RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-8


__ADS_3

"Eh Cav, lo benci sama si Rir- eh maksudnya gue?" Tanya Ririn.


"Hah?"


"Emm, lo benci sama gue?"


"Hm."


"Oke. Terus apa yang harus gue laluin supaya lo nggak benci lagi sama gue?" Tanya Ririn serius dan antusias.


"Cukup jauhin gue dan jangan ganggu gue!" Jawab Cavero.


"Aaaaaakkh yang bener? Alhamdulillah ya Allah." Ucap Ririn kegirangan.


Akhirnya dia tidak perlu berurusan dengan manusia menyebalkan ini. "Oke. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya akan berhenti mengganggu kalian lagi. Jadi, kembalikan hp saya dan saya pun akan pergi menjauh dari kalian!" Ucap Ririn formal sembari mengulurkan tangannya meminta handphonenya kepada Cavero.


"Ngapain?" Tanya Cavero.


"Ha?" Ririn mengerjapkan matanya bingung.


"Tangan lo."


"Lo kan minta gue buat jauhin lo. Jadi, balikin hp gue dulu abis itu gue janji bakal jauhin lo."


"Oh g-"


Brakk


Argh


Ririn merasakan panas di area pundak hingga tangannya karena ada seorang murid perempuan yang menumpahkan kuah bakso ke arahnya dengan sengaja. Membuat Cavero dkk semua yang melihatnya terkejut.


Aduhh anjir panas huaaaaa jangan-jangan pundak sama tangan gue hilang. Batin Ririn ngelantur sembari mengibas-ngibaskan tangannya.


"Ma-maaf Ririn aku nggak se-sengaja." Ucapnya gugup dan takut dengan mata berkaca-kaca. Ririn menatap tajam perempuan di hadapannta ini.


Si anak gorila ternyata. Wah mau main-main sama gue bit*h. Geram Ririn dalam hati.


"Makanya kalo jalan hati-hati!" Peringat Riri?n tenang membuat perempuan itu bingung dengan reaksi Ririn.


Tumben nggak ngamuk. Batin perempuan itu.


"A-aku bener-bener hiks nggak sengaja hiks maaf." Perempuan di hadapannya ini dengan menggenggam tangan Ririn, tapi saat Ririn melepaskan tangannya dari genggaman tersebut, perempuan itu dengan sengaja menjatuhkan dirinya sendiri.


Aish drama banget ni cewek. Batin Ririn jengah.


"Monika! Lo nggak papa?" Tanya seorang pemuda yang baru datang yang bernama Dion, membantu Monika yang tengah menangis berdiri.

__ADS_1


Wahh ada pangeran monyet nya dateng. Ririn terkekeh dalam hati.


"Lo apa-apaan sih pake dorong Monika segala." Bentak Dion menatap Ririn tak suka.


"Gue nggak dorong dia. Dianya aja yang jatuhin dirinya sendiri." Ucap Ririn membuat Dion mengepalkan tangannya.


"Mana ada maling ngaku" ucap Dino.


Cavero dkk. yang melihat drama di depannya ini hanya diam menonton tanpa ada niat untuk menengahi.


FYI, dulu Cavero dkk. dan Dion adalah sahabatan tapi persahabatan mereka pecah karena Dion suka sama Ririn, sedangkan Ririn lebih suka sama Cavero itu yang membuat Dion memusuhi Cavero. Sedangkan Monika adalah musuh bebuyutan si Ririn, Monika selalu iri dengan semua yang dimiliki oleh Ririn.


Hell? Dia tau aja kalo gue suka maling. Maling mangga mang kupret. Apa dia cenayang?. Pikir Ririn.


"Iya orang kita lihat sendiri tadi lo hempasin tangan lo sampe buat Monika jatuh." Ucap Dino.


"Bener tuh" Melvin membenarkan.


Ririn terkekeh pelan mendengar ucapan mereka. "Lo kalo nggak tau apa-apa sebaiknya diem" Ucap Ririn sinis menatap Melvin dan Dion dengan datar.


Eh busyett kok serem ya. Batin Melvin dan Dion.


"Lain kali nggak usah drama buat cari perhatian semua orang." Ucap Ririn menatap tajam Monika yang ketakutan, Dion yang melihat itu menyembunyikan Monika di belakangnya.


"Lo yang drama disini. Nggak usah nuduh orang, lo pikir dengan lo berubah penampilan kaya gini semua orang akan suka sama lo, gitu?" Dion menatap tajam Ririn.


Ririn tersenyum mengejek "Lo salah besar kalo gitu. Biar gue kasih tau Ririn yang dulu udah mati dan sekarang hanya ada Ririn yang berbeda." Jujur Ririn memang itulah kebenarannya bukan, Ririn yang sekarang adalah Aqila. Semua orang yang mendengar perkataan Ririn menganga.


"Jadi jangan harap Ririn yang sekarang akan diam jika ada yang berani mengusiknya!" Peringat Ririn datar membuat semua orang yang ada disana terdiam dengan pemikiran yang beda-beda.


Ini beneran Ririn?. Batin Melvin histeris


Wow amazing, Rin. Batin Malik dan Haiden


Dan masih banyak lagi batinan orang-orang yang ada disana. Cavero yang melihat itu semua tersenyum tipis.


"Lo pikir gue bisa langsung percaya. Sekalinya iblis tetap iblis mana mungkin langsung berubah jadi malaikat. Ucap Dion tersenyum miring.


"Nah bener tuh" gumam Dino menyetujuimya membuat Ririn malas terus berhadapan dengan pria-pria aneh di hadapannya.


Belum selesai masalah dengan si jambret, muncul lagi masalah sama ni monyet, hadehh. Batin Ririn jengah.


"Haloo memangnya ada iblis yang cantik bin imut macem gue? Yang ada iblis aja insecure kalo di samain sama gue" ucap Ririn dengan polosnya membuat semua orang cengo melihatnya.


"Kalo disamain sama lo baru tuh cocok iblis" lanjut Ririn tersenyum mengejek.


Haha mampus makan tuh bacotan gue. Batin Ririn tertawa puas.

__ADS_1


"Yaa terserah lo pada mau ngomong apa. Mau percaya atau nggak sama gue, gue nggak peduli."


Ririn mengambil paksa hpnya yang berada di tangan Cavero dan pergi. Namun sebelum melangkah tangannya di tahan oleh Dion.


"Maksud lo apa ngomong gitu, hah?" Tanya Dion mengeraskan rahangnya.


"Maksud gue? Jauh-jauh lo dari hidup gue, nggak usah ikut campur bisakan?" Ririn menatap Dion tajam.


"Gue nggak bakal ikut campur kalo lo nggak bully orang yang lemah terutama Monika." Tegas Dion.


"Denger baik-baik! Gue nggak bakalan bully orang kalo orang itu nggak ganggu gue duluan" bentak Ririn membuat semua yang melihatnya berdecak kagum dengan keberanian Ririn, terutama Cavero dkk.


"Lo tanya sendiri sama cewek sok polos di belakang lo itu."


"Emang dia polos nggak kaya lo." Sinis Melvin.


"Emang gue kaya gimana? Lo tau apa tentang gue Tuan Aldeon yang terhormat?" Melvin menelan ludahnya dengan kasar ketika dia melihat tatapan menakutkan dari Ririn tertuju padanya.


"Lagian, bukannya dia udah minta maaf sama lo. Dia nggak sengaja juga" ujar Dino membuat Ririn tersenyum sinis.


Ririn pergi dari kantin dengan tersenyum manis membuat semua orang disana terkesiap akan senyum Ririn.


"Lo tenang aja, Ririn nggak bakal berani apa-apain lo." Ujar Dion kepada Monika.


"Iya lo tenang aja kita bakal jagain lo kok." Ucap Dino.


"I-iya makasih kak." Ucap Monika tersenyum manis.


"Lo belum makan kan?" Tanya Dion di balas gelengan oleh Monika.


"Ya udah lo makan barebg kita aja" ucap Melvin.


"Cabut!" Pinta Cavero berdiri dan melenggang pergi dari kantin di ikuti yang lainnya.


"Gila si Ririn keren banget" ucap Haiden


"Iya nggak nyangka gue, biasanya langsung ngamuk dia. Tapi tadi dia.. ahh sudahlah." Lanjut Malik.


"Ehh tangannya gimana ya, kuah baksonya masih panas banget tadi gila!!"


Sedangkan Cavero dan David hanya diam menyimak perbincangan temannya yang somplak itu.


Aneh. Batin Cavero


...🌱...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan gengs!

__ADS_1


Hadiahnya juga jangan lupa!


__ADS_2