RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
Part 68


__ADS_3

"Hai pren-prenku semua," sapa Ririn yang sudah di kantin lalu menghampiri Cavero dkk.


"Anjir mau demo lo?" Tanya Malik kaget melihat banyak orang di belakang Ririn dkk.


"Ya gak dong pren. Gue bawa pasukan buat bantu habisin duitnya si Varen," jawab Ririn tersenyum penuh arti.


"Maksud lo?" Tanya Varen yang mendengar namanya di bawa-bawa.


"Iya ini teman kelas gue semua mau minta pajak jadian sama lo dan Delisha," jawab Ririn santai.


"Anjing!" Umpat Varen seketika. Cavero dkk menahan tawa mereka melihat wajah frustasi Varen.


"Hebatkan temen gue," ujar Mahira menaik turunkan alisnya.


"Iya hebatkan? Bantuin lo habisin duit bokap lo," timpal Enzy.


"Oiya jelas dong. Siapa dulu dong. Ririn Lethicia ni bos anaknya babeh Adelard," timpal Ririn menyombongkan dirinya sendiri.


"Sudah-sudah! Kalian cepat duduk dan pesan," titah Ririn kepada teman-temannya.


"SIAP!" Seru teman kelasnya lalu menyatukan beberapa meja dan kursi berbentuk bundar.


"MANG BAKSONYA," jeda Varel lalu menoleh ke arah Ririn. "Eh Rin lo berempat juga gak?" Tanya Varel.


"Oiya jelas dong, gue juga laper njirr," jawab Ririn tak santai.


"Santai dong boss," sewot Andi.


"MANG BAKSONYA 30 SAMA ES TEH NYA JUGA 30. VAREN YANG BAYAR!" Teriak Varel sang ketua kelas IPA-4.


Varen mendengus mendengar bahwa dia yang harus bayar. "Yang," rengek nya kepada Delisha yang duduk di sampingnya.


Delisha terkekeh. "Duit kamu kan banyak. Traktir mereka gak bikin bokap kamu bangkrut kok. Tenang aja," ujar Delisha.


"Iya bener apa yang di bilang pacar lo. Sedekah gak buat lo jatuh miskin," sahut Ririn. "Apa lagi sedekahnya sama anak miskin kaya gue, behh pahala lo langsung 100," lanjut Ririn.


"Miskin pala lo. Lo lebih kaya dari gue njing!" Ketus Varen.


"Mas pacar lihat Varen tuh marahin aku," adu Ririn kepada Cavero.


"Dih pundungan!"


"Pinter juga lo Rin bawa-bawa pasukan gini," celetuk Haiden tertawa.


"Oiya jelas Ririn gitu loh," balas Ririn menarik kerah seragamnya.


"Dihh gak bisa banget lo di puji dikit!"


"Kenapa lo gak bagi ide sama gue biar gue juga bawa temen sekelas gue," timpal Kenzo tertawa.


"Besok kapan-kapan deh kalo ada yang jadian lagi," jawab Ririn santai.

__ADS_1


"Kalo gue nanti punya pacar, harus gue sembunyiin dari lo," kekeh Malik.


"Iya njirr bisa-bisa gue bangkrut kalo dia tau," timpal Kenzo.


"Gak kasih tau gue gak masalah. Gue punya banyak mata-mata," balas Ririn.


...🌱...


Guru sedang menjelaskan di kelas. Ririn misah misuh sakit perut.


Bodo amat dah dari pada gue eek di sini. Batin Ririn.


Ririn mengangkat tanganya. "Iya ada apa Ririn?" Tanya guru tersebut.


"Saya izin ke toilet sebentar, pak," ujar Ririn.


"Iya silahkan. Jangan lama-lama," balas guru tersebut.


"Siap pak." Ririn langsung berlari keluar kelasnya sampai tak melihat jalan.


Bruk


"Aduhh kalo jalan liat-liat dong," ujar Ririn kesal sambil bangkit dari lantai dan melihat siapa yang menabraknya.


Deg


Masya Allah cakep banget calon imam gue. Batin Ririn menatap orang yang masih ada di hadapannya tanpa kedip.


Orang itu berdehem. "Belum puas natapnya?" Tanya bya dengan nada menggoda tapi datar.


Orang itu terdiam kaku, niatnya mau menggoda gadis di depannya ini tapi malah dia yang malu sendiri. Ririn melihat nama orang tersebut di name tag nya sambil mengernyit, sepertinya ia sangat familiar dengan nama itu. "Reza Argantara," gumam Ririn membaca name tag yang masih di debgar cowok itu.


"Kenapa?' tanya cowok itu bingung.


"Lo kok mirip seseorang ya? Dari nama, wajah, bentuk badan, semuanya mirip deh," ujar Ririn lagi.


Dia sekarang seeprti sedang serius padahal dia hanya bercanda dan mati-matian menahan tawanya saat melihat wajah Reza yang seperti kebingungan. Lihatlah si ketos yang di rumorkan dingin anti cewek dan irit bicara sekarang tengak kebingungan dan jadi banyak bicara dengannya. Ririn sampai lupa apa tujuan awalnya.


"Seseorang? Siapa?" Tanya Reza lagi dengan raut wajah bertambah bingung.


"Lo kok mirip banget kek calon imam gue di masa depan," ujar Ririn sambil tersenyum manis lalu tertawa sendiri merasa lucu.


Reza yang mendengar jawaban gadis itu seketika ia menatap datar gadis tersebut yang masih tertawa dan entah mengapa hatinya menjadi sakit, ia juga tidak tau perasaan apa ini.


"Saya nonis," balas Reza dengan datar lalu pergi meninggalkan Ririn yang terdiam kaku.


Dua kata itu mampu mendiami Ririn.


"Baru juga mau gue jadiin calon imam karena dia ganteng dan melangkah. Ehh ada rintangan besar yang sulit dan mustahil di lewati," gumam Ririn.


"Udah di bantu dua tuhan tapi tetap gak bisa bersatu," lanjut Ririn terkekeh.

__ADS_1


Seketika Ririn sadar. Dia celingak celinguk melihat sekitar. "Huft! Aman. Untung mas pacar gak ada," gumam Ririn mengusap dadanya.


"Eh tadi gue mau ngapain ya?"


"ASTAGA GUE MAU EEK!" Pekik Ririn langsung berlari menuju toilet wanita. Untung saja tidak ada orang di sana, kalau ada entah mau di taruh di mana mukanya yang cantik, glowing semiring sumringah ini.


...🌱...


"Akhirnya lega juga ni perut," ucap Ririn yang baru keluar dari bilik toilet sambil mengelus perutnya.


"Well, akhirnya kita ketemu lagi," ucap seseorang yang baru keluar dari bilik toilet paling ujung.


Ririn menatap orang tersebut. "Ya iyalah ketemu lagi, orang kita satu sekolah, bego!" Balas Ririn menatap malas Della.


Siapa yang masih ingat dengan Della? Orang yang pernah di tampar Ririn sebanyak tiga kali saat pertandingan basket antar kelas.


Della menatap Ririn sinis. "Udah berhasil dapetin Cavero sekarang mau goda Lio juga?"


Ririn mendengus. "Gak penting banget omongan lo," jawab Ririn. "Gini ya neng, gue kasih tau sama lo, gue gak pernah punya niat buat godain siapa tadi? Lio? Ya itu, gak pernah."


Della tertawa sinis. "Gue gak peduli. Selagi kita ketemu, gue cuma mau bilang kalau jangan sekali-kalu punya niat buat deketin Lio. Dia ounya gue!" Ujar Della membuat Ririn tertawa. Ririn menelisik penampilan Della yang menurutnya sangat menor ini.


"Emang lo siapanya Lio?" Tanya Ririn.


"Gue pacarnya!" Jawab Della. "Jadi gue peringatkan lo untuk jangan pernah godain pacar gue."


Ririn menatap Della sambil mengangguk-anggukkan kepalany, tersenyum menatap gadis di depannya ini. "Sebenarnya gue heran sih kenapa lo bisa ngomong gini ke gue, gue bahkan gak dekat sama cowok lo itu. Dan ya seperti yang lo tau, gue pacarnya Cavero Koa Nelson yang gantengnya melebihi pacar lo itu, yang lebih segalanya dari pacar lo itu. Takut kalau cowok lo kepincut sama gue?" Tanya Ririn tersenyum remeh.


"Gak takut sih-"


"Kalau gitu jaga cowok lo baik-baik." Ririn memotong kalimat Della menepuk pundak Della pelan dan langsung keluar dari toilet.


Della mengepalkan tangannya. "Ririn setan!" Umpat Della tertahan.


...🌱...


...SPOI NEXT!...


Cavero melajukan motornya dengan Ririn yang memeluknya dari belakang.


"Mau kemana?" Tanya Ririn sedikit teriak.


"Mall mau?" Tanya Caveri balik.


Ririn mengangguk. "Boleh," jawabnya.


"Mas pacar jangan ngebut-ngebut, santai aja. Kalau kenapa-napa kita gak bisa nikah nanti," cetus Ririn sedikit teriak agar Cavero mendengarnya.


Cavero yang mendengarnya, mana bisa dia tidak tersenyum. Di balik helm hitamnya, Cavero tengah menampakkan deretan gigi putih miliknya. Memegang tangan Ririn yang melingkae di perutnya. "Iya mba pacar," balas Cavero.


Ririn tersenyum manis, Cavero jika sudah begini bisa membuat Ririn terbang tinggi menabrak langit.

__ADS_1


...🌱...


Jangan lupa hadiahnya gengs! Vote, like, komen dan favoritkan juga pren:)


__ADS_2