RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-6


__ADS_3

ig : @knririn_


*****


"Mau kemana lo? Jawab dulu pertanyaan gue bangsatt!" Ucap Ririn sedikit ngegas.


"Wihh udah berani main kasar ke si bos. Biasanya juga aku-kamu lo." ucap Haiden terkekeh.


"Diem lo njingg!" Sentak Ririn.


"Kenapa lo nanya gue, sedangkan lo sendiri tau dimana kelas lo." Ucap Cavero datar.


"Aduhh bangsatt kalo gue tau ngapain gue tanya lo. Gini ya, gue kan kemarin kecelakaan tuh, anggap aja gue hilang ingatan!" Ucap Ririn emosi.


"Berarti lo nggak hilang ingatan beneran dong? Lo cuma nyuruh gue buat 'menganggapnya'." ucap Cavero


"Aish ribet banget lo jadi orang." Ucap Ririn frustasi. "Tinggal bilang aja kelas gue dimana, beres kan?."


"Rin, gue siapa?" tanya Malik


"Mana gue tau monyett!"


"Kalo gue?" tanya Kenzo.


"Gue nggak tau sama lo semua, dan gue juga nggak mau tau. Sampe sini paham?" Tanya Ririn ngegas.


"Lo beneran hilang ingatan?" tanya David heboh.


"Anggap aja begitu." jawab Ririn acuh. "Udah sekarang kasih tau kelas gue dimana, buruan!"


"Kok lo ngegas sih, njing!!"


Ririn menjambak rambutnya frustasi. "Udah kita gelud aja yok, yok!"


"Kelas lo ada di IPA-5, lo jalan lurus aja nanti naik tangga." Ucap Cavero.


"Dari tadi kek njing!" Ririn pergi dari sana tanpa mengucapkan kata terima kasih.


"Cuh, nggak ada terima kasihnya banget tuh anak." Cibir Haiden.


Mereka berlima pun melanjutkan langkahnya yang tertunda karena Ririn.


*****


Kini Ririn sudah menemukan kelasnya berada. Saat sampai di depan pintu masuk, Ririn langsung di hampiri ketiga temannya yang bernama Delisha, Enzy dan Mahira.


"Loh Rin, lo udah sembuh?"


"Kok lo udah masuk sekolah aja"


"Kita denger kalo lo koma. Kok sekarang udah sehat-sehat aja, kayak orang nggak pernah sakit."

__ADS_1


"Nggak ada yang sakit kan, Rin?"


Itulah rentetan pertanyaan yang di lontarkan Delisha, Enzy dan Mahira kepada Ririn.


"Gue nggak papa kok, tapi-."


"Tapi apa, Rin?" Tanya Enzy memoting perkataan Ririn.


"Tapi lo bertiga siapa?" tanya Ririn polos.


"Hah, lo nggak inget sama kita bertiga?" Tanya Mahira sembari membulatkan matanya terkejut.


"Kita sahabat lo, Rin. Gue Delisha, ini Enzy dan ini Mahira" Ucap Delisha.


Prokk


Ririn bertepuk tangan satu kali. "Kalian sahabat gue, kan?" tanya Ririn kepada mereka bertiga. "Lo tau nggak sandi hp gue, apa?" Tanya Ririn.


"Rin, lo beneran hilang ingatan?" tanya Mahira cengo.


"Iya, anggap aja seperti itu. Tau nggak kalian bertiga sandinya?"


"Lo kan nggak pernah ngasih tau ke kita." Ucap Mahira


"Tapi kayaknya sandi hp lo itu tanggal ulang tahunnya si Cavero nggak sih?" Ucap Enzy mengetuk-ngetuk dagunya.


"Nah, kayaknya bener kata Enzy menurut gue." Delisha menyetujui perkataan Enzy.


"Gue duduk dimana?" Tanya Ririn.


"Lo sebangku sama gue" Ucap Delisha.


Ririn pun pergi ke mejanya dan langsung duduk di sebelah Delisha. Tak lama dari itu, bel pertanda masuk pun berbunyi. Semua siswa-siswi berhamburan masuk ke dalam kelasnya masing-masing. Kemudian beberapa saat setelah itu, guru mata pelajaran pun datang. Mereka pun belajar dengan sungguh dan hening.


*****


Kring kring...


Bel pertanda istirahat pun berbunyi. Akhirnya, waktu yang di tunggu-tunggu oleh Ririn tiba juga. Ia membereskan alat tulisnya sebentar, sebelum ia pergi ke kantin. Sekarang perutnya terasa sangat lapar karena tadi pagi dia tidak sempat untuk sarapan terlebih dahulu.


"Eh gue ke kantin duluan ya!" pamit Ririn kepada ketiga bestie nya itu. Dia pun pergi dari kelasnya tanpa mendengar jawaban dari mereka.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuk ia bisa sampai di kantin, karena jarak antara kelasnya dan kantin tidak terlalu jauh. Dia pun sangat bersyukur akan hal itu, karena ia dengan mudah bolos di saat jam pelajaran dan pergi ke kantin.


Tujuannya sekarang ialah ke warung Bi Yani karena ia melihat ada nasi goreng di dalam menu nya. Namun, dangan terpaksa ia harus mengurungkan niatnya terlebih dahulu ketika ia melihat Cavero di sana. Dengan terpaksa pula dia mengubah tujuannya.


Ririn pun berjalan ke arah meja yang di tempati oleh Cavero dkk. Jujur saja sebenarnya dia malas untuk bertemu dengan mereka lagi, karena sudah di pastikan dia akan mendengar omongan yang kurang mengenakkan dan juga sifat mereka yang sangat-sangat menjengkelkan.


"Oyy!" Panggil Ririn kepada mereka dengan malas.


"Mau ngapain lagi lo?" tanya Kenzo dengan sinis.

__ADS_1


"To the point aja ya. Gue kesini mau nanya tanggal ulang tahun lo." Ucap Ririn menatap Cavero malas.


"Buat apaan, lo?" Tanya Malik sewot.


"Buat nyantet, biar setan gue nggak salah sasaran. Puas lo?" Jawab Ririn ngawur. "Lagian, tiap kali gue nanya pasti lo semua bakal balik nanya, heran gue. Padahal tinggal jawab langsung aja kalo dia lahir tanggal segini, bulan segini, tahun segini. Gitu aja ribet banget lo semua, njing!" kesal Ririn.


"Rin, kok lo aneh banget sekarang, sumpah" Ucap Haiden bingung.


"Allahuakbar!!, bisa depresot gue lama-lama nanya sama lo semua." Sungguh Ririn sangat lelah nanya sama mereka berlima. Ia membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaanmya yang amat sangat simple.


"Terserah lo semua deh ya sekarang mau anggap gue kayak gimana. Gue nggak peduli, entah itu caper, gila, sedih, marah, bahagia, gue nggak peduli. Gue cuma minta buat jawab pertanyaan gue, HP gue nggak bisa di buka. BANGSATT!" Kesal Ririn.


"Urusannya sama kita, apa?" Tanya David.


"Allahuakbar!. Ya Allah bisa jemput mereka lebih cepat nggak sih?" Ririn benar-benar sudah sangat frustasi saat ini.


"BANGSATT!." Teriak mereka semua, kecuali Cavero tentunya yang terlihat santai.


"16-07-2004." Ucap Cavero dingin.


"Akhirnya, Ya Allah." Ririn pun langsung memasukkan angka-angka tersebut dan hasilnya berhasil.


"Lagian kenapa harus pake tanggal lahir orang sib padahal dia punya tanggal lahir sendiri. Nyusahin aja, udah mati juga." Gumam Ririn.


"Siapa yang mati?" Tanya Cavero yang mendengar semua ucapan Ririn.


"Ada noh burung bapak gue." Jawab Ririn ngawur.


"Njir, lo pernah liat burung bapak lo?" Tanya Malik dengan reaksi terkejut.


Ririn tidak mengerti dengan pertanyaan Malik, dia pun mengingat-ingat perkataannya tadi. "Eh astagfirullahalazim, nggak gitu njirr." Ucap Ririn panik.


"Jujur aja kali, gapapa" Ucap Haiden terkekeh.


"Otak lo kotor, dugong."


"Kata-kata lo yang ambigu, monyet!" Ucap Kenzo yang sedari tadi hanya diam saja.


"Ya maaf." Ucap Ririn acuh tak acuh. "Udah ah gue mau makan biar nggak Innalillahi." Ririn pergi menuju warung Bi Yani untuk memesan nasi goreng.


"Eh lo pada mikir nggak si, kalo si Ririn itu beda banget sekarang?" Tanya Lenzo.


"Iya njirr, Dulu mana pernah dia ngomong kasar di depan si Cavero." Ucap David.


"Iya, dia juga nggak pernah ngeladenin ucapan kita-kita, kan?" Lanjut Malik.


...🌱...


ig : @knririn_


Jangan lupa tinggalkan jejak yaw gengs. Vote, like and komen..

__ADS_1


__ADS_2