
"Guys kantin kuy," ajak Enzy bosan.
"Kuy lah," balas Ririn semangat.
Ririn berdiri dari duduknya di ikuti ketiga temannya. "Woy Rel gue izin ke toilet yak," ujar Ririn kepada Varel selaku ketua kelas.
Varel menoleh. "Berempat?"
"Oiya jelas berempat dong. Kalau satu orang yang gak ikut di antara kita kayak ada yang kurang gitubloh pren," jawab Ririn terkekeh.
Enzy, Mahira dan Delisha menahan tawa mendengar alasan Ririn.
Varel merotasikan matanya jengah. "Serah lo dah Rin," ujar Varel malas meladeni temannya yang satu ini.
"Nah gitu kan enak," ujar Ririn menepuk pundak Varel. "Kuy pren," ujar Ririn kepada ketiga temannya.
Varel sebenarnya tidak percaya mereka berempat benar-benar akan ke toilet tapi karena guru yang ngajar saat ini tidak bisa masuk jadi ya sudahlah terserah mereka mau apa, sebentar lagi juga mau bel istirahat.
Ririn, Enzy, Mahira dan Delisha kini sudah sampai kantin. Tidak perlu lama mereka sudah mencari tempat duduk yang nyaman di pojok kantin.
"Kalian mau pesen apa?" Tanya Ririn.
"Gue nasi goreng sama es teh aja deh," jawab Mahira.
"Gue bakso minumnya samain kaya Hira," jawab Enzy.
__ADS_1
"Lo yang mau pesen?" Tanya Delisha menatap Ririn. Karena untuk pertama kalinya Ririn tanya mereka mau apa.
"Ya nggak lah. Tanya doang gue mah," cetus Ririn santai.
Mahira dan Enzy seketika melihat Ririn dengan wajah cengo. Delisha geleng-grleng kepala melihat kelakuan temannya satu ini, sedangkan Ririn hanya tertawa melihat bagaimana reaksi teman-temannya.
"Yeeee anjim banget sih lo," ketus Enzy menatap nyalang kepada Ririn.
"Udah-udah sini, biar gue yang pesen. Samain aja semua ya biar gak ribet gue," ujar Delisha pergi meninggalkan ketiga temannya.
Tidak lama Delisha kembali bergabung dengan teman-temannya.
"Lah? Kok cepet amat? Mana makanannya?" Tanya Ririn beruntun.
"Nanyi juga di anterin sama mamangnya," jawab Delisha. Mendengar jawaban Delisha, mereka hanya ber-oh ria.
Ririn, Enzy, Mahira dan Delisha merotasikan matanya mendengar cetusan Haiden. "Ngaca bos!" Semprot Ririn tak santai.
"Nih pesen," ujar Cavero memberikan Kenzo uang pecahan seratus ribu dua lembar. "Samain aja semuanya," sambungnya.
"Lo udah pesen gak?" Tanya Haiden kepada Ririn dkk.
Ririn mengangguk. "Sudah. Tapi beliin cemilan yak," jawab Ririn tersenyum.
"Ellehh badan kecil gitu tapi makannya banyak banget," ejek Kenzo.
__ADS_1
"Biar pun kecil-kecil gini, tapi jangan lupa siapa pacarnya," balas Ririn sombong menaik turunkan alisnya sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
Kenzo dan Haiden mendelik. "Cih sombong amat lo!"
"Lo ikut gue Ken," titah Haiden kepada Kenzo.
Kenzo pun bangun dari duduknya dan mengikuti langkah Haiden memesan makanan.
"Sudah lama?" Tanya Cavero kepada Ririn.
Ririn menggeleng. "Gak, baru aja. Sekitar lima menit sebelum lo sampai." Cavero mengangguk.
Tidak lama makanan Ririn dkk datang lebih dulu. "Makasi mang," ucap Ririn dan Mahira barengan.
"Sama-sama neng."
Meski makanan Ririn dkk sudah datang tapi mereka tidak makan langsung, mereka menunggu makanan Cavero dkk datang untuk makan bersama.
"Kenapa gak makan?" Tanya Varen kepada Delisha.
Delisha menggeleng. "Tunggu makanan kamu dan yang lain datang biar kita makan bareng-bareng." Varen mengangguk dan tersenyum hangat melihat kekasihnya.
Tidak lama kemudian Haiden dan Kenzo datang membawa nampan berisi bakso dan di bantu mamang penjual membawa es teh. Setelah mendapatkan masing-masing jatah mereka, Ririn dkk baru mulai makan bersama Cavero dkk.
Mereka menikmati makanan mereka dengan di selangi bercandaan yang mereka ciptakan.
__ADS_1
🌱