RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 79


__ADS_3

Setelah sampai di warung makan yang ada pinggir jalan. Malik dan Ririn masuk setelah memarkirkan motornya.


"Bu, saya mau pesen pake lauk ayam kecap, tempe dan jangan lupa sambal terasi ya bu hehe," ucap Ririn kepada ibu penjual.


"Siap neng," jawab ibu tersebut.


"Lo gak makan?" Tanya Ririn kepada Malik.


"Mau lah. Emang lo doang yang laper," jawab Malik sewot.


Ririn mendelik. "Biasa aja njing!"


Malik tidak menghiraukan Ririn, ia menyingkirkan Ririn sedikit kasar hingga Ririn hampir jatuh jika tidak berpegangan di ujung meja.


"Anjing!" Umpat Ririn tertahan.


Dia harus bisa menahan emosinya jika ingin selamat sampai rumah.


"Bu sama pesen sama kaya dia ya," ucap Malik menunjuk Ririn yang sedang menatapnya sinis. Jujur saja, Malik berusaha keras menahan tawanya melihat raut wajah kesal Ririn.


"Apa susahnya tinggal ngomong dari sini," gumam Ririn ketus yang masih di dengar oleh Malik. "Ngapa harus pake dorong-dorong segala."


Malik merasa puas menjahili Ririn, apa lagi melihatnya yang tidak bisa melawan. Tentu Malik juga tau alasan Ririn tidak bisa melawan, karena sekarang Ririn bergantung padanya.

__ADS_1


Mereka duduk di meja kosong menunggu makanannya datang. Tidak lama, seorang gadis remaja datang membawakan makanan mereka berdua. "Ini kak, silahkan,"ucap gadis tersebut sopan.


"Makasi," balas Ririn. "Oh ya, tadi lupa pesan minumnya. Boleh minta tolong es teh dua?" Pinta Ririn.


"Ah iya kak boleh, tunggu sebentar ya kak," balas gadis tersebut yang diangguki Ririn lalu berlalu meninggalkan Ririn dan Malik.


"Bismillahirrahmanirrahim Allahumma..," ucap Ririn mengadahkan kedua tangannya berdoa sebelum makan sekaligus menyindir Malik yang akan memasukkan suapan pertamanya.


Malik yang mendengar itu menyengir, ia kembali menaruh sendoknya lalu berdoa mengikuti Ririn.


Setelah berdoa, mereka mulai menyantap makanannya. "Makannya pelan-pelan aja, gak bakal gue ambil gue punya juga," cetus Malik melihat Ririn makan dengan cepat.


"Guwe lwapwer," balas Ririn dengan mulut penuh terisi.


"Gak ngerti bahasa alien gue," ujar Malik.


Malik tidak menghiraukannya dan Ririn juga bodo amat.


Tidak lama, makanan mereka berdua habis. Mereka bangkit lalu menghampiri ibu penjual tadi. "Berapa bu?" Tanya Ririn.


"Tadi lauknya ayam kecap sama tempe ya neng?" Tanya ibu itu memastikan.


Ririn mengangguk. "Sama es teh satu bu," jawab Ririn.

__ADS_1


"Jadi 17 ribu aja neng," ucap ibu itu beritahu.


Ririn mengut-mangut lalu menatap Malik yang berada di sampingnya yang juga menatapnya. "Hehe bayarin," titah Ririn cengengesan.


Malik melototkan matanya. "Dih? Sapa lo?"


Ririn mendengus. "Bu, cowok ini yang bayar punya saya," ujar Ririn kemudian berlari keluar ke arah motor Malik.


"HEEH?!"


Malik mengeram tertahan melihat kelakuan satu temannya itu. "Bangsat!" Umpatnya. Mau tak mau Malik membayarkan makanan Ririn, ia mengeluarkan dompetnya dari saku belakangnya lalu mengambil uang selembar pecahan lima puluh ribu dan menyerahkannya kepada ibu penjual tersebut. "Kembaliannya buat ibu aja," ujarnya lalu pergi keluar.


"Terima kasih nak," ucap ibu tersebut tersenyum hangat. "Alhamdulillah," ucapnya bersyukur.


Malik menatap Ririn malas, namun Ririn sudah duduk dengan santai di jok bagian belakang. "Makasi Malik," ucapnya tersenyum lebar. Malik hanya mendengus tidak membalas ucapan Ririn.


Malik naik motornya lalu menyalakannya. Malik menyeringai di balik helm nya. "Kena lo sekarang," gumamnya pelan yang tentu tidak di dengar oleh Ririn. Malik dengan sengaja langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi membuat Ririn yang belum siap hampir terjungkal ke belakang jika tangannya tidak segera berpegangan di baju Malik.


"Bangsat! Bisa pelan gak sih lo? Hampir aja gue jatuh! Kalo gue jatuh gimana? Terus meninggal gimana? Gue gak mau mati untuk kedua kalinya sekarang," sentak Ririn kesal.


Malik tertawa puas melihat raut wajah kesal Ririn dari spion. Hal itu membuat Ririn makin kesal dengan Malik.


Awas lo! Bakal gue bales nanti. Batin Ririn menggerutu.

__ADS_1


...🌱...


Jangan lupa vote, like, komen dan favoritkan pren;)


__ADS_2