RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-20


__ADS_3

Kini mereka pun tengah berjalan menyusuri rak-rak makanan. Ririn hanya berjalan mengikuti Aira yang sedang mendorong troli sembari melihat-lihat makanan yang akan dia beli.


"Tan, aku mau beli minuman ya bentar." Ucap Ririn.


"Nggak mau bareng aja nanti?" Tanya Aira kepada Ririn.


"Haus. Tadi kan pulang sekolah langsung siap-siap, abis itu ke sini juga cuma jalan-jalan doang." Jawab Ririn


"Ya udah sana. Tante tunggu di sini ya."


"Oke"


Ririn pun meninggalkan Aira untuk membeli minuman. Sembari berjalam, matanya berkeliling melihat-lihat area sekitar. Dan tiba-tiba Ririn menghentikan langkahnya.


"Waaawwww sugar daddy." Ucap Ririn dengan mata berbinar.


Dengan cepat Ririn merapikan rambutnya, kemudian dia mengambil ponselnya dan langsung berkaca, memastikan tidak ada yang aneh pada wajahnya. Dia langsung berjalan mendekati sugar daddy itu yang sedang melihat-lihat minuman sambil tersenyum.


Namun, tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang dari arah belakang. Orang itu membawa Ririn sedikit menjauh dari tempat itu.


Ketika berada di tempat yang sepi, di antara rak-rak makanan. Ririn langsung melepaskan cekalan orang itu dengan kasar.


"Woyyy ngapain sih lo main tarik-tatik segala? Lo tau nggak sih, tadi itu gue mau godain sugar daddy. Tapi gagal gara-gara lo." Kesal Ririn kepada Cavero. Yaps, orang itu adalah Cavero.


"Dia bokap gue, bego." Ucap Cavero datar.


Ririn membulatkan matanya sempurna ketika mendengar ucapan Ririn. MALU, itulah satu kata yang dapat mendeskripsikan perasaan Ririn saat ini. Apa ini? Bagaimana bisa dia akan menggoda ayah dari temannya sendiri.


"Lo mau godain bokap gue?" Tanya Cavero menatap Ririn dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ha-hah, ng-ngak si-siapa yang mau godain bokap lo?" Elak Ririn.


"Halah." Cibir Cavero yang tentu saja tidak mempercayai ucapan Ririn.


*****


Matahari datang kembali untuk menyinari bumi dan membangunkan semua orang dari mimpinya dan memulai menjalani kenyataan yang pahit.


Selamat pagi dunia tipu-tipu. Itulah sapaan orang yang sedikit lelah di dunia yang penuh dengan tipu daya ini.


Kini semua orang rumah sedang berada di ruang makan. Sedangkan Ririn masih bersiap-siap di kamarnya.


Setelah beberapa saat akhirnya Ririn pun keluar dari kamarnya dan langsung pergi ke ruang makan.


"Pagi dad, mom, bang, tan!" Sapa Ririn yang baru saja datang dari kamarnya.


"Pagi, Rin!" Balas mereka semua.


"Ayo duduk, biar mommy siapin dulu sarapan buat kamu!" Titah Ayudia yang langsumg di turuti oleh Ririn.


"Kuliah kamu gimana, Bang?" Tanya Adelard kepada putra pertamanya. Adelard memang suka menanyakan tentang bagaimana sekolah anak-anaknya.


"Ya seperti biasa, dad." Jawab Nathan yang di angguki Ade.


"Kalo kamu, Rin?" Tanya Ade kepada putrinya.


"Nggak asik. Tugasnya udah kaya kasih ibu." Jawab Ririn santai.


"Ha? Kenapa gitu?" Tanya Ade lagi. Akhirnya dia mendapatkan jawaban yang berbeda dari biasanya. Sedangkan Nathan yang mendengar jawaban Ririn mengerutkan dahinya bingung.

__ADS_1


"Tak terhingga sepanjang masa." Jawab Ririn malas.


"Ada-ada aja kamu." Ucap Nathan menatap adiknya malas.


"Dari raut wajahnya sih, kaya orang bahagia banget." Ucap Aira terkekeh.


"Dihh tante rabun? Udah jelas-jelas ini raut wajah tertekan."


"Mulutnya meresahkan yaa." Ucap Aira.


"Efek kecelakaan gini nih." Ucap Ayudia yang sedang mengoleskan selai coklat ke roti Ririn.


"Nih!" Ayudia memberikan roti kepada Ririn. Ririn pun menerimanya dan langsung memakannya.


Setelah selesai Ririn pamit kesekolah. Sedangkan Nathan tidak berangkat pagi karena tidak ada jadwal kuliah pagi hari ini.


"Ririn berangkat dulu. Bye semua."


"Assalamualaikum!" Sindir Nathan.


"Hehe Assalamualaikum." Salam Ririn.


"Waalaikumsalam."


*****


Waktu menunjukkan pukul tujuh kurang satu menit. Ririn sudah berada di area parkir sekolah. Kurang lebih tiga puluh detik kemudian, Cavero dkk datang dan memarkirkan motornya tepat di dekat motor Ririn dengan Cavero yang di sampingnya.


"Selamat pagi kawan-kawan." Sapa Ririn.


"Tumben lo dateng lebih dulu dari kita." Heran Haiden.


"Bacot!" Sentak Ririn kemudian melenggang pergi di susul mereka bertujuh.


"Alahh jelek lo kalo baperan!" Ucap Kenzo.


*****


Lima belas menit lagi baru akan berbunyi bel istirahat. Sedangkan Ririn sudah beringsat beringsut di bangkunya menunggu kapan bel itu berbunyi.


"Kenapa kamu, Rin?" Tanya Pak Burhan yang memperhatikan Ririn dari tadi. Yaps, Pak Burhan guru matematika di SMA GALAXI yang dulu pernah berdebat dengan Ririn gara-gara soal Aini yang membeli jeruk.


"Pak, kapan keluarnya sih. Cacing di perut saya sudah gendang-gendung di dalem nih." Protes Ririn.


"Ya kamu keluar saja. Tapi seperti biasa." Jawab Pak Burhan santai.


"Ya elah pak, tinggal lima belas menit lagi juga masa mau meng-alfakan absen saya?" Tanya Ririn sewot.


"Itu terserah kamu." Balas Pak Burhan.


"Gini aja deh pak. Saya jawab soal di papan, kalo saya benar saya boleh keluar duluan. Bagaimana?" Tawar Ririn.


"Oke. Ayo maju kamu."


"Siapa takut!"


Dengan kepercayaan diri yang penuh, Ririn maju untuk menjawab soal yang ada di papan tulis.


Setelah selesai, Ririn mengerbalikan spidol milik gurunya. "Bagaimana Pak?" Tanya Ririn sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Pinter juga ternyata kamu." Puji pak Burhan setelah melihat jawaban Ririn yang ternyata benar.


"Ririn gitu loh." Balas Ririn dengan gaya sombongnya.


"Nyesel saya puji kamu." Ucap pak Burhan yang melihat gaya sombong dari Ririn. "Udah sana kamu keluar!"


Banyak pasang mata yang menatapnya takjub saat mereka tau bahwa jawaban Ririn benar. Pasalnya yang mereka tau, Ririn tidak bisa apa-apa hanya bisa mengandalkan orang lain. Tapi sekarang? Amazing, pikir mereka.


"Wohoo tengkyuu pak. Alepyu pull-pull." Ucap Ririn kegirangan.


"Dadaah pren-pren ku semua. Selamat menikmati lapar kalian." Ririn melambaikan tangannya kepada semua teman kelasnya yang menatapnya iri.


Mereka semua yang ada di dalam kelas menatap iri kepada Ririn yang lagi dengan mudahnya keluar dari kelas yang masih belajar.


Saat sedang berjalan menuju kantin, langkahnya terhenti ketika ada notif dari ponselnya.


"Sapa nih?" Ririn mengerutkan keningnya. Namun, sedetik kemudian dia membulatkan matanya.


"Anjirr bisa-bisanya." Ririn mengangakan mulutnya cengo.


Sedetik kemudian, dia berlari ke kantin mencari Cavero dengan raut wajah yang sangat bahagia. Dia terus berlari dan berlari sampai akhirnya dia sampai di area kantin. Seyelah berada di kantin, dia pun langsung menemui Cavero dengan senyuman yang selebar-lebarnya. Dugaannya benar, Caveri dkk pasti ada di kantin.


"Cav, lo mau nggak jadi pacar gue?" Tanya Ririn dengan senyuman manis yang masih mengembang di wajahnya.


"Lo kesambet apaan, njir?" Tanya Haiden kepada Ririn.


"Iya Rin. Kemarin bilangnya udah nggak cinta, tapi sekarang nembak fuluan." Sambung Malik.


"Ssssttt! Gue nggak ngomong sama lo, gue lagi ngomong sama si Cavero." Ucap Ririn tanpa menoleh ke arah Haiden ataubpun Malik.


"Sakit lo?" Tanya Cavero dengan tatapan tajamnya.


"Iish buruan, mau nggak?" Tanya Ririn sekali lagi sembari menaik turunkan alisnya beberapa kali.


"Kalo nggak, gimana?" Tanya Cavrro melipat tangannya di depan dada.


"Ya nggak papa sih. Tapi, lo mau tau sesuatu nggak?" Ririn mengubah senyum bahagianya menjadi senyum liciknya.


"Wahh ni anak pasti mau aneh-aneh nih." Gumam Varen yang sudah mulai mencurigai Ririn.


"Tau apa?" Tanya Cavero mengangkat alisnya sebelah. Sebenarnya dia nggak peduli tapi dia juga penasaran. Nah loh gimana konsepnya tuh?


"Bokap lo ngechat gue. Udah gitu ngajak dinner lagi." Bisik Ririn kepada Caveri. Kemudian dia ketawa penuh kemenangan. "Nih liat!" Ririn mengeluarkan ponselnya dan langsung memperlihatkan chat yang di kirim oleh ayahnya Cavero.


082xxxxxxxxx


Assalamualaikum


Apa ini dengan orang yang di mall semalam?


Saya berniat ingin mengajak kamu untuk dinner malam ini. Apakah kamu bisa?


Cavero membulatkan matanya. ****! Pantes aja semalem minta izin buat nikah lagi.


...🌱...


Jangan lupa kasih aku hadiah/gift untuk novel ini ya gengs. karena itu berarti banget..


Jangan lupa Vote, Like and Komen..

__ADS_1


__ADS_2