RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
FB PART-28


__ADS_3

Ririn berjalan perlahan-lahan menuju ke arah mommy dan abangnya dengan mata yang masih menatap neneknya itu.


"Mom, tu nenek-nenek siapa si? Gayanya masyaallah banget." Tanya Ririn.


"Bagus?"


"Alhamdulillah enggak." Jawab Ririn menggeleng cepat. Mereka kembali menahan tawanya yang mendengar perkataan Ririn.


Sabar jangan ngatain Rin, dosa! Tahan! Tahan! Rin yok bisa yok nggak ngatain! Ririn mengusap dadanya pelan untuk sabar.


"What are you whispering about?" (Sedang bisik-bisik apa kamu?) Tanya nenek Odi.


Ririn menatap ayah, ibu, tante dan abangnya kemudia tersenyum manis. "Yes!" Balas Ririn mengangkat jempolnya.


Nenek Odi kembali mengerutkan keningnya. "Why are you being stupid? Do you not understand what i am talking about?" (Kenapa kamu menjadi bodoh? Apakah kamu tidak mengerti dengan apa yang saya bicarakan?).


"Artinya apa bang?" Tanya Ririn kepada Nathan.


"Katanya 'kenapa kamu jadi bodoh dan nggak ngerti apa yang nenek ucapkan'" beritahu Nathan.


Ririn mengangguk paham. "Because my kepala after kejedot dengan somting, my kepala jadinya is jedag jedug. And i tidak can mengerti your bahasa, because your bahasa like alien, yang always is ngang ngong ngang ngong."


Adelard dan Nathan yang sedari tadi menampilkan muka datarnya. Kini mereka sudah tidak bisa lagi. Mereka sangat-sangat ingin ketawa mendengar jawaban yang di lontarkan Ririn.


"I don't understand what are you saying?" (Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan?).


"Katanya, 'aku tidak mengerti apa yang kamu katakan?'" Beritahu Ayudia.


"I am not peduli." Ucap Ririn. "Because itu your problem, tapi not my problem."


Ririn pun berjalan menuju kamarnya. Dia terus saja memukul-mukul kepalanya. Ini di ingatan si Ririn nggak ada bahasa inggrisnya apa ya? Atau emang dia juga nggak bisa? Tapi mana mungkin, aelah. Semoga aja tu nenek reot cepet pulang, pusing gue nggak bisa bahasa inggris. Nyesel gue tidur mulu dulu.


Dan yaa, rencana mereka untuk memarahi Ririn pun gagal karena ulah Ririn.


*****


Malam pun tiba. Seperti biasa kelaurga Xavier akan melakukan rutinitas makan malam bersama.


"Hei, nek ini is my sit here. You know?" Sentak Ririn kepada Nenek Odi yang sudah duduk di kursi tempat Ririn biasa jika makan.


"What are you saying?" (Apa yang kamu katakan?)


"Here is my sit. You pindah sana, because ini my sit from dulu." Ucap Ririn mencoba untuk menjelaskan.


Lagi dan lagi mereka yang ada di sana menahan tawa mendengar bahasa inggris Ririn yang mereka pun tidak mengerti artinya apa. Sedangkan Nenek Odi hanya menatap cucunya itu dengan tatapan bingung.


"Nathan, what did happen with your lil sister? Why is she being stupid now?" (Nathan, apa yang sudah terjadi dengan adikmu ini, kenapa dia jadi sangat bodoh sekarang?) Tanya nenek Odi kepada Nathan.

__ADS_1


"I don't know, grandma." (Aku juga tidak tau, nek) balas Nathan.


"Sudah-sudah, Rin kamu duduk di dekat tantemu saja dulu. Jangan ribut, mari makan daddy sudah lapar ini." Cela Ade yang sudah tidak tahan melihat Ririn. Jika melihat Ririn rasanya ingin ketawa terus. Dia juga berpikir, sejak kapan Ririn menjadi bodoh dalam bahasa inggris. Bukankah dulu dia sangat dekat dengan neneknya?


*****


"Anak-anak kalian akan praktek bola kaki. Tapi kita akan bermain futsal saja karena tidak ada lapangan bola kaki disini." Kata pak Wawan. "Ayo anak-anak bentuk kelompok 5 orang sesuai gender."


Ririn bergabung dengan Enzy, Mahira, Delisha dan Citra.


"Duh gue nggak bisa main bola." Cetus Mahira.


"Tinggal tendang aja apa susahnya." Balas Enzy.


"Gue kiper deh. Males lari-lari." Kata Citra.


"Gue yakin lo bisa nahan tu bola. Gunain semua kemampuan lo." Ucap Ririn merangkul Citra.


Ririn dan ketiga temannya sudah berdiri di tengah lapangan. Dia sebenarnya tidak tau juga bermain bola tapi Ririn berpikur hanya modal tendang saja apa susahnya.


Ririn memang pinter, tapi dia sangat minim di bahasa inggris dan olahraga.


Prittt


Bola di tendang ke arah Delisha, dengan cepat Delisha berlari mengejar bola itu. Ririn tertawa di tempatnya, merasa lucu dengan teman-temannya yang merebut bola secara bersamaan.


"Bwhahahha lucu kali lah kalian." Tawa Ririn melihat bola keluar lapangan. "Satu bola di rebut bertujuh bhahaha"


Dug


"Woy" teriak Ririn karena bola mengenai pantatnya. "Pelecehan namanya ini" ketus Ririn mengusap pantatnya.


"Lari dong, Rin" kesal Enzy.


"Eh iya ya." Kata Ririn melihat teman-temannya sudah sangat kesal dengan dirinya.


Ririn berlari mengejar bola. "Ya elah, ni bola manja banget minta di kejar-kejar. Nggak mau usaha sendiri apa" ketus Ririn sambil berlari.


"Woyy, Mahira bule ambil nih!" Ujar Ririn menendang bola ke arah Mahira.


Mahira kebingungan, karena dia tak tau maka dia asal menendang, bola menggelinding sangat jauh dari tiang gawang.


"Lo yang bener dong, ngopernya. Kan nggak jadi gol tuh." Cerocos Mahira.


Ririn melototkan matanya. "Malah nyalain gue lo. Ini juga salah lo, bego!"


"Jangan berantem, ayo main lagi." Lerai Pak Wawan.

__ADS_1


Sedangkan Cavero dkk sudah ketawa ngakak sembari memegang perut mereka kecuali Cavero yang hanya tertawa lirih.


"Bwhahaha anjir si Ririn, mainnya gitu amat." Ketawa Malik.


Ririn berlari mengejar bola yang berada di kaki lawan, dengan cepat Ririn merebutnya. Ririn menggiring bola menuju depan dan menendangnya. Tapi tendangannya malah melenceng.


"Emang nggak ada bakat-bakatnya gue disini." Gerutu Ririn.


"Lemah lo ah, biasanya juga lo keren." Cetus Enzy.


"Gue juga manusia kali. Nggak sempurna" baals Ririn.


Tubuhnya sudah terasa gerah, ingin sekali kabur ke pinggir lapangan tapi tidak bisa. Mau tak mau, Ririn kembali mengejar bola. Kali ini Delisha membawa bola.


"Ririn!" Pekik Delisha mengoper bola.


Dengan semangat Ririn menendang bola hingga masuk ke gawang lawan. Tapi dia tidak bisa menahan diri hingga Ririn hampir menabrak tiang gawang.


Brukk


Ririn tersangkut di jaring gawang membuat semua teman-temannya tertawa ngakak. Bahkan Cavero dkk saja sampai terbahak-bahak.


"Mommyyyy sakitt!" Pekik Ririn.


"Ririn kenapa?" Tanya Mira, penjaga gawang lawan yang polos.


"Nyangkut" kesal Ririn.


Mahira, Delisha dan Enzy berlari menghampiri Ririn. "Ya ampun, emang ada aja tingkah lo!" Kata Enzy sambil membanru Ririn berdiri. Kaki Ririn tersangkut di jaring gawang membuatnya seperti laba-laba yang ada di jaringnya.


"Niatnya mau keren, eh malah malu-maluin." Ketus Ririn.


"Bhahahaa Rin, lo mau cosplay jadi spider lo?" Tanya Kenzo yang sudah di lapangan bersama yang lain.


"Ada-ada aja tingkah lo, Rin. Heran gue" ucap David.


"Nggak bisa nge-rem!"


"Ada yang sakit?" Tanya Delisha.


"Sakit tu nggak, malunya yang nggak ngotak!" Jawba Ririn membuat Cavero dkk dan Mahira dkk kembali tertawa.


"Lagian lo ngapain larinya kenceng banget. Untung lo nyangkut di jaring, kalo nabrak tiang gimana, njirr. Bwhahaha" tanya Haiden yang tertawa seperti yang lain, sedangkan Cavero tertawa lirih tapi dalam hati tertawa lepas.


"Benjol!"


...*****...

__ADS_1


Yuks gengs, jangan lupa komen and like. tembus 10 komen dan 100 like lanjut nanti sore update lagi.


Jangan lupa share juga yaw. alapyuu..


__ADS_2