RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
Part 62


__ADS_3

Di sabtu yang cerah ini, seorang gadis masih bergelut dengan selimut yang melilit tubuh mungilnya padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Gadis itu bukan dan tak lain adalah Ririn.


"ASTAGFIRULLAH ANAK PERAWAN SATU INIII!" Teriak Ayudia yang geram dengan tingkah anak gadisnya tersebut. Apalagi dengan posisi tidur yang sangat sangat tidak elit. "BANGUNN! RIRIN BANGUN UDAH SIANGGGG!" Teriak Ayudoa sambil ngebuka gorden kamar Ririn. Namun hal tersebut sama sekali tidak membuatnya terusik dari tidurmya.


"Anak perempuan satu ini astaga astagfirullah ya Tuhan," gumam Ayudia menggeleng-gelengkan kepala sembari istigfar. Ia terus berusaha membangunkan anak gadisnya itu.


Ini anak gak mati kan. Batin Ayudia melihat Ririn sama sekali tidak terusik dengan teriakannya sedari tadi.


"Ririn bangun! Itu pacar kamu di depan sudah nunggu lama, kalau kamu masih gak bangun-bangun mommy usir," ancam Ayudia ngarang karena saking frustasinya.


"HAH! Mana pacar Ririn manaaa?!" Ririn langsung bangun mendengar Ayudia mengatakan pacarnya datang. "Aduh mommy kenapa gak bangunin Ririn dari tadi aish malu banget kalo pacar Ririn dateng masih dalam keadaan gini," cerocos Ririn berlari kesana kesini seperti orang gila.


Ayudia merotasikan bola matanya jengah melihat kelakuan anaknya. "Dasar kamu yah, giliran pacar aja langsung melek tu mata," omel Ayudia.


"Aduh mommy ngomelnya nanti aja. Sekarang mommy keluar dulu ya Ririn mau mandi gak enak ketemu mas pacar begini," ujar Ririn mendorong pelan Ayudia untuk keluar dari kamarnya.


"Aduhh kenapa Cavero dateng segala sih," gumam Ririn dan langsung berlari ke kamar mandi.


BRUKK!


Suara kamar mandi yang di tutup dengan keras. Ayudia yang masih berdiri di depan pintu kamar Ririn terlonjak kaget mendengarnya. "Astagfirullah," istigfar Ayudia mengelus dadanya kemudian meninggalkan kamar Ririn.


"Mommy kenapa?" Tanya Nathan yang melihat wajah masam Ayudia.


Ayudia melihat anak sulung dan suaminya lalu menghembuskan nafas panjang. "Huft! Itu adik kamu bikin mommy darah tinggi," kesalnya kemudian duduk dekat suaminya di sofa panjang ruang keluarga. "Masa mommy udah teriak-teriak bangunin dia sama sekali gak terusik terus mommy iseng bilang pacarnya dateng ehh malah langsung buka lebar matanya," ujar Ayudia menceritakan kejadian tadi.


Adelard yang paham dengan kelakuan anak gadisnya itu terkekeh. "Namanya juga anak muda mom, biarin aja," ujar Ade menenangkan istrinya.


"Anak muda anak muda kalau abang yang begitu sih mommy masa bodo tapi Ririn anak gadis loh dad. Aish pusing mommy," balasnya kesal membuat Nathan terkekeh geli dengan mommy nya.


Tidak lama terdengar suara langkah yang berjalan cepat menuruni tangga. Ade, Ayudia dan Nathan menoleh ke arah tangga dan terlihat Ririn yang menuruni tangga dengan pakaian serba hitam. "Mommy," panggil Ririn. "Pacar aku dimana?" Tanya nya celingak celinguk menatap setiap penjuru mansion.


"Pacar siapa?" Tanya Ayudia bingung. Ia lupa bahwa tadi dia membangunkan Ririn dengan alasan pacarnya datang.


Ririn mendelik menatap Ayudia. "Kan tadi mommy bilang pacar aku dateng," ujar Ririn sedikit kesal.


Ade dan Nathan menahan tawa melihat keduanya. Mereka memilih untuk pura-pura tidak tau. "Daddy sama abang liat Cavero dimana gak?" Tanya Ririn beralih kepada kedua laki-laki penghuni mansion.

__ADS_1


Ade menggeleng begitu juga dengan Nathan. "Dia gak kesini," jawab Ade yang diangguki Nathan.


Ririn yang mendengar itu menatap Ayudia dengan tatapan horor. "MOMMY!"


"Hehe lagian kamu sih gak bangun-bangun, mommy kan capek," ujar Ayudia kikuk menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


"Hihi ligiin kimi sih gik bingin bingin," ujar Ririn mengulang kalimat Ayudia dengan ejekan.


"Ngomong-ngomong mau ngelayat kemana kamu?" Tanya Nathan menelisik penampilan Ririn dari atas sampai bawah. Kaos hitam, jaket kulit hitam, celana jeans hitam bahkan sepatunya juga hitam.


"Hah? Siapa yang ninggal bang?" Tanya Ririn balik bertanya.


"Lah terus kamu ngapain serab hitam gitu dari ujung rambut sampai ujung kepala?" Tanya Nathan balik.


Ririn yang mengerti arah pembicaraan abangnya itu merotasikan matanya. "Hadehh abang gak update banget sih. Ini namanya fesien bang fesien," jawab Ririn sedikit tidak santai.


Kali ini giliran Nathan, Ade dan Ayudia yang merotasikan mata mereka jengah mendengar penuturan Ririn. Mana ada fashion hitam semua. "Terserah kamu aja!"


"Udah ah Ririn laper mau makan," ujar Ririn menghentak-hentakkan kakinya berjalan membuat pipinya yang sedikit gembul bergoyang.


"Idih ih Ririn lipir mii mikin. Siapa suruh bangun jam segini," sewot Ayudia. "Anak perawan kok gitu, anak gadis itu kalau subuh sudah bantu mommy nya masak bersih-bersih," sindirnya lagi.


"Wah enak nih," cetus Ririn melihat makanan yang ada di meja makan. Dengan gerakan cepat Ririn duduk kemudian mengambil nasi dan beberapa lauk memindahkannya ke piring. "Bismillahirrahmanirrahim," ucap Ririn kemudian memasukkan suapan pertama ke mulutnya. "Ah sedapnya."


"Abis ini gue mau kemana yah?" Tanya nya kepada dirinya sendiri. "Udah cantik gini masa cuma di rumah doang, rugi dong. Kalau di rumah doang males banget gue ganti baju lagi," gumamnya berpikir. "Gara-gara mommy nih."


Mata melihat keadaan di luar. "Tapi mataharinya panas banget."


"Udah ah gue keluarnya nanti sore aja. Sekarang waktunya makan," gumamnya lagi.


Selesai sarapan yang kesiangan, Ririn kembali ke kamarnya karena mau tidak mau dia mengganti bajunya dengan yang lebih santai. Dengan malas Ririn menaiki tangga sambil menggerutu tidak jelas.


***


"Bagaimana sudah tau siapa king dari mafia itu?" Tanya seseorang di sebrang telpon.


"Belum dapat gue pastikan tapi gue curiga salah satu siswa SMA GALAXI karena waktu itu gue gak sengaja lihat dia pergi ke arah markas BB. Dan menurut rumor yang gue denger king BB masih anak sekolahan," jawab seseorang D.


"Lo pastiin sesegera mungkin," titah seseorang A.

__ADS_1


"Pasti karena gue juga penasaran. Kalau memang dugaan gue benar, gue pengen dia mati di tangan gue sendiri!" Ujar orang D menekankan kalimat di akhirnya.


"Hahaa sepertinya lo dendam banget sama dia." Ujar A. "Gue kasih tau king BB ada tatto kecil di lengan kiri berbentuk diamond terus ada mahkota di atasnya."


"Terima kasih itu sangat berarti buat gue," ujar Orang D tersenyum smirk.


"Tapi lo harus hati-hati karena BB tidak bisa kita anggap remeh," peringat orang A. "BB terkenal dengan kesadisannya jika sudah berhadapan dengan musuh."


"Gue tau. Ya susah gue tutup dulu."


Tut!


...***...


SPOI NEXT!


"Hai cantik, kok sendirian aja?" Tanya Ririn membuat anak itu mengalihkan pandangannya ke arah Ririn.


"Gak kok kak, ini sama teman aku," jawab anak itu menunjuk ayunan yang ada di sebelahnya yang kosong.


"Temen?" Tanya Ririn membuat gadis kecil itu mengangguk.


"Iya itu temen aku, teman aku hebat banget deh kak. Bisa ngelepas matanya, terus bisa di pasang lagi," ucap gadis itu riang membuat Ririn memelototkan matanya ke arah ayunan yang bergerak dengan sendirinya itu.


"Kak? Kakak kenapa? Kakak namanya siapa?" Tanya gadis kecil itu memiringkan kepalanya menatap Ririn.


"Hah? Ehh na-nama kakak Ririn. Nama kamu?" Tanya Ririn gugup karena takut.


"Nama aku Inaya."


"Kakak mau kenalan juga gak sama teman aku?" Tanya Inaya membuat Ririn semakin melototkan matanya.


"Ha? Ah ga-"


... 🌱...


Maaf ya gengs ceritanya sedikit ngawur wkwk..


Dukung aku terus dengan vote, like, komen dan favoritkan gengs!

__ADS_1


Maaciww luv luv.


__ADS_2