RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 73


__ADS_3

"Anj! Ririn bisa-bisanya kaya gitu bhaha," ujar Varel tertawa dengan kelakuan Ririn yang ya begitulah.


"Iya njirr gue sakit perut ketawa terus."


"Bhahaa puas banget gue ketawa lihat muka busuk tadi."


"Iyaa apa lagi lihat muka Ririn yang kaya gak punya dosa banget."


"Eh iya njir. Ririn Ririn ada aja kelakuan lo."


Penghuni kelas XI IPA 5 geleng-geleng kepala mengingat kelakuan Ririn yang tidak ada habisnya. Sedangkan Ririn hanya tersenyum bangga pada dirinya sendiri sambil melambaikan tangannya kepada kelas lain yang menunggu-nunggu bel istirahat.


"ASSALAMUALAIKUM RIRIN YANG CANTIK JELITA DATANG MANA RED CARPET NYA?!"


Di depan pintu masuk kantin, Ririn teriak membuat teman-temannya menutup telinga mendengar suara cempreng Ririn. Beruntung kantin masih dalam keadaan sepi.


"RIRIN! JANGAN TERIAK TERIAK!"


"LO JUGA TERIAK ANYING!"


"Dahlah capek gue," cetus Ririn kemudian duduk di salah satu kursi.


"Sekarang giliran Pandu yang traktir," ujar Delisha semangat.


"Hah," beo Pandu dengan wajah seperti orang bodoh.


"YA BENERR!" Seru semua teman kelasnya semangat.


"Eh gak ada duit gue," ujar Pandu cepat. "Kasihanilah gue yang hanya seorang anak sopir," sambungnya dramatis.


"Anjing! Iya sopir tapi sopir pesawat!" Sewot Varel menatap Pandu sinis.


"Lah dimana salahnya?" Ucap Pandu polos.


"Pokoknya lo yang harus traktir!" Ujar Ririn yang akhirnya bersuara.


Pandu menoleh melihat Ririn lalu teman-temanya kemudian menghembuskan nafasnya dalam. "Okelah," jawabnya singkat.


"YEY! MAKASI PANDU GANTENG."


Pandu mendelik melihat semua temannya. "Dih pas ada maunya aja bilangnya ganteng," ketus Pandu.


Mereka tertawa mendengar keluhan Pandu apa lagi melihat muka tekuk Pandu.

__ADS_1


"MANG BAKSO 30 SAMA ES TEH 30!"


"SIAP!"


🌱


Na na na


Mari pulang marilah pulang marilah pulang sendiri sendiri


Ririn terus cerocos nyanyi sampai di depan pintu mansion Xavier.


Ceklek


"Assalamu- Innalillahi," ucap Ririn terlonjak kaget melihat nenek Odi ada di rumahnya menggunakan dres kuning motif bunga-bunga warna hijau.


"Astagfirullah ni nenek reot gaya nya melebihi anak abege, dasar gak inget umur," gumam Ririn menelisik penampilan neneknya dari atas sampai bawah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hei Rin. How are you? Why you not call me?" Tanya nenek Odi. (Hei Rin. Bagaimana kabar kamu? Kenapa kamu tidak pernah menelponku?)


"Hm i hm i- am fine. Yaa i am fine," jawab Ririn tersenyum bangga bisa menjawab pertanyaan perkataan neneknya.


Ayudia yang datang membawa beberapa toples cemilan tertawa mendengar jawaban Ririn. "Katanya sudah ngerti bahasa inggris tapi kok jawabnya masih gugup gitu tadi," sindir Ayudia terkekeh.


"Mom gak bisa apa ya ni nenek reot pakaiannya sesuai umurnya. Setiap aku liat pakaiannya buat mata Ririn sakit," cetus Ririn masih belum percaya bahwa yang wanita tua yang di depannya sekarang adalah neneknya.


Bayangkan saja pren, nenek Odi duduk anggun dengan topi bulat seperti topi pantai di kepalanya yang rambutnya sudah memutih, baju dres cerah, sepatunya seperti sepatu boots dan jangan lupakan tas merah menyala di sampingnya. Bagaimana tidak sakit matanya Ririn.


Ayudia terkekeh. "Coba kamu yang bilang sama nenek kamu," ujar Ayudia.


"Gak ah, bisa-bisa aku depresot nanti ngomong sama ni nenek reot," balas Ririn memegang kepalanya. "Dahlah aku ke kamar aja mom, papay," pamit Ririn bangkit dari duduknya lalu pergi naik ke lantai dua tempat kamarnya berada.


"Aduhh tu nenek kenapa dateng lagi si?" Gumam Ririn.


"Gue juga kenapa gak bisa-bisa sih bahasa enggress."


"Eh bukan gue dong yang salah. Salahin aja tu si nenek reot kenapa gak bisa bahasa Indonesia."


Ririn terus saja mendusel menemani langkahnya ke kamar.


🌱


"Kok kalian ada dua puluh sembilan? Satu mana?" Tanya pak Hengky selaku guru olahraga.

__ADS_1


Penghuni XI IPA 5 menoleh dan saling tatap satu sama lain. "Si Ririn kemana?" Tanya Mahira yang melihat satu temannya tidak ad di barisan.


Varel seperti melihat ada orang di atas pohon rambutan yang ada di dekat gudang belakang yang memang sedang berbuah dan kebetulan mereka olahraga di lapangan belakang. Varel mendekati pohon rambutan tersebut dan memang ada orang yang dengan santainya makan di atas sana. Varel membelalakan matanya saat tau siapa yang ada di atas sana. "RIRIN BAGI BUAT GUE JUGA," teriak Varel seketika membuat teman kelasnya berlari ke arahnya bersama pak Hengki.


"Hmm segernyaa," gumam Ririn.


"ASTAGFIRULLAH RIRIN NGAPAIN KAMU COSPLAY JADI MONYET DI SANA?!" Teriak pak Hengky terkejut membuat Ririn yang memanjat menengok dan nyengir kuda.


"ENAK PAK. RASANYA AH MANTAP POKOKNYA," balas Ririn teriak. Bukannya turun malah tambah asik makan rambutan dan membuang sampah sembarangan.


"WOI RIN BAGI DONG!" Teriak Enzy yang ngiler melihat Ririn makan rambutan sambil meringis keenakan.


Ririn menoleh lagi ke bawah. "OKE!" Jawab Ririn lalu naik ke dahan yang lebih tinggi. "NIH TANGKEP YA GUE LEMPAR."


Puk


Puk puk


Puk


Puk puk


Semua teman kelasnya berebut rambutan yang ia lempar di bawah membuat Ririn yang melihatnya dari atas terkekeh. "UDAH KEBAGIAN SEMUA GAK?"


"UDAH. MAKASEHH!"


"RIRIN TURUN KAMU DARI ATAS SANA SEKARANG!" Titah pak Hengky dengan berkacak pinggang.


"IYA PAK SEBENTAR. SABAR PAK JANGAN MARAH-MARAH NANTI KERIPUT BAPAK MAKIN BANYAK," cetus Ririn.


Hap


Ririn berhasil mendarat dengan sempurna. Ia memubguti beberapa rambuyan yang ia jatuhkan sebelunnya dan langsung lari ke arah pak Hengky.


"Nih buat bapak yang baik hati dan tidak sombong sebagai tanda perminta maafan saya kepada bapak," ujar Ririn memberikan beberapa buah rambutan.


"Astagfirullah sabar saya ngajar di kelas kalian," cetus pak Hengky terus memijat pelipisnya, tapi tidak lupa menerima rambutan yang di berikan Ririn.


Setelahnya mereka benar-benar melaksanakan olahraga dengan baik dan meriah berkat teman sekelasnya. Pak Hengky sesekali memberi perintah untuk anak muridnya melakukan beberapa pemanasan, sedangkan dia asik duduk di pinggir jalan sambil memakan rambutan yang di berikan Ririn tadi.


🌱


Heyo pren:)

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan yaw:)


__ADS_2