
TIN TIN TINNN
"PAK BUKA GERBANGNYA PAKK!"
"WOYY BUKA WOY!"
Ririn teriak-teriak dan terus bunyikan klakson di depan gerbang lewat jendela mobilnya.
"ADUH NENG MAAF GAK BISA MASUK. NENG SUDAH TELAT LIMA BELAS MENIT!" Teriak satpam.
Ririn mendengus. "YA ELAH PAK BARU LIMA BELAS MENIT BELUM SEJAM!" Balas Ririn. "BUKA PINTUNYA PAK! KALO GAK BUKA SAYA TABRAK NIH PAGAR!" Ancam Ririn.
"JANGAN ATUH NENG, NANTI SAYA DI MARAHIN KEPALA SEKOLAH," ujar satpam tersebut.
"OKE PAK SAYA TABRAK NI PAGAR! AWAS PAK MENJAUHHH!" Teriak Ririn tidak menghiraukan kalimat satpam tersebut. Ririn memundurkan pelan mobilnya terlebih dahulu.
Satpam yang mengetahui siapa Ririn, orang yang paling nekat di sekolah tersebut buru-buru mencegahnya. "EH EH NENG JANGAN ATU NENG, YA YA SAYA BUKAIN NENG," ujar satpam tersebut teriak membuat Ririn yang mendengarnya menghentikan aksinya dan tersenyum lebar.
Hal itu hanyalah gertahan sesaat, karena mana tega Ririn menabrak pagar besi tinggi menjulang di depannya sekarang dengan mobil sport mewahnya. Namun, hal tersebut berhasil membuat satpam itu membuka gerbang tersebut dengan sangat lebar.
Ririn masuk pekarangan sekolah dengan santai sembari menyetir mobilnya. Keadaan sekolah sudah sepi, karena memang sudah jam masuk pelajaran pertama. Hanya ada beberapa yang masih berlalu lalang.
__ADS_1
Siswa-siswi yang masih berlalu lalang tadi tercengang melihat mobil sport edisi terbaru berwarna kuning cerah itu masuk sekolah mereka. Mereka semua penasaran siapa pemilik mobil tersebut.
Bagaikan slow motion Ririn keluar dari mobilnya santai dengan mengendong tas ransel berwarna maroon.
Anjayy damage-nya gak ngotak emang si Ririn.
Huaaaa kak Ririn cantik banget.
Dih caper.
Gila! Mobilnya edisi terbaru donggg.
Huaa daddy mau mobil kaya gitu.
Ririn berjalan santai melewati beberapa orang yang masih melihatnya, tanpa memperdulikan mereka karena memang hal seperti ini adalah hal biasa bagi Ririn.
Saat sampai di depan ruang kelasnya, Ririn jalan ngendap-endapan mengintip lewat jendela apakah sudah ada guru atau tidak. Ririn bernafas lega karena mendapati kelas yang ternyata tidak ada guru. Ririn berjalan santai menuju pintu.
BRAK!
"ASSALAMUALAIKUM WAHAI PENGHUNI NERAKA!"
__ADS_1
Ririn menendang pintu kelasnya dengan keras sambil teriak. Tapi tidak ada sahutan umpatan dari teman kelasnya, mereka hanya kaget tapi tidak sampai mengeluarkan suara.
Ririn mengernyitkan dahinya. Ini ada apa dah? Batin Ririn menatap mereka heran. "Kalian semua kenapa dah busyettt tumben bener pada rajin-rajin gini," ujar Ririn. "Woy rel, anak buah lo pada mimpi apa dah rajin-rajin bener," cetus Ririn menepuk pundak Varel sedikit kasar.
"Sakit bangsat!" Sentak Varen pelan.
"Dah lah serah lo pada. Gak asik lo semua," ujar Ririn kemudian berjalan ke arah mejanya, tapi langkahnya terhenti saat matanya tak sengaja melihat seseorang perempuan dewasa memakai baju batik modern duduk di meja paling pojok. Ririn mengucek kedua matanya berkali-kali untuk lebih memastikan, siapa tau ini hanya halusinasinya karena trrlalu semangat ingin belajar, pikirnya. Namun, penglihatannya sama saja, tidak ada yang berubah. "Eh ibu hehe," sapa Ririn cengengesan.
"Enak ya Rin, baru datang sekolah jam segini," sindir guru tersebut.
Ririn menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. "Hm..,"
"Ham hem ham hem, sekarang kamu keluar dan hormat bendera sampai jam pelajaran ibu selesai!" Titah guru tersebut garang.
"Yah kok gitu si bu, gak asik deh," celetuk Ririn.
"CEPAT!"
Seketika Ririn menegakkan badannya karena kaget mendengar bentakan gurunya tersebut. "SIAP BU," balas Ririn teriak lalu berlari keluar.
Semua teman kelasnya menahan tawa, bahkan ada yang sudah cekikikan. Apalagi melihat gurunya yang mengelus dadanya berusaha menahan emosinya.
__ADS_1
...🌱...
Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren:)