RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
Part 71


__ADS_3

Di harapkan baca part sebelumnya dulu pren:) karena aku sudah revisi jadi lebih panjang kemarin.


...🌱...


"Kamu ngapain di sini? Sama siapa hm?" Tanya Cavero lembut.


Anj! Jangan pake hm hm segala napa? Aish damage-nya gak ngotak gila. Batin Ririn.


"Oh itu anu hm? Apa ya? Itu mau jogging aja sekitar taman hehe," jawab Ririn sambil cengengesan menggaruk pipi gembulnya yang tidak gatal.


"Abangg Cya lapall tau pengen makan bubul ayamn," ujar Cya cemberut karena merasa tidak di perhatikan.


"Kok dia panggil kamu abang? Bukannya kamu anak tunggal? Apa jangan-jangan bokap lo nikah lagi dan ninggalin tante gue? Wahh gak bisa di biarin ini, bokap lo penghianat," corocos Ririn ngawur.


Cavero merotasikan matanya jengah dengab kelakuan perempuan di depannya ini yang sayangnya adalah kekasihnya sendiri. "Cya anak sepupu aku tapi dia selalu panggil abang bukan om dan papa gak pernah khianatin tante kamu dan ya kamu perhatikan aja ini Cya kira-kira umur berapa," cetus Cavero.


"Abangg Cya lapalllll," ujar Cya lagi dengan kesal.


"Aku juga!" Timpal Ririn semangat karena siang tadi dia makan sedikit.


"Ya sudah ayo kita cari makan," balas Cavero terkekeh sembari berjalan mencari tempat makan.


"Kok kakak ikutin kita bang," cetus Cya menatap Ririn sinis.

__ADS_1


"Gue calon kakak ipar lo, kenapa?" Balas Ririn sewot.


"Kenalin, dia pacar abang," ujar Cavero beritahu Cya.


"APAAAA ABANG PUNYA PACAL?" Pekik Cya heboh.


"Apa kakak ini pacal abang? Berarti Cya punya kakak pelempuan dong? Yeyeeee," heboh Cya di gendongan Cavero. "Kakak cantip tapi masih cangtip-an Cya," sambung Cya dengan gaya sombongnya.


"Hah?" Beo Ririn.


Kenapa dia seneng? Kan tadi gue galak-galakin ni bocah. Batin Ririn.


🌱


Sedangkan Cya berucap dengan santainya duduk di kursi nyerder di sandaran kursi dengan gaya angkuhnya sambil membenarkan letak kaca mata dan tas mungilnya.


Cavero terkekeh, sudah hafal dengan kelakuan adik keponakannya itu. Sedangkan Ririn dengan senang hati menyuapkan bubur Cya ke dalam mulut mungil Cya.


Mereka makan dengan tenang sambil sesekali mendengarkan celotehan dari Cya yang ya seperti yang kalian ketahui.


"Okey abang kakak sekalang Cya yang menelaktil kalian," ujar Cya dengan gayanya yang angkuh sambil berdiri di atas kursi untuk menyamakan tingginya dengan Cavero dan Ririn, tapi tetap pendekan Cya.


"Emang Cya punya uang?" Tanya Cavero.

__ADS_1


"Punya dong bang," jawab Cya dengan bangganya sembari membuka tas mungil yang dia bawa, mengeluarkan uang-uang yang ada di tas itu.


Cavero dan Ririn hanya melihat beserta tukang buburnya.


"Tuh kan ada banyak. Cya itu olang kaya tau," ujar Cya narsis. Cya menumpahkan semua isi tasnya berupa uang recehan di atas meja.


"Banyak banget," cetus Ririn bantu Cya menghitung uangnya.


"Iya dong, kan Cya lajin menabung," balas Cya dengan pede-nya.


Cavero dan Ririn menghitung uang receh Cya dan membayar bubur yang mereka makan dengan uang Cya.


"Terima kasih mas mba," ucap tukang buburnya.


"Sama-sama mang," jawab Ririn.


"Ah iya anak kalian lucu sekali," ucap tukang bubur tersebut kembali.


"Ah iya makasi mang," balas Cavero karena Ririn sudah menunduk blushing duluan.


...🌱...


Nanti di revisi biar lebih panjang. Jangan lupa di cek secara berkala.

__ADS_1


__ADS_2