
Segerombolan pemuda berjalan menuju taman belakang dengan sesekali tertawa dengan kerecehan Haiden, Kenzo dan Malik. Yaps, mereka adalah Cavero dkk entah apa yang membuat mereka tiba-tiba melangkahkan kaki mereka menuju taman belakang.
Sesampainya mereka di taman belakang, Kenzo melihat ada hujan daun tepat di pohon mangga. Kalo monyet nggak mungkin, pikirnya.
"Itu kok kaya ada hujan daun ya?" Tanya Kenzo kepada teman-temannya.
"Mana ada hujan daun bego!" Jawab David. "Itu liat" tunjuk Kenzo membuat mereka semua melihat ke arah yang di tunjuk Kenzo.
"Itu ada monyet yang lagi kupas mangga" Ucap David mengutaran pemikirannya membuat semua orang terdiam memikirkan sesuatu.
"Sejak kapan monyet bisa kupas mangga pake pisau?" Tanya Cavero yang sedari tadi hanya diam.
Haiden yang penasaran berlari ke arah pohon mangga. Dia sangat terkejut dengan seseorang yang dengan santainya mengupas mangga dan melahapnya langsung.
"Heh ulet bulu gatel kaya pelakor, lo tuh makan daun aja noh ini mangga gue enak aja lo, gue udah cape cape nyolong juga."
"Dia gila kali ya?" Gumam Haiden yang mendengar monolog Ririn di atas sana.
Sedangkan, Cavero dan yang lainnya yang baru sampai di pohon mangga sama terkejutnya dengan Haiden melihat Ririn yang dengan santainya menyingkirkan ulat bulu.
"Woyy ngapain lo di atas, monyet!" Seru Malik kepada Ririn. Namun, tidak ada jawaban sama sekali dari Ririn yang terlihat masih asik memotong dan melahap langsung mangga.
"WOYY MONYET!" Teriak Malik.
Ririn yang mendengar ada orang teriak menoleh ke bawah. Ia melotot tak senang melihat ada lima sekawan ada di bawah.
Gimana mereka tau gue disini, njing. Batin Ririn kesal.
"Apaan sih lo pada, ganggu aja." Ucap Ririn.
"Lo ngapain diatas sana bego?" Tanya Kenzo mendengus.
"Nyolong mangga." Jawab Ririn jujur. Bodo amat jika mereka mau melaporkan dirinya ke guru bk sekali pun.
Sedangkan lima pemuda kecuali Cavero melolot mendengar jawaban jujur Ririn. "TURUN NJIRR!"
"OGAH!" Balas Ririn.
"Turun nggak lo!"
"Ogah! Apaan si lo pada ganggu kesenangan gue aja." Balas Ririn.
"Cepet turun anjirr!" Seru David.
Ririn hanya merotasikan matanya mendengar teriakan mereka semua. Karena malas berdebat, akhirnya Ririn turun dengan meloncat begitu saha dari atas pohon yang lumayan tinggi karena Ririn tadi duduk di dahan yang tinggi. Ririn dengan santai loncat tanpa memperdulukan Cavero dkk yang jantungan karena melihat Ririn loncat dari ketinggian.
"Lo ngapain loncat kaya gitu bangsat!" Omel Haiden.
__ADS_1
Ririn mengangkat alisnya sebelah. "Kan tadi lo pada yang nyuruh gue turun njir, gimana si."
Kenzo menatap Ririn tajam. "Gue nyuruh lo turun tapi nggak nyuruh lo loncat, njirr!"
*****
Suasana kantin sudah ramai karena bell istirahat sudah berbunyi. Ririn dengan santai duduk di tempat yang masih kosong di ikuti Cavero dkk membuat semua siswa menatap mereka heran.
Kok bisa ya mereka ngikutin Ririn.
Apa gue salah liat?
Beruntung banget si Ririn.
Dan masih banyak lagi pekikan-pekikan pengunjung kantin tertuju kepada Cavero dkk dan Ririn. Tapi tidak di hiraukan oleh mereka.
Ririn melambaikan tangannya ketika melihat ketiga temannya di pintu masuk kantin. Delisha dkk yang melihat itu segera menghampiri Ririn.
Mereka mengernyitkan. "Lo dapet mangga dimana?" Tanya Mahira.
"Dapet nyolong." Jawab Ririn santai.
Mahira, Enzy dan Delisha saling tatap tak percaya dengan jawaban Ririn. "NYOLONG?" Teriak mereka bertiga serentak membuat suasana kantin menjadi hening dan menatap ke arah mereka bertiga dengan tatapan aneh.
Ririn dan Cavero dkk melotot tajam ke arah mereka bertiga yang teriak. "Berisik lo pada!" Sentak Malik.
*****
Huaaa gue juga mau.
Anjirr enak banget keliatannya.
makkk mau rujak.
Semua orang yang melihat mereka meringis ngiler. Mereka semua bersusah payah menahan ilernya agar tidak keluar.
"Kok lo bisa-bisanya sih ada ide buat nyolong mangga. Hah hu hah" tanya Delisha yang kepedasan.
"Sayang kalo di biarin, mubazir. Mending sedekahin ke gue" jawab Ririn ngawur. Mereka yang mendengar balasan Ririn hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"Eh Cav, ini kan sekolah punya keluarga lo kan ya? Lo bilang dong sama kepala sekolah buat sedekahin mangganya sama gue, sayang nanti mubazir itu gue liat mangganya masih banyak yang belum gue colong." Cerocos Ririn sambil melahap rujak mangga.
Cavero hanya menatap Ririn datar tanpa berniat untuk menjawab.
"Si anjing maen nyolong-nyolong aja lo. Hah hu hah" Sewot Haiden.
"Sewot aja hidup lo, njir!" Balas Ririn ketus.
__ADS_1
*****
Mereka semua sudah kembali ke kelas mereka masing-masing karena bell masuk tanda belajar kembali telah berbunyi.
"WOYY JAMKOS WOYY, BU RINA SAKIT." Teriak sang ketua kelas.
"YEYYY!!" seru mereka semua tak terkecuali Ririn dkk.
Mereka semua yang ada di kelas Ririn, sibuk masing-masing. ada yang gosip ada yang tidur ada yang main ponsel dll.
"Anjirr bosen banget gue, harus cari hiburan nih." gumam Ririn mencari ide.
"Ahaa gue punya ide" ucap Ririn tersenyum lebar.
"Ide apaan maksud lo?" tanya Delisha yang tidak sengaja mendengar ucapan Ririn.
Ririn pun maju ke depan tanpa menjawB pertanyaan yang di lontarkan Delisha.
"PERHATIAN SEMUANYA. HARAP TENANG DAN SAYA ADA SESUATU YANG DAPAT KITA LAKUKAN BERSAMA-SAMA" Teriak Ririn membuat atensi semua orang beralih ke arah Ririn dengan mengerutkan dahinya bingung.
"Bagus" Ucap Ririn bertepuk tangan melihat mereka yang nurut.
"Ngapain lo Rin?" Tanya Bima sang ketua kelas.
"Gue ada hiburan yang menarik untuk kita semua" balas Ririn santai dan dia pun berteriak menginstruksikan mereka.
"SEKARANG KALIAN IKUTIN UCAPAN GUE. PENCET HIDUNG BAGIAN BAWAH KALIAN KEMUDIAN NAIKKAN KE ATAS." Teriak Ririn menatap mereka semua serius, padahal dalam hatinya terkikik dengan kebodohan mereka yang mengikuti tanpa terkecuali.
"Bwuahahahhahahaaa anjir nggak tahan" tawa Ririn pecah sambil memegang perutnya dan mereka hanya menatap Ririn dengan bingung.
"Si Laura kek babi beneran karena hidungnya yang pesek" ucap Ririn yang masih tertawa ngakak dan seketika mereka menyadari kalau sedang di bodohi Ririn.
"SETAN" ketus Laura yang di katain mirip babi.
"Anjirr bisa-bisanya." gumam teman sekelasnya.
"RIRINNNN!" Teriak Mahira, Delisha dan Enzy barengan kesal karena di kerjain Ririn.
"BWAHAHA ANJIR NGAKAK!" Teriak Ririn yang tidak berhenti ngakak.
Semua temannya mendengus kesal tidak terima di bodohi begitu saja oleh Ririn. Namun, ada yang tertawa karena memikirkan ucapan Ririn yang mengatakan Laura mirip babi.
...*****...
Hai gengs bagaimana pendapat kalian tentang novel ini, apakah kalian bosan?
Plis komen ya bagaimana pendapat kalian, kritik dan sarannya jangan lupa.
__ADS_1
alapyuu