
Setelah menyelesaikan ujian akhir semester. SMA Galaxi akan melaksanakan kegiatan Classmeeting. Kegiatan yang di tunggu-tunggu para murid karena akan menghabiskan waktu di sekolah dengan melakukan banyak kegiatan. Ini juga di manfaatkan oleh semua murid untuk melancarkan aksi-aksi random mereka.
Anggota OSIS terlihat sangat sibuk, terbukti dari mereka yang berjalan mondar-mandir di lapangan mengurus kegiatan yang akan berlangsung.
Perlombaan yang akan mereka adakan di mulai dari basket, futsal, bulu tangkis dan voli. Hanya ada empat peelombaan yang mereka adakan karena dari masing-masing kelas harus mengutus perwakilan putra dan putri.
Di salah satu kelas yang sangat ribut, kelas siapa lagi kalau bukan XI IPA-5 kelasnya Ririn dkk. Mereka berempat dan teman kelasnya yang masih tersisa di kelas bernyanyi bersama, ada yang jadi tukang gendang meja, gitar pakai sapu, mic menggunakan tangan sendiri dan lainnya.
Aku ingin kau ada di sini...
Menemaniku...
Di kalaku bersedih..
Kau kan selalu-
"Woyy yang cewek siapa bisa main basket?" Teriak Varel sang ketua kelas menghentikan kegiatan mereka.
"Ririn noh." Jawab Vian teman kelas yang jadi gitaris dadakan. Varel langsung menoleh pada Ririn yang masih sibuk nyanyi dangdut tanpa memperhatikan mereka.
Sayang..
Opo koe krungu..
Jerite atiku...
Mengha-
Varel berjalan ke arah Ririn dkk dan menepuk pundaknya pelan membuat Ririn menoleh dan mengangkat alisnya sebelah. "Kenapa?"
"Bisa main basket kan?" Tanya Varel.
"Bisa, kenapa?" Tanya Ririn balik. "Ikut lomba basket bareng mereka." Jawab Varel menunjuk Mahira, Delisha, Jessy dan Enzy, Ririn menganggukkan kepalanya menatap ketiga temannya yang juga menganggukkan kepalanya.
"Gue sebenarnya nggak jago-jago banget, tapi bisalah." Ujar Enzy.
"Gue juga." Sahut Mahira.
"Nah tinggal satu lagi nih siapa?" Tanya Varel ke semua teman kelasnya. Varel mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas.
"Biar Laura aja noh." Jawab Ririn yang langsung berdiri dan berjalan keluar kelas.
Mereka yang melihat Ririn hanya terdiam bingung. "CEPET WOY! KATANYA KITA TANDING SEKARANG!" Sentak Ririn melihat temannya tak ada yang bergerak. Teman kelasnya langsung tertawa dan ikut keluar kelas.
"Lagian lo main keluar-keluar aja." Cetus Enzy tertawa.
Ririn berjalan di depan bersama Jessy kemudian teman kelasnya berjalan di belakangnya. Mereka banyak menyita perhatian karena berjalan bergerombolan seperti itu. Banyak yang memuji kecantikan dan ketampanan dari penghuni kelas Ririn, tenru saja Ririn dan ketiga temannya serta Varel sang ketua kelas lah visual dari mereka.
"Kenapa tuh rame-rame?" Tanya Kenzo yang duduk di depan kelasnya.
"Dih! Si empat curut tuh." Celetuk Malik melihat Ririn, Delisha, Mahira dan Enzy.
"Gue akui mereka cantik-cantik apalagi si cowok yang jalan di belakang Enzy dan Mahira ganteng tapi yaa masih gantengan gue lah." Ujar Haiden.
Mendengar penuturan Haiden membuat keenam temannya dan inti Dark Spider yang duduk berjejer di depan kelas merotasikan matanya jengah.
"Kepedean lo!"
"Mereka mau ngapain?" Tanya Leo entah kepada siapa.
__ADS_1
"Dari pada mati penasaran, mending kita langsung ke tribun lapangan." Ajak Diki berdiri dari duduknya dan menepuk-nepuk pantatnya mengusir debu yang menempel.
"Jangan gitu bangsat!" Sentak Arnold dan Kenzo yang masih duduk di sampingnya.
"Maafken bro!" Balas Diki nyengir kuda.
Kini Ririn dan timnya sudah berada di pinggir lapangan. Lawan mereka juga sudah berada disana.
"Kita langsung mulai aja ya biar nggak kelamaan." Ucap salah satu OSIS yang menjadi wasit. Para pemain sudah memasuki lapangan. Ririn berdiri di tengah-tengah berhadapan dengan salah satu musuhnya. Kondisi lapangan mulai ramai, banyak yang menonton untuk menyemangati mereka yang bertanding, namun tak sedikit juga dari mereka yang memanfaatkan situasi untuk melihat gadis-gadis cantik yang berada di lapangan. Tentu saja itu kesempatan bagus untuk para kaum Adam.
Pritttt
Ririn mendapatkan bola, dia mendrible bola dan mengopernya kepada Mahira. Ririn berlari ke depan selagi Mahira saling mengoper dengan yang lainnya. Bola yang berada di tangan Laura segera di lemparkan kuat kepada Ririn. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Ririn melempar bola hingga masuk kedalam ring.
Pritttt
"WHOHOOO RIRINNN!" Seru teman kelasnya.
"MANTAP RIN!" Teriak Varel sang ketua kelas sembari mengangkat kedua jempolnya.
"GI RIRIN GO RIRIN GO." Seru teman-teman kelasnya.
Gadis itu berlari menuju teman-temannya sambil tersenyum. Dia bergaya di depan tan sekelasnya. Menyombongkan kemampuannya adlaah hal wajib baginya.
"Anjirr damage-nya nggak maen-maen."
"Cantik banget woyy!"
"Yang itu juga cantik!"
"Dia mau nggak ya sama gue?"
"Ck.. gue juga bisa kaya gitu!"
Begitulah ujaran yang muncul dari beberapa murid, para siswa yang memuji Ririn sedangkan para siswi tidak sedikit yang merasa iri malah mengatai Ririn.
Kelas Ririn meminpin pertandingan, Ririn tidak menyangka teman sekelasnya juga pintar bermain basket meski pun tidak sepintar dirinya, tentunya. Dia semakin bersemangat hingga tak sadar menyenggol musuhnya hingga terjatuh.
BRUKK!
"Eh sorry sorry, gue nggak sengaja." Ucap Ririn mengulurkan tangannya berniat membantu lawan timnya berdiri.
"Sengaja ya lo?" Sentak gadis itu tak senang pada Ririn.
Ririn mengernyitkan dahinya menatap gadis dengan nama Della itu. *Gue nggak sengaja, maaf." Balas Ririn sabar.
Ririn dapat melihat raut kebencian dari Della. "HALAH BASI! LO PASTI SENGAJA KAN? SECARA LO NGERASA PALING KEREN KARENA SKOR LO PALING TINGGI!"
Ririn mengerjapkan matanya beberapa kali, kenapa gadis di depannya ini malah memakinya.
"Ini kenapa malah pada berantem suh?" Tanya snag wasit menengahi.
"Gue nggak sengaja dan gue udah minta maaf." Beritahu Ririn dengan sabar. Moodnya sedang bagus hafi ini, dia tidak mau membuat masalah.
"Lo pasti sengaja, kan? Gaya lo sok banget tau nggak? Sok kecantikan banget lo!" Sentak Della menunjuk Ririn dengan tidak santai.
Mereka menjadi pusat perhatian sekarang. "Dia nggak sengaja! Gue juga liat kalau dia nggak sengaja. Lagian lo nggak kenapa-kenapa tuh." Balas Andy sang wasit pun ikut membuka suara. Memang dia melihat bahwa Ririn tanpa sengaja menyenggol Della.
"Lo ngebela dia? Jelas-jelas dia salah. Jangan gara-gara dia dekat dengan geng Divine dan Leo terus lo bisa bela di seenaknya." Tukas Della kepada Andy. Gadis itu menoleh pada Ririn dan menatapnya remeh. "Udah lo kasih apa sama geng Divine dan Leo dkk sampai lo bisa sedekat itu sama mereka?" Tanya Della dengan senyuman mengejek Ririn.
__ADS_1
Habis sudah kesabaran Ririn. Bahkan tak sedikit yang terperangah dengan ucapan Della, mengapa gadis itu berani berucap seperti itu. Inti Dark Spider dan Cavero dkk yang memangenyaksikan itu pun berjalan ke pinggir lapangan.
"Mau gue cabein tu mulut?" Tanya Ririn dengan wajah datarnya. "Lo begini karena nggak bisa deket sama mereka kan? Eh gimana mereka mau deket-deket sama lo, modelan cabe kaya begini." Balas Ririn membuat wajah Della memerah.
PLAKK
Ririn menoleh akibat tamparan Della. Arnold sedari tadi sudah mau masuk ke dalam lapangan tapi di tahan oleh Derren. "Ririn bisa ngadepin tu cewek." Ujar Derren kepada Arnold.
"Murahan! Lo murahan! Gue yakin lo nggak mungkin bisa seenaknya menyentuh Cavero bahkan Leo sekali pun. Jawab! Udah ngasih apa aja lo ke Cavero atau Leo? Oh atau lo jadi simpanan dia? Iya? Dasar ******!" Sentak Della dengan wajah merah.
Cavero dan Leo mengeram marah mendengar penuturan tak senonoh dari mulut sampah Della.
PLAKK
"Jaga mulut lo!"
PLAKK
"Jangan cari masalah sama gue!"
PLAKK
Della terjatuh. Ririn menamparnya bolak balik, mereka yang berdiri di sisi lapangan menganga ngeri. Bahkan Andy sang wasit hanya diam saja melihat Ririn.
Ririn berjongkok di depan Ririn. "Lo salah berurusan sama gue." Ucap Ririn mendorong kening Della dengantelunjuknya lalu pergi menjauh dari sana. Ketiga temannya dan Jessy berlari mengikuti Ririn.
"Rin! Tungguin!" Pekik Enzy. "RIRINNNN!"
"Berisik!" Sentak Ririn.
"Mau kemana?" Tanya Mahira melihat Ririn berjalan menuju gerbang.
"Mau beli es campur di depan!" Jawabnya.
"Lah kenapa nggak di kantin aja?" Tanya Mahira.
"Di kantin nggak ada yang jual es campur!" Bukan Ririn yang menjawab tapi Delisha.
"Hehe lupa." Cetus Mahira cengengesan.
"Iya udah ayok." Semangat Enzy berjalan cepat meninggalkan keempat temannya.
Semua murid bebas keluar masuk sekolah karena selama Clasmeeting berlangsung adalah hari bebas bagi mereka.
Sesampainya mereka di kedai es campur, mereka langsung memesan dan duduk di kursi yang di sediakan.
"Mang mie ayamnya lima ya." pesan Ririn kepada mamang mie ayam yang kebetulan di samping kedai es campur.
"Siap neng."
*****
Hello pren-prenku semua..
Ini update terakhir aku di tahun 2021 ini. Sampai berjumpa di tahun 2022 nanti yaw..
Nanti akan aku update cerita baru, jangan lupa baca juga yaw..
Dukung Ririn dengan vote, like, komen dan favoritkan yaw..
__ADS_1
HAPPY NEW YEAR PREN!