RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 78


__ADS_3

"Rin," panggil Cavero. "Hm.. maaf banget, gue gak bisa anterin lo balik," ujar Cavero melihat Ririn.


"Kenapa?" Tanya Ririn ingin tau alasan yang keluar dari mulut Cavero langsung, meski dia sudah tau alasannya pasti Renata.


"Gu-"


"Cavero," panggil Renata memotong kalimat Cavero sambil berlari kecil menghampiri Cavero dan Ririn di koridor. "Lo jadi kan anterin gue?" Tanya Renata.


"Oh ha-"


"Gue balik sama Enzy nanti. Lo anterin dia aja gak papa," ujar Ririn cepat memotong kalimat Cavero. Ririn tersenyum paksa untuk meyakinkan kekasihnya yang lebih memilih mengantarkan gadis lain dari pada dirinya, kekasihnya sendiri.


Ririn sekarang menyesal mengiyakan ajakan Cavero untuk berangkat bersama tadi pagi, yang membuat dirinya sekarang harus pulang dengan taxi karena Enzy, Mahira dan Delisha sudah pulang lebih awal.


"Ya sudah ayo ke parkir bareng," ajak Cavero kepada Ririn tentunya.


"Iya ayo Rin," timpal Renata tersenyum.


Ririn tau itu sebuah senyum palsu. Jangan lupakan di kehidupan dulu Ririn adalah anggota mafia terkenal. "Kalian pulang duluan gak papa, gue mau ke toilet dulu," alibi Ririn.

__ADS_1


"Beneran gak papa?" Tanya Cavero memastikan.


Ririn mengangguk. "Iya gak papa," jawabnya.


"Ya sudah gue sama Cavero duluan ya," ujar Renata cepat menarik tangan Cavero pergi dari hadapan Ririn.


Rubah kecil. Batin Ririn tersenyum smirk.


Ririn berjalan gontai menuju gerbang, menendang batu-batu kecil atau apa yang dia temukan. Ririn berhenti saat matanya tidak sengaja melihat ada Malik yang masih di parkiran dengan ponsel di tangannya. "Alhamdulillah ya Allah," ucap Ririn mengadahkan tangannya lalu mengusap kedua tangannya ke wajahnya.


Ririn berlari ke arah Malik. "Malikkk," panggil Ririn membuat Malik seketika menoleh melihatnya. "Ya Allah Malikkk gue seneng bangetttt," ujar Ririn girang menggoyang-goyangkan bahu Malik.


Malik menepis kedua tangan Ririn yang memegang bahunya. "Lo apa-apaan si," ketus Malik.


"Anterin gue pulang ya ya yaaa," pinta Ririn dengan mengeluarkan puppy eyes nya.


Mendengar permintaan Ririn membuat Malik seketika ingat bahwa tadi pagi Ririn berangkat bersama Cavero dan tadi Cavero pulang bareng Renata. Malik menghela nafas panjang. "Ya sudah buruan naik," balas Malik menegakkan motornya.


Dengan senang hati Ririn naik dengan berpegangan di bahu Malik. "Makasi," ucap Ririn tulus dan Malik hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Malik mulai melajukan motornya pelan. "Malikkk," panggil Ririn lembut. "Gue laperrrr," ujar Ririn merengek. "Tadi di kantin gue gak nafsu makan liat si ulet keket itu nempel terus sama Cavero," ujar Ririn kepada Malik. Namun Malik hanya diam saja bukan karena tidak dengar tapi yaa malas bicara aja.


Hal itu membuat Ririn kesal kepadanya. "Malikkkkkk," seru Ririn membuat Malik mengerem mendadak. "Apaan sih lo?" Sentak Malik.


"Gue laperrr lo denger gak?" Tanya Ririn ngegas.


"Lah kenapa jadi lo yang ngegas anjirr?"


"Lo sih gak dengerin gue dari tadi," jawab Ririn sewot.


Malik menghela nafas pasrah. "Iya ya lo mau makan dimana?" Tanya Malik.


"Nah gitu dong," jeda Ririn. "Hm.. di warung pinggir jalan yang ada di dekat perempatan itu aja, gimana?" Tanya Ririn meminta pendapat dan Malik mengangguk mengiyakan.


Anjing si Cavero, gue yang harus repot gini. Batin Malik mengumpati Cavero.


"Lo kok bisa sendirian di parkiran tadi? Temen-temen lo pada keman?" Tanya Ririn sambil melihat pengendara lain yang melaju di mereka.


"Mereka duluan karena gue terima telpon dari bokap dulu," jawab Malik.

__ADS_1


...🌱...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren :)


__ADS_2