RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
Part 67


__ADS_3

Follow ig aku pren @thisisririnn & @knririn_


Enjoy pren:)


...***...


Memuji diri setiap pagi adalah hal wajib bagi Ririn. Seperti pagi ini, dia sedang berpose dengan berbagai gaya di depan cermin. "Masya Allah memang gue tiada tanding," puji dirinya sendiri. "Cuma satu nih yang kurang. Kurang bahenol."


"Ya Allah kasih aku sedikit kebahenolan ya Allah, biar gak tepos-tepos banget ni badan. Kasih aku sedikitttt aja, cuma seujung kuku aja Ya Allah jangan banyak-banyak nanti Ririn kaya lonthea. Amiinn," ucap Ririn berdoa sembari mengadahkan kedua tangannya lalu mengusapnya ke wajahnya di sertai kalimat terakhirnya.


***


"Helloeperibadiiii," sapa Ririn sembari menuruni tangga dengan senyum mengembang.


"Wah see nya very delicius ini makanan," celetuk Ririn setelah sampai di meja makan. "Mari kita eat-eat," ujar Ririn duduk di kursinya.


Ayudia terkekeh mendengar bahasa inggris anaknya, sedangkan Ade menggeleng heran. Nathan tidak ikut sarapan karena sudah berangkat kuliah.


"Apa itu see nya very delicius?" Tanya Ade kepada Ririn.


"See itu kan lihat, very artinya sangat, delicius artinya lezat. Jadi, kelihatannya sangat nikmat. Daddy payah gak bisa bahasa inggris," ujar Ririn mengejek Ade dengan membanggakan bahasa inggrisnya yang ah sudahlah.


"Terserah kamu aja Rin," balas Ayudia jengah.


Tidak lama, Ririn telah menghabiskan sarapannya. "Dad, aku berangkat sekolah dulu," pamit Ririn menyalami punggung tangan kedua orang tuanya. "Assalamualaikum," salam Ririn lalu berjalan keluar mansion.


"Hati-hati sayang, waalaikumsalam," balas Ayudia.


🌱


Brum


Brum


Brum


Sesampainya di area sekolah, Ririn dengan sengaja memainkan gas motornya. Ririn memarkirkan motornya tepat di samping Cavero.


"Selamat pagi mas pacar," sapa Ririn kepada Cavero tentunya.


Di parkir Cavero dkk tengah menunggu Varen yang tak kunjung datang, malahan Ririn yang lebih dulu datang.


"Pagi sayang," balas Cavero.


Balasan Cavero membuat Ririn tersipu malu apalagi Haiden dkk ikut menggodanya. "Mas pacar, gue maluuu," cicit Ririn menunduk menyembunyikan semburat merah di pipinya.


"Bhahaaa njirr pipinya Ririn merah," ledek Kenzo.


"Bisa malu juga lo, Rin?"


"Anjayy Ririn salting."


Haiden dkk terus menggoda Ririn membuat Ririn makin malu.


"Rin, gimana rasanya ciuman?" Tanya Reyhan tertawa diikuti yang lainnya kecuali Cavero yang tersenyum tipis melihat Ririn yang malu.


Flashback On


Ririn terbuai oleh ciuman Cavero, dengan memejamkan mata ia tidak tau bagaimana keadaan sekitar, begitu juga dengan Cavero.


"ASTAGFIRULLAH," seru Reyhan yang membuka pintu rooftop.


"Ada apa ada apa?" Kepo Haiden dkk.


"Astagfirullah mata aing udah gak suci lagi," ujar Malik dramatis.


"Biarin atau gangguin mereka?" Tanya Kenzo menaik turunkan alisnya menatap temannya yang juga menatapnya.


"Satu.. Dua.. Tiga!"


"GEMPA WOY GEMPA!" Teriak Haiden dkk membuat Ririn dan Cavero tersedak air liur mereka sendiri karena teriakan Haiden dkk.


"Anjing!" Umpat Cavero tertahan.


"GEMPAAA MAS PACAR AYO KITA TURUN!" Teriak Ririn panik.

__ADS_1


Cavero hanya menatap temannya tajam, namun temannya hanya tertawa melihat keduanya.


Ririn terdiam mendengar suara tertawa, sekian detik kemudian dia baru connec bahwa dia dan Cavero di kerjai mereka. "Bangsat lo semua!"


"Lo pro banget soal gituan Rin anjirr," celetuk Malik kepada Ririn.


Ririn yang paham maksud Malik memeluk Cavero dan menyembunyikan raut wajahnya di dada Cavero.


Flashback off


Saat mereka akan pergi meninggalkan parkiran, orang yang di tunggu-tunggu datang membuat mereka mengurungkan niatnya.


Varen datang tidak sendiri, dia membonceng seorang cewek yang memeluknya.


"Body nya kaya kenal gue," ceteluk Ririn memikirkan orang yang di bonceng Varen.


Varen dan perempuan itu membuka helm mereka bagaikan slow motion.


"Loh sha? Lo sama ni kuda?" Tanya Ririn kepada perempuan yang di bonceng Varen yang tak lain temannya sendiri, Delisha.


Delisha nyengir kuda memperlihatkan deretan gigi rapinya. "Iya Rin."


"Wahh sejak kapan lo sama si Varen? Kok lo gak cerita sama gue?"


"Gue sama Delisha baru jadian kemarin," jawab Varen bukan Delisha.


"Wah jadian?" Tanya Haiden heboh.


"Pajak jadiannya mana nih?"


"Yes! Makan gratis kita."


"Gak mau tau pokoknya kita kudu syukuran dan Varen bandar."


Cavero dkk heboh mendengar temannya tidak jomblo lagi. Bukan, bukan karena jadiannya, tapi karena makan gratisnya.


"Apa yang di bilang mereka benar. Lo berdua kudu traktir kita," ujar Ririn tak kalah heboh mendengar kata gratis.


Varen merotasikan matanya melihat kelakuan teman-temannya. "Hm."


"Ayo kita ke kelas Rin," ajak Delisha. "Bee aku ke kelas dulu," pamitnya kepada Varen yang dianggukinya.


"Cieee panggilannya bee," goda Ririn membuat Delisha salah tingkah.


...🌱...


Dengan tidak santainya, Ririn menggebrak pintu kelas yang kebetulan tertutup sedikit membuat penghuni kelas terlonjak kaget begitu juga dengan Delisha yang di belakangnya mengusap dadanya.


BRAK


"RIRINNN!" Seru semua penghuni kelas IPA-4 menatap Ririn horor. Nafas mereka memburu, sedangkan Ririn hanya nyengir kuda membuat teman kelasnya ingin sekali menonjok kepalanya.


"Bisa gak si lo buka pintunya santai, hah," sentak Varel sang ketua kelas dengan tidak santainya.


Ririn tidak menghiraukan pertanyaan Varel, dengan santainya Ririn masuk dan melewati beberapa meja temannya. "Maaf maaf pren."


"Anjirr untuk gue gak jantungan," celetuk Mahira yang sudah sampai di kelas bersama Enzy sebelum kedua temannya.


"Hooh."


"Ehh by the way, lo berdua berangkat bareng?" Tanya Enzy.


Seketika Ririn mengingat sesuatu mendengar pertanyaan Enzy. Ririn berdiri lalu berdehem kecil. "PERHATIAN PERHATIAN!" Teriak Ririn membuat semua teman kelasnya menoleh ke arahnya.


"ada apa?" Tanya Laura.


Ririn tersenyum. "TEMAN KITA ADA YANG BARU JADIAN YEEEE!" Ririn heboh sendiri mengatakan hal tersebut. Sedangkan Delisha yang tau bahwa orang yang di maksud adalah dirinya melototkan matanya.


"Siapa siapa?" Tanya Enzy penasaran.


"Iya Rin siapa?" Timpal Mahira.


"DELISHA PUNYA PACAR SEKARANG PREN!" Teriak Ririn lagi.


"WHAT?!" Teriak semua penghuni kelas yang di angguki Ririn.

__ADS_1


"PAJAK JADIANNYA NANTI DI KANTIN PREN," seru Ririn bertepuk tangan heboh.


"EHH GAK ADA GAK ADA. LAGI MISKIN GUE!" Tolak Delisha cepat.


"Huuu gak asik lo sha," sahut Chika, teman kelasnya.


"Lo kan kaya sha, sekali-sekali gak bikin saldo atm lo habis," timpal Andi.


"Pokoknya Delisha wajib traktir kita hari ini, titik!" Titah Varel final.


Delsiha mendengus. "Huft! Baiklah."


"YE MAKAN GRATIS!"


"YUHUU UANG JAJAN GUE GAK BERKURANG."


"YUHUUU MAKAN GRATIS LAGI."


"YOKK SIAPA LAGI YANG PUNYA PACAR JANGAN BACK STRETT LO PADA."


"IYA KUDU TRAKTIR KITA-KITA."


KRING KRING


"WOY UDAH DULU. UDAH BEL INI!" Teriak Varel menghentikan seruan teman-temannya.


Tidak lama kemudian pak Burhan, guru matematika masuk. "Selamat pagi anak-anak," salam pak Burhan.


"Pagi pakk," balas Ririn dan teman-temannya serempak.


Pak Burhan mengernyitkan dahinya bingung melihat raut wajah semua muridnya yang berseri-seri. "Tumben kalian kaya semangat gitu," cetus pak Burhan.


"Pagi-pagi memang harus semangat pak," balas Ririn tersenyum lebar.


"Iya emang. Tapi biasanya kalau bapak masuk kalian gak sesemangat ini," ujar pak Burhan.


"Yeee bapak aja yang kurang perhatiin kita," timpal Caren, salah satu penghuni kelas IPA-4.


"Sudahlah terserah kalian."


"Minggu lalu ada pr?" Tanya pak Burhan. "Tidak ada pak," jawab mereka barengan.


"Seinget bapak juga tidak ada. Baiklah kalau begitu kita masuk ke materi berikutnya."


...🌱...


...SPOI NEXT!...


Bruk


"Aduhh kalo jalan liat-liat dong," ujar Ririn kesal sambil bangkit dari lantai dan melihat siapa yang menabraknya.


Deg


Masya Allah cakep banget calon imam gue. Batin Ririn menatap orang yang masih ada di hadapannya tanpa kedip.


Orang itu berdehem. "Belum puas natapnya?" Tanya bya dengan nada menggoda tapi datar.


"Belum," jawab Ririn enteng.


"Kenapa?' tanya cowok itu bingung.


"Lo kok mirip seseorang ya? Dari nama, wajah, bentuk badan, semuanya mirip deh," ujar Ririn lagi.


Dia sekarang seperti sedang serius padahal dia hanya bercanda dan mati-matian menahan tawanya saat melihat wajah Reza yang seperti kebingungan. Lihatlah si ketos yang di rumorkan dingin anti cewek dan irit bicara sekarang tengak kebingungan dan jadi banyak bicara dengannya. Ririn sampai lupa apa tujuan awalnya.


"Seseorang? Siapa?" Tanya Reza lagi dengan raut wajah bertambah bingung.


"Lo kok mirip banget kek calon imam gue di masa depan," ujar Ririn sambil tersenyum manis lalu tertawa sendiri merasa lucu.


"Saya nonis," balas Reza dengan datar lalu pergi meninggalkan Ririn yang terdiam kaku.


...🌱...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren:)

__ADS_1


__ADS_2