belum aja tante kutuk jadi batu kamu." Kesal Aira.
"Lahh emang Malin Kundang?" Tanya Ririn tak peduli. Dia kembali duduk di sofa depan televisi.
Ayudia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan adiknya itu, dan berlalu ke dapur. Sedangkan Aira ikut duduk di samping Ririn.
"Loh? Tante kapan dateng?" Tanya Nathan yang baru pulang entah dari mana.
__ADS_1
"NATHANNNNNN." Teriak Aira berdiri dan merentangkan tangannya menghampiri Nathan.
Mereka melakukan hal yang sama seperti yang Aira lakukan pada Ayudia dan Ririn. "Tante udah lama disini?" Tanya Nathan.
"Baru aja kok, sayang."
"Ya sudah, Nathan ke atas dulu mau bersih-bersih."
"Iya sayang. Nanti turun lagi ya, tante masih kangen sama kamu." Ucap Aira yang di balas anggukan oleh Nathan.
*****
Pagi ini, Ririn sudah di izinkan mengendarai motornya kembali. Untuk mendapatkan izin itu, dia membutuhkan waktu sekitar satu jam-an untuk merengek terlebih dahulu kepada Ade dan Nathan. Karena pada awalnya mereka berdua kekeh tidak mengizinkan Ririn untuk mengendarai motornya dulu sekarang. Namun, dengan jurus andalannya dan sedikit rayuan akhirnya kedua laki-laki itu mengizinkannya mengendarai motornya itu.
Saat ini Ririn sedang berada di area parkiran. Dari awal dia masuk ke tempat ini, matanya tidak terlepas dari segerombolan orang yang tidak tau sedang melakukan apa. Ririn turun dari motornya kemudian menerobos segerombolan orang itu dengan santainya. Dia pergi ke barisan terdepan.
"Woyy monyet, sini lo!" Ucap Malik kepada Ririn yang sedang menatapnya malas tapi tetap berjalan ke arah mereka.
Banyak siswa-siswi yang menatap Ririn dengan tatapan tidak suka. Tapi bukan Ririn namanya kalo dia mengubris mereka semua.
"Kenapa?" Tanya Ririn malas.
*****
"Hai, aku Ririn." Ucap Ririn tersenyum manis.
"Aku Reyhan."
"Varen"
"Ngga usah kalem lo, njirr." Cibir Kenzo.
"Dihh dasar baperan." Ucap Malik.
"Maaf anda siapa, ya?" Tanya Ririn tersenyum ramah.
Pletakk
Haiden menyentil dahi Ririn keras. "Lo jelek kalo baperan."
"Dih nggak jelas banget lo."
...*****...
ig : @knririn_
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak yaw gengs. Vote Like and komen..