RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 19


__ADS_3

"Kenalin nih, ini Reyhan dan ini Varen." Beritahu Malik kepada Ririn.


Ririn yang baru menyadari ada dua murid baru ganteng segera merapikan tatanan rambutnya dan berdiri dengan benar sembari menyodorkan tangannya. Sedangkan Cavero dkk yang melihat itu memutar bola matanya jengah.


"Hai, aku Ririn." Ucap Ririn tersenyum manis.


"Aku Reyhan."


"Varen"


"Ngga usah kalem lo, njirr." Cibir Kenzo.


"Diem lo, njing!" Sentak Ririn.


"Jijik gue liat lo begitu." Ucap Haiden.


"Dih setan." Umpat Ririn. "Sabar gue mah punya temen modelan monyet semua." Ucap Ririn dramatis mengusap-usap dadanya.


"Emang kita temenan?" Canda Malik.


"Ooh gitu? Oke. Mulai sekarang gue nggak kenal sama lo semua. Bye." Ririn langsung berjalan pergi dari sana. Namun, baru saja dia melangkah dua langkah, Malik langsung berhentikannya.


"Dihh dasar baperan." Ucap Malik.


"Maaf anda siapa, ya?" Tanya Ririn tersenyum ramah.


Pletakk


Haiden menyentil dahi Ririn keras. "Lo jelek kalo baperan."


"Dih nggak jelas banget lo."


Semua siswa-siswi yang melihat intraksi antara anggota Divine dengan Ririn, menatap Ririn dengan tatapan berbeda. Ada yang iri, tidak suka dll. Apa lagi seseorang yang menahan amarah dari tadi melihat itu semua.


*****


Kini Ririn sudah berada di area kantin. Matanya berkeliling mencari keberadaan Cavero dkk sembari membawa sekotak makanan yang dia bekal dari rumahnya. Ketika dia sudah menemukan orang yang dia cari, Ririn pun langsung berjalan pergi menghampiri mereka.


"Halo kawan-kawan." Sap aRirin dengan senyum manisnya.


"Ngapain lo kesini?" Tanya Kenzo menaikkan alisnya.


"Lo nggak liat gue bawa makanan?" Tanya Ririn dengan tersenyum paksa.


"Minggiran dikit, Den!" Titah Ririn kepada Haiden, karena dia ingin duduk di samping Varen.


"Mau ngapain?" Tanya Haiden.


"Jualan cilok. Ya duduklah, bego" Jawab Ririn tak santai.


"Santai dong, sat!" Ujar Malik.


"Iya lagian tempat yang lain juga masih kosong. Ngapain lo mau duduk di situ?" Tanya Kenzo.


"Kepo bet dah lo."


Karena Haiden lagi merasa sangat malas untuk bertengkar dengan Ririn, akhirnya dia pun mengalah dan berpindah ke kursi yang ada di sampingnya.


"Tengkyu kawan." Ucap Ririn smwbari tersenyun manis. Dia pun langsung duduk di kursi tempat Haiden tadi.


"Nih gue bawa bekel dari rumah, buatan emak gue. Buatan emak lo mana?" Tanya Ririn sembari membuka kotak makan, karena ingin memamerkannya.


"Dihh kek bocah lo, pake bawa bekel segala." Ejek Kenzo.


"Ya nggak papa, yang penting bisa sombong. Wlee." Ririn menjulurkan lidahnya ke luar. "Malik, lo punya nggak." Tanya Ririn kepada Malik.


"Emak gue udah di invite sama emaknya cavero." Jawab Malik santai.


Mendengar itu, Ririn menghentikan aktivitasnya. "Kenapa emang?" Tanya Ririn polos.


"Jawab kuis dari Malaikat Munkar dan Nakir." Jawab Cavero datar.


Ririn langsung memalingkan wajahnya lalu dia menutup matanya. "Anj gelap." Ucapnya.


"Makanya matanya di buka jangan di tutup." Ujar Reyhan terkekeh.


Ririn membuka matanya lalu menatap ke arah Haiden, Kenzo dan David. " Emak lo bertiga sudah di invite juga?" Tanya Ririn penasaran.


"Kaga lah anjir."


"Dihhh katanya kawan. Masa emak merwka berdua udah nggak ada tapi emak lo bertiga masah ada sih." Kawan macam apa tuh?" Cibir Ririn.


"Gue udah sumbangin bapak gue kok."Ucap Haiden dengan cengirnya.

__ADS_1


"Gue juga." Jawab Kenzo.


"Noh cuma si David doang yang masih lengkap." Ucap Haiden.


"Tinggal pilih aja kali. Bokap gue ada dua kok." Ucap David santai.


"Nyokap?" Tanya Ririn.


"Tiga lah." Jawab David.


"Anj maruk amat lo. Yang lain cuma punya satu atau dua, lah lo lima." Ririn menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sementara, Reyhan dan Varen berusaha untuk menahan tawanya. Mereka berdua merasa tidak enak untuk melepaskan tawanya. Namun, mereka juga kesulitan untuk menahannya.


"Aduhhh bapak gue nggak bisa kambek apa, ya? Kasian emak gue jadi janda." Ucap Haiden sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ya Allah, bisakah Kau menurunkan bapaknya dia." Tunjuk Ririn kepada Haiden seraya mengadahkan tangannya seperti orang sedang berdoa. "Sepertinya dia sudah cape jadi yatim." Lanjutnya.


"ANJ, RIRIN BANGSAT!" Umpat Haiden.


"Lo bisa mati sekarang nggak sih, di dunia juga nggak berguna. Kerjaan lo cuma meresahkan orang aja." Ucap Kenzo yang sedikit merasa keaal kepada Ririn.


Kini, Ririn tengah tertawa terbahak-bahak bersama Reyhan, Varen dan Malik. Mereka sudah tidak bisa menahan tawanya lagi. Sementara, Cavero hanya tersenyum tipis.


"Aduhhhh anj bentar, perut gue sakit aduhh." Ucap Reyhan yang masih tidak bisa berhenti tertawa sembari memegangi perutnya yang sudah terasa sakit.


"Iya anj, pembahasannya gini banget Ya Allah." Sahut Ririn.


*****


"Assalamualaikum ukhti-ukhti." Salam Ririn yang baru pulang dari sekolahnya.


"Eeh Rin, udah pulang ternyata." Ucap Aira. "Cepetan gih kamu ganti baju, mandi terus siap-siap. Kita jalan ya." Lanjutnya.


"Mau kemana nih?" Tanya Ririn.


"Jalan-jalan aja berdua. Terserah kamu mau kemana. Mau ke mall atau ke cafe? Pokoknya terserah kamu deh, yang penting kita jalan berdua." Ucap Aira.


*****


Setelag menunggu selama 30 menit, dia sudah selesai bersiap-siap. Dia memutuskan untuk mengajak Aira ke mall saja. Karena dia tidak tau tempat yang bagus daerah ini.


"Udah siap, Rin? Jadinya kita mau kemana nih?" Tanya Aira.


Baru saja Ririn ingin membuka suaranya, tiba-tiba Ayudia menyelanya. "Pada mau ke mana nih, kok nggak ngajak-ngajak?" Tanya Ayudia.


"Kita mau jalan-jalan berdua aja. Jadi kali ini kakak diem aja di rumah ya, tungguin Abang dan kak Ade aja, oke?" Aira terkekeh lalu berjalan pergi ke luar.


"Jangan lupa baca doa ya mom, takutnya ada setan." Ririn menepuk-nepuk pundak Ayudia serta berusaha menakut-nakuti Ayudia.


Mendengar ucapan Ririn, tiba-tiba saja Ayudia merasa merinding. Dia memang orang yang penakut. Namun, kali ini dia tidak mau terlihat takut di depan Ririn. GENGSI GENGS.


"Mana ada hantu jam segini. Udah sana berangkat, tante kamu udah nungguin tuh." Ucap Ayudia.


"Hati-hati ya mam." Ucap Ririn sebelun dia pergi menemui tantenya.


*****


Setelah mengalami perdebatan yang cukup memakan waktu, akhirnya mereka berangkat menggunakan motor. Sebenarnya Aira tidak yakin dia bakalan baik-baik saja setelah di bonceng oleh Ririn. Namun karena Ririn tidak mau mengalah terpaksa dia yang mengalah.


"Ini tante bakalan selamat, kan?" Tanya Aira yang merasa khawatir akan keselamatannya.


"Tante tenang aja!" Jawab Ririn di balik helm fullface.


Akhirnya, setelah melewati jalan yang panjang dan ramai. Kini, mereka telah sampai di sebuah mall yang cukup besar.


Aira turun dari motor Ririn dengan susah payah. Rasanya saat ini dia ibgin sekali untuk memuntahkan semua yabg ada di dalam perutnya. Akibat Ririn yang melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"Aduhhh astagfirullah tante pengen muntah." Keluh Aira sembari berusaha membuka helmnya dan memberikannya kepada Ririn.


"Halah gitu doang, tan." Ejek Ririn terkekeh.


Aira melemparkan tatapan tajam kepada Ririn. "Dasar keponakan biadab!"


"Ya udah mau kemana dulu bih?" Tanya Ririn.


"Belanja makanan aja dulu, tante pengen mie. Udah lama nggak makan mie hehe."


"Ya udah ayo. Aku jajan ya, tapi tante yang bayarin hehe."


" Ya udah tenang aja."


"Azekkkk."

__ADS_1


*****


"Waaawwww sugar daddy." Ucap Ririn dengan mata berbinar.


Dengan cepat Ririn merapikan rambutnya, kemudian dia mengambil ponselnya dan langsung berkaca, memastikan tidak ada yang aneh pada wajahnya. Dia langsung berjalan mendekati sugar daddy itu yang sedang melihat-lihat minuman sambil tersenyum.


"Woyyy ngapain sih lo main tarik-tarik segala? Lo tau nggak sih, tadi itu gue mau godain sugar daddy. Tapi gagal gara-gara lo." Kesal Ririn kepada Cavero. Yaps, orang itu adalah Cavero.


"Dia bokap gue, bego." Ucap Cavero datar.


*****


"Kalo kamu, Rin?" Tanya Ade kepada putrinya.


"Nggak asik. Tugasnya udah kaya kasih ibu." Jawab Ririn santai.


"Ha? Kenapa gitu?" Tanya Ade lagi. Akhirnya dia mendapatkan jawaban yang berbeda dari biasanya. Sedangkan Nathan yang mendengar jawaban Ririn mengerutkan dahinya bingung.


"Tak terhingga sepanjang masa." Jawab Ririn malas.


"Ada-ada aja kamu." Ucap Nathan menatap adiknya malas.


"Dari raut wajahnya sih, kaya orang bahagia banget." Ucap Aira terkekeh.


"Dihh tante rabun? Udah jelas-jelas ini raut wajah tertekan."


"Mulutnya meresahkan yaa." Ucap Aira.


"Ririn berangkat dulu. Bye semua."


"Assalamualaikum!" Sindir Nathan.


*****


Waktu menunjukkan pukul tujuh kurang satu menit. Ririn sudah berada di area parkir sekolah. Kurang lebih tiga puluh detik kemudian, Cavero dkk datang dan memarkirkan motornya tepat di dekat motor Ririn dengan Cavero yang di sampingnya.


"Selamat pagi kawan-kawan." Sapa Ririn.


"Tumben lo dateng lebih dulu dari kita." Heran Haiden.


"Ho'oh. Mimpi apa lo semalem?" Tanya Malik.


"Bacot!" Sentak Ririn kemudian melenggang pergi di susul mereka bertujuh.


*****


"Kenapa kamu, Rin?" Tanya Pak Burhan yang memperhatikan Ririn dari tadi. Yaps, Pak Burhan guru matematika di SMA GALAXI yang dulu pernah berdebat dengan Ririn gara-gara soal Aini yang membeli jeruk.


"Pak, kapan keluarnya sih. Cacing di perut saya sudah gendang-gendung di dalem nih." Protes Ririn.


"Ya kamu keluar saja. Tapi seperti biasa." Jawab Pak Burhan santai.


"Ya elah pak, tinggal lima belas menit lagi juga masa mau meng-alfakan absen saya?" Tanya Ririn sewot.


"Itu terserah kamu." Balas Pak Burhan.


Setelah selesai, Ririn mengerbalikan spidol milik gurunya. "Bagaimana Pak?" Tanya Ririn sambil menaik turunkan alisnya.


"Pinter juga ternyata kamu." Puji pak Burhan setelah melihat jawaban Ririn yang ternyata benar.


"Ririn gitu loh." Balas Ririn dengan gaya sombongnya.


"Dadaah pren-pren ku semua. Selamat menikmati lapar kalian." Ririn melambaikan tangannya kepada semua teman kelasnya yang menatapnya iri.


"Cav, lo mau nggak jadi pacar gue?" Tanya Ririn dengan senyuman manis yang masih mengembang di wajahnya.


"Sakit lo?" Tanya Cavero dengan tatapan tajamnya.


"Kalo nggak, gimana?" Tanya Cavrro melipat tangannya di depan dada.


"Ya nggak papa sih. Tapi, lo mau tau sesuatu nggak?" Ririn mengubah senyum bahagianya menjadi senyum liciknya.


"Bokap lo ngechat gue. Udah gitu ngajak dinner lagi." Bisik Ririn kepada Caveri. Kemudian dia ketawa penuh kemenangan. "Nih liat!" Ririn mengeluarkan ponselnya dan langsung memperlihatkan chat yang di kirim oleh ayahnya Cavero.


082xxxxxxxxx


Assalamualaikum


Apa ini dengan orang yang di mall semalam?


Saya berniat ingin mengajak kamu untuk dinner malam ini. Apakah kamu bisa?


...🌱...

__ADS_1


ig : @knririn_


Jangan lupa tinggalkan jejak yaw gengs. Vote Like and komen..


__ADS_2