
Paginya, Ririn sudah bersiap ke sekolah. Namun, hari ini ia lagi nggak pengen naik motornya atau di antar sopir seperti biasanya. Ririn memutuskan untuk menaiki bus saja.
Setelah selesai sarapan, Ririn pamit berangkat dan berjalan keluar gerbang mansion untuk mencari bus sekolah.
"MOMMYYYYY!" Teriak Ririn terlonjat kaget saat membuka gerbang mansion yang menjulang tinggi terdapat seseorang dibaliknya.
"Aaaaa setan setan," pekik Ririn lagi dengan kedua tangannya menutup matanya.
Orang itu hanya terkekeh di balik masker yang ia kenakan.
"Pergiiii setan jelek pergiii gue gak enak kalau di makan pergiiiii," histeris Ririn sambil mencak-mencak.
"Gue udah punya cowok setann," pekik Ririn lagi.
"Hey," sapa orang bermasker itu lembut.
Ririn tertegun sebentar mendengar suara orang itu, tapi belum menyingkirkan kedua tangannya. "Kaya kenal suaranya," gumamnya.
Perlahan Ririn mengintip dari celah tangannya dan mendengus kesal mengetahui orang di balik masker tadi. "CAVERO!" Pekik Ririn tertahan.
"Apa? Lo katain gue setan?" Tanya Cavero pura-pura merajuk.
"Halah gak pantes lo merajuk kaya gitu. Lagian salah lo sendiri tiba-tiba muncul kaya setan, kan gue takut," jawab Ririn.
"Tumben lo pake masker segala?" Tanya Ririn.
"Biar beda aja," jawab Cavero asal.
Ririn merotasikan matanya. "Serah lo dah. Ayo berangkat nanti kita telat." Ririn menarik tangan Cavero menuju motor Cavero.
"Sekarang kita ganti kalau ngomong pake aku-kamu bukan lo-gue," ujar Cavero setelah membantu Ririn naik.
"Iya iya bawel," dengus Ririn sambil melingkarkan tangannya di perut Cavero.
"Cuma sama kamu," balas Cavero.
"Elleh gak percaya. Lo pasti buaya di luar sana kan?"
__ADS_1
"Kamu Rin!"
"Iya kamu, kamu pasti buaya di luar sana kan?"
"Aish nyebelin Cavero nyebelinnn!" Ririn memukul punggung Cavero.
"Yes i love you too babe," ujar Cavero.
Blush
Pipi Ririn merona. "Ish apa si gak jelas tau."
Cavero terkekeh melirik Ririn dari kaca spion sedang menyembunyikan semburat merah di pipinya.
Tidak ada lagi percakapan di antara mereka sampai motor itu memasuki area sekolah dan berhenti di parkir. Di sana sudah ada Varen dkk.
"Wihh pak bos lo pungut dimana ni orang?" Cetus Haiden sembari tertawa sarkas.
"Heh monyet! Lo tuh yang di pungut. Enak aja tu mulut kalo ngomong," sewot Ririn.
"Udahlah gue mau ke kelas dulu," pamit Ririn. "Aku Rin!" Tegur Cavero.
"Anjirr udah aku-kamu aja ngomongnya," goda Kenzo.
Cavero tidak menghiraukan godaan teman-temannya. "Belajar yang rajin," ujar Cavero lembut yang diangguki Ririn lalu melenggang pergi.
***
Ririn memasuki kelas dengan senyum keceriaan seperti biasa. Saat sampai di kelas malah di suguhi pemandangan yang tidak enak di pandang. Dengan teman-temannya yang memasang wajah-wajah depresot mereka.
"Anjayy lo semua pada kenapa dah?" Tanya Ririn membuat perhatian semua teman kelasnya tertuju padanya. "Ada tugas njirr emang lo udah ngerjain?" Tanya Andi mewakili semuanya.
"Tugas paan?" Tanya Ririn mengerutkan dahinya.
"Tugas Fisika dari BuRim," jawab Delisha.
"Hah? Emang ada tugas? Ko gue kaga tau?" Tanya Ririn ingat-ingat.
__ADS_1
"Ada lah bego. Mana kalau BuRim kalau masalah gituan gak pake mikir kagak punya hati," keluh Daniah salah satu teman kelasnya.
"Hooh. Kan Enzy jadi takut," cetus Enzy.
"Iya kalau lo belum kerjain buruan nanti keburu bel masuk," ujar Mahira yang diangguki semua teman kelasnya.
Ririn terlihat berpikir. "Ahaaa gue punya ide!" Hebohnya.
"Apa apa apa," heboh sekelas.
"Gimana kalau kita kerjain Burim?" Usul Ririn.
"Kerjain gimana anjir," cetus Rian.
"Jadi gini.."
Semua merapat membuat lingkaran mendengar dengan seksama rencana yang di usul Ririn. Sedangkan Ririn menjelaskan dengan detail rencananya. "Nah gitu, gimana? Bagus kan? Baguslah Ririn gitulohh," bangga Ririn.
"Tapi ntar kalau di hukum gimana?" Tanya Tia salah satu siswa nerd di kelasnya tapi tidak cupu-cupu amatlah.
"Ya gak papa dong kan di hukum juga sekelas bareng-bareng," jawab Enzy.
"Nah bener tuh," ujar semua penghuni XI IPA-6 menyetujui ucapan Enzy.
"Nah sip gue suka gaya lo haha," tawa Ririn.
"Tok tok tok PAKETTT!"
"ASHIAPPPPP!"
"BHAHAHAA!"
"Oke guys waktunya akting hihii," ujar Ririn sembari terkekeh.
Semuanya duduk rapi di bangku masing-masing menunggu Burim datang. Sebenarnya nama asli burim itu Bu Rima tapi mereka bilang biar simple.
...***...
__ADS_1
Move ke ********** dan ***
Terima kasih!