RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 39


__ADS_3

Kring kring


"Baiklah anak-anak sampai disini dulu pembelajaran hari ini, sampai ketemu lagi minggu depan. Selamat siang"


"Siang bu"


Bell tanda istitahat berbunyi, semua siswa-siswi berbondong-bondong untuk menyerbu surganya, kantin.


"Kantin kuy" ajak Mahira kepada ketiga temannya yang langsung di angguki mereka.


Mereka berempat berjalan beriringan sambil terkekeh mendengar cerita masing-masing sampai tidak menyadari mereka telah sampai di depan pintu masuk kantin.


"BU BOS!" panggil Haiden heboh melambaikan tangan kepada Ririn dkk.


Atensi semua orang beralih ke arah Haiden kemudian Ririn yang terlihat tengah malu.


"Anjirr ngapain tu anak teriak-teriak sih" gerutu Ririn dengan Haiden yang teriak seenak jidatnya.


"Nggak bisa apa ya tu orang manggilnya kalem?" Tanya Delisha kesal dengan kelakuan Haiden.


"Udah si biasa aja, bukannya ini sudah jadi hal biasa. Yuk ke mereka aja nanti mereka makin menjadi-jadi" ujar Enzy lalu berjalan dimana meja Cavero dkk berada.


"Bisa nggak sih lo nggak usah teriak-teriak, njim!" Ujar Ririn kesal memukul lengan Haiden. Sedangkan Haiden hanya menanggapinya dengan cengiran kuda.


"Udah-udah. Kalian bertiga mau pesen apa? Biar gue pesenin dulu. Laper gue" tanya Enzy kepada Mahira, Delisha dan Ririn.


"Kita udah pesenin untuk kalian berempat" Ujar Kenzo yang mendengar pertanyaan Enzy.


"Wahh beneran lo?" Tanya Enzy dengan mata berbinar.


Lumayan uang jajan gue utuh. Batinnya.


"Hm. Ini punya lo pada, kita udah makan duluan tadi" jelas Malik.


"Makasi" ucap mereka berempat serempak kemudian langsung duduk di tempat kosong dia antara Cavero dkk.


Ririn duduk samping Cavero, Enzy di antara Kenzo dan Malik, Mahira di samping Varen dan Delisha disamping David. Sedangkan Haiden di samping Reyhan.


"Pelan-pelan! Nggak akan gue rebut tu makanan" celetuk Malik yang melihat Enzy makan dengan rakusnya.


"Swuka-swuka gwue dwong. Mwulwut mwulwut gwue"


"Telen dulu baru ngomong, nggak ngerti bahasa alien gue" ujar Kenzo yang mendengar upacan ngawur Enzy.


Enzy menelan makanannya. "Suka-suka gue dong. Mulut-mulut gue!" Seru Enzy sewot.


"Semerdeka lo" ketus Kenzo melotasikan matanya jengah.


Yang lain hanya sibuk dengan makanan dan cemilan mereka tanpa berniat ikut dalam obrolan Kenzo dan Enzy, pun dengan Haiden yang asik main game dengan ponselnya sesekali ngemil.


"Nanti pulang sekolah gue mau ajak lo kesuatu tempat" ucap Cavero kepada Ririn yang di angguki sang empu.


Delisha dkk yang mendengar itu tersedak berjamaah. Mereka bertiga segera minum karena terasa panas di hidung mereka.


"Itu Cavero?" Tanya Mahira polos menunjuk Cavero.


"Anjirr lo pelet dia, Rin?" Celetuk Enzy cengo tidak percaya.


"Demi apa itu Cavero? Wahh harus di abadikan nih" ujar Delisha heboh. "Bener lo"


Malik dkk tertawa mendengar celetuk mereka bertiga. Cavero hanya menatap mereka datar, sedangkan Ririn santai-santai saja memakan makanannya.


*****


Sepulang sekolah, seperti yang sudah Cavero rencanakan. Tapi tidak berdua melainkan dengan teman-temannya dan teman-teman Ririn.


"Yah berarti cuma gue dong yang pake mobil" ujar Enzy malas mendengar teman-temannya memilih untuk boncengan dengan yang lain.


"Sini kunci mobil lo!" Pinta Cavero. "Biar nanti orang gue yang bawa mobil lo"


Enzy yang mendengar itu, langsung memberikan kuncinya kepada Cavero dan naik ke motor Malik tanpa izin membuat sang empu sedikit oleng karena tidak siap menahan beban. Wkwk..


"Anjirr bilang dong kalo mau naik. Untung nggak jatuh" omel Malik. Enzy yang mendengar itu hanya cengir kuda.


"Bawa mobil itu ke alamat rumah yang gue kirim" perintah Cavero kepada dua orang pria yang baru datang dengan pakaian serba hitam.


"Baik bos!" Jawab kedua pria tersebut barengan dan melenggang pergi dari hadapan Cavero.

__ADS_1


"Kalo kalian mau beli sesuatu, atau mau apa kasih tau jangan berhenti sendiri. Paham?" Ujar Cavero yang di angguki mereka semua.


Cavero dengan Ririn, Enzy dengan Malik, Delisha dengan David dan Mahira dengan Varen. Haiden dan Reyhan sendiri-sendiri. Bukan, bukan Reyhan sendiri tapi sang kekasih belum di jemput.


Tujuan pertama mereka sekarang adalah SMA SATU BANGSA untuk menjemput Auris, kekasih Reyhan.


Terlihat Auris yang sudah nunggu di dekat gerbang sekolah bersama temannya bernama Clara. Terlihat sekolah tersebut yang tidak terlalu ramai, tinggal beberapa orang yang masih stay disana. Entah sedang nunggu jemputan atau masih ada urusan.


"Lama nunggunya?" Tanya Reyhan yang sudah berhenti di depan kekasihnya.


"Nggak kok yang" jawab Auris tersenyum manis.


"Anjirr cuma gue nih yang nggak ada boncengan" gumam Haiden melihat teman-temannya ada partner mereka masing-masing.


"Ris gue duluan ya" pamit Clara yang merasa tidak enak.


"Sudah di jemput Ra?" Tanya Auris kepada Clara. "Nggak kok Ris, supir nggak jemput hari ini. Gue ke halte aja nanti naik taxi disana" jawab Clara.


Haiden yang mendengar itu matanya berbinar. "Neng mau ikut nggak sama kita?" Tanya Haiden antusias.


Ririn yang melihat Clara terdiam bimbang tidak bisa diam saja. "Udah mba ikut kita-kita aja, ada temennya juga kok ikut. Jadi nggak usah khawatir" cerocos Ririn.


"Kalo itu anak apa-apain mba, bilang sama gue. Biar gue yang kasih bokeman nanti. Lanjutnya.


Setelah lama terdiam. "Tap-" ucapan Clara di potong oleh Ririn. "Aduh kelamaan mba" potong Ririn yang sudah turin dari motor dan menarik Clara ke tempat Haiden. "Udah nggak usah pake tapi-tapian, mba ikut aja sama ni anak. Tenang aja nggak akan di culik kok"


"Udah Ra, lo ikut aja yuk" ucap Auris yang dari tadi hanya menyimak.


"Lama anjing!" Sentak Ririn gemas sendiri dengan keterdiaman Clara.


Clara yang mendengar sentakan Ririn akhirnya mengangguk ragu. "Nah gitu dong, kan enak" ucap Ririn kemudian berjalan ke arah Cavero.


Semua yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepala dengan kelakuan Ririn kecuali Haiden yang tersenyum lebar.


Cantik juga. Gue gebet ahh. Batin Haiden kegirangan.


"Ayo neng naik" ujar Haiden kepada Clara.


"Pegang tangan gue neng." Ujar Haiden yang melihat Clara kesusahan menaiki motornya. Clara hanya diam menuruti ucapan Haiden.


"Lo laper nggak?" Tanya Cavero kepada Ririn.


"Hah?" Tanya Ririn karena mendengar ucapan Cavero samar-samar.


"LO LAPER NGGAK?" Teriak Cavero agar di dengar.


"OH, NGGAK! MASIH KEYANG" jawab Ririn sedikit teriak, Cavero yang mendengar itu mengangguk.


Tidak lama Reyhan datang di samping. "Berhenti di restorant depan, Auris belum makan" ujar Reyhan sedikit teriak supaya di dengar Cavero. Cavero mengangguk dan tidak lama mereka menepi tepat di restoran.


"Ayo masuk" perintah Cavero dan masuk terlebih dahulu.


"Mau pesan apa Mba Mas?" Tanya waiters tersenyum manis.


"Kalian mau pesan apa?" Tanya Ririn kepada semua temannya termasuk Auris dan Clara.


"Gue ayam bakar, sama minumnya orange jus aja"


"Lo?" Tanya Ririn beralih ke Clara. "Samain aja seperti Auris"


"Paket ayam bakar 2, Orange jus 2, Mocca Ice Chocolate 1. Kalian bertiga?" Tanya Ririn beralih kepada ketiga temannya.


"Gue juga Mocca Ice Chocolate" jawab Delisha.


"Gue Vanilla Milk Shake sama kentang goreng" ujar Enzy.


"Gue samain aja sama Enzy" ucap Mahira.


"Seperti yang teman-teman saya bilang ya, Mba" cengir Ririn kepada waiters tersebut karena malas untuk mengulang.


"Baik mba."


"Yang cowo tanyain sendiri aja ya mba hehe"


"Gue bla bla bla.."


...*****...

__ADS_1


NEXT!


"Gue ke toilet dulu ya. Kalian pergi ke parkiran aja dulu nanti gue nyusul" ucap Ririn kepada ketiga temannya.


"Ahh legaaa" helaan nafas Ririn setelah keluar dari bilik toilet. Dia mencuci tangannya di wastafel lalu beranjak keluar.


Tapi sebelum benar-benar keluar, Ririn tidak menyadari ada orang yang sedari tadi mengikutinya. Orang tersebut membekap mulutnya dengan sapu tangan. Ririn memberontak kuat tapi tidak lama kemudian berontakannya kian lemah dan beberapa saat dia pingsan.


Ririn di bopong dengan susah payah oleh dua orang tersebut. "Gila, Ririn berat banget anjirr" cetus salah satu di antara mereka yang sedang membopong Ririn susah payah.


"Sedikit lagi"


"Rim, kita mau apain dia?" Tanya Anggun kepada Rima.


Yaps, ketiga orang tersebut Rima, Anggun dan Nita. Mereka sudah merencanakan ini dari jauh hari.


"Gue udah siapin ini" jawabnya mengangkat tali yang dipegangnya. "Kita ikat kaki dan tangannya biar dia nggak bisa ngelawan kita lalu kita tunggu dia sadar baru kita bertindak" lanjutnya tersenyum miring.


"Oh ya, ketiga teman curutnya masih nunggu di parkiran" Beritahu Nita.


"Ririn lama banget sih" cetus Delisha sambil melirik arloginya. Ucapan Delisha membuat Mahira dan Enzy sadar, mereka sudah menunggu Ririn hampir setengah jam tapi belum ada tanda-tanda Ririn.


Ting


"Dari Ririn" beritahu Delisha membuat kedua temannya menoleh ke arahnya. "Apa katanya?" Tanya Enzy cepat.


...Ririn Comell...


Sha..


Maaf gue buru² td blm sempat nyamperin kalian ke parkiran..


Bokap nyokap gue hrus kluar kota sekarang.


Dan gue liat Cavero yg baru keluar gerbang jadi gue pulang bareng dia.


Maaf ya..


"Lahh bukannya baru kemarin bokap nyokap nya pulang dari luar kota yah?" Tanya Enzy kepada kedua temannya.


Selama di perjalanan Mahira dan Enzy lebih lebih mendominasi obrolan. Sedangkan Delisha hanya sesekali menyimpali, perasaannya tidak enak sedari tadi dia menerima pesan dari Ririn. Entah kenapa dia merasa Ririn dalam bahaya tapi sebisa mungkin dia menepis perasaannya itu.


"Ni orang kapan sadarnya sih?" Tanya Nita kesal karena dari tadi menunggu Ririn sadar.


"Iya. Lama banget, bosen gue" lanjut Anggun.


"Lo berdua ada bawa air nggak?" Tanya Rima menghiraukan gerutuan kedua temannya.


"Gue ada nih air minum gue. Lo haus?" Tanya Anggun. "Udah buruan sini" ujar Rima.


Anggun mengeluarkan botol minumnya yang dia bawa dan memberikan botolnya kepada Rima. Dengan cepat Rima menyambar botol tersebut.


Byurr


"Kebanjiran tolonggg kebanjirannnn" teriak Ririn refleks dengan kondisi tangan dan kaki terikat.


"Lepasin gue, bangsat!" Bentak Ririn menatap nyalang kepada ketiga orang di depannya tersebut.


"Lepasin?" Tanya Rima menantang. "In your dream!" Lanjut kedua temannya barengan.


"Jadi lo mau apa?" Tanya Ririn santai.


PLAKK


"Itu balasan buat lo yang nampar gue waktu di kantin kemarin" ujar Rima. "Guys!" Lanjutnya kepada kedua temannya.


PLAKK


PLAKK


"PENGECUT LO SEMUA!" Teriak Ririn.


...🌱...


Bonus foto akuhh gengs wkwk


__ADS_1


__ADS_2