RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL

RIRIN TRANSMIGRATION BADGIRL
PART 54


__ADS_3

Tadi Mahira sedang menyiram bunga di halaman rumah Delisha karena dia sedang menginap dan mendapatkan pesan dari Ririn. Saat itu dia hanya mengenakan kaos biasa dengan short pants sebagai bawahannya.


Tanpa menunggu lama, dia mematikan keran dan bergegas masuk untuk mencari Delisha. Delisha sendiri saat itu sedang berada di dapur. Dia sedang membuat cupcake untuk cemilan nantinya. Saat dia sedang membuat adonan, saat itu pula Mahira yang tau Delisha sedang di dapur pun segera melangkahkan kakinya kesana dan langsung menariknya keluar tanpa memperdulikan Delisha yang berteriak minta penjelasan. Dan saat itu, Delisha belum melepas celemek yang melekat dan wajah yang penuh tepung dimana-mana.


Sesudah diluar rumah tepatnya di bagasi. Mahira memberikan ponselnya kepada Delisha dan Delisha pun tau apa yang terjadi. Delisha buru-buru mengeluarkan motornya dengan Mahira yang menyetir.


Sebelum ke tempat Ririn, mereka menyempatkan beli es kelapa muda yang di minta Ririn, bagaimana pun itu sebuah amanah. Beruntung sudah ada yang jual sepagi ini.


Mereka sangat terburu-buru hingga penjualnya di suruh cepat-cepat. Di perjalanan pun Delisha dengan tidak sabaran menarik-narik rambut panjang Mahira dari belakang hingga membuat Mahira kesakitan dan motornya berjalan tidak stabil. Itu sebabnya tadi dari arah tempat Ririn dan kelima laki-laki tadi, motornya tampak oleng kesana kemari dan untungnya tidak terjadi kecelakaan.


Lengkap sudah, Mahira dengan rambut yang berantakan. Delisha dengan wajah yang penuh dengan noda tepung dan celemek yang masih melekat di badannya. Serta Enzy yang masih memakai piyama tidur dengan muka bantalnya. Semua itu terjadi karena satu hal.


RIRIN ADALAH SUMBER DARI SEGALA SUMBER PERKARA!


Ketiga gadis itu menatap horor kearah Ririn yang dengan serius memperbaiki mobil milik Reyhan. Sedangkan kelima lelaki itu tak berhenti tertawa mendengar penjelasaan ketiga teman Ririn tersebut.


"Anjing! Perut gue sakit." Cetus Haiden tak berhenti tertawa.


"Iya anjirr apa lagi liat muka mereka yang cengo karena di bohongi." Sahut Kenzo.


"Sedangkan biang keroknya santai aja." Lanjut Reyhan.


Ddrttt drrttt


Bunyi ponsel tanda ada panggilan terdengar menghentikan tawa mereka. Ponsel tersebut milik Malik. Terdapat nama Cavero disana.


"Halo?"


"Lo dimana bangsat! Rumah gue nggak pindah!" Sentak orang di sebrang.


"Gue lagi nonton live di jalan bradee" jawab Malik tertawa mengingat perkataan ketiga gadis tersebut.


"Serius anjing!"


"Mobil Reyhan mogok. Dan Ririn lagi memperbaiki tuh." Jawab Malik santai.

__ADS_1


"Ririn?"


"Iya, dia bantuin kita periksa ni mobil."


"Sharelock!"


Tut


Panggilan dimatikan sepihak membuat Malik mendengus kesal tapi tetap mengirimkan lokasinya sekarang kepada Cavero.


"Nah udah. Coba nyalain." Ujar Ririn yang kini sudah selesai dengan perbaikannya.


Reyhan masuk untuk memastikan. Dan benar aja mobil itu menyala setelah di coba. Ririn pun mendudukkan dirinya lagi di pinggir jalan sambil mengusap dahinya yang berkeringat.


"Hiraaa mana kelapa muda pesanan gue?" Tanya Ririn kepada Mahira.


Dengan muka yang masih cemberut, Delisha menyerahkan gresek sedang yang berisi es kelapa muda yang tadi di belinya bersama Mahira. Ririn pun mengambil satu bungkus saja.


"Dah nih minum dulu. Capek kan lo pada?" Titah Ririn sambil memberikan kantong berisi es itu kepada ketiga temannya dan kelima laki-laki disana.


"Salah siapa lo pada percaya gitu aja nggak kirim pesan balik nanyain gue bener apa kaga-nya." Ujar Ririn santai sembari menyeruput esnya.


Sudahlah, akhirnya mereka menertawakan diri mereka sendiri karena tingkah laku mereka yang di luar nalar.


Tidak berapa lama jalanan yang sepi tersebut terlihat motor sport dengan kecepatan tinggi melaju kearah mereka. Mereka adalah Cavero dan Varen.


Cavero dan Varen terkejut melihat empat gadis yang terlihat sangat sangat berantakan.


"Kalian kenapa?" Tanya Varen kepada keempat gadis tersebut.


Mahira, Delisha dan Enzy hanya mendengus mendengar pertanyaan mereka tanpa menjawab mereka kembali menyeruput es kelapa mudanya. Sedangkan Ririn terus seruput kelapa mudanya dan sama sekali tidak menghiraukan kedua orang yang baru datang tersebut.


Cavero berjalan kebelakang keempat gadis yang dimana kelima temannya duduk dan melakukan hal yang sama dengan Ririn dkk, minus es kelapa muda. "Ririn dimana?" Tanya Cavero kepada kelima temannya. Sedangkan mereka yang mendengar pertanyaan Cavero melirik satu sama lain. Apa dia benar-benar tidak melihat Ririn? Apa mungkin karena sekarang muka si Ririn yang sudah hitam dekil, sehingga Cavero tidak mengenalinya? Entahlah.


"Apa?" Balas Ririn di belakang Cavero membuat dia terlonjat kaget.

__ADS_1


Cavero menoleh ke belakangnya dan terkejut karena seorang gadis dengan muka hitam yang menjawab. Cavero menelisik dari atas rambut hingga ujung kakinya, dia menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Siapa lo?" Tanya Cavero sengit menatap Ririn sinis.


Ketiga gadis dan keenam temannya hanya menahan tawa melihat dan mendengar langsung bahwa Cavero tidak percaya dengan gadis yang di depannya tersebut adalah Ririn yang notabene kekasihnya sendiri.


"Dahlah. Ayo guys lo semua ke rumah gue, disana juga ada inti Dark Spider mungkin udah dateng." Ujar Ririn berdiri tanpa mengidahkan pertanyaan Cavero yang menatapnya sinis.


"Kok suaranya kaya pacar gue yah?" Gumam Cavero yang masih bisa di dengar oleh semua yang disana. Ririn hanya merotasikan matanya jengah.


"Lo beneran Ririn?" Tanya Cavero tak percaya. "Tapi kok lo jadi jelek gini? Lo habis ngapain sampe dekil banget kaya gini?"


Sudah, sudah cukup! Haiden dan yang lain tidak bisa menahan tawanya melihat temannya yang seketika jadi bodoh seperti ini. Bukankah si Malik tadi sudah bilang bahwa Ririn bantu perbaiki mobil si Reyhan? Tapi entahlah.


Satu kata untuk temannya tersebut 'Bego'.


"Iya ini gue! Kenapa hah?" Jawab Ririn sedikit nge-gas.


"Lo habis ngapain? Ini juga kenapa muka lo item-item gini? Tangan lo juga? Aduh Rin jangan banyak tingkah makanya." Cerocos Cavero sedikit kesal melihat kekasihnya cosplay jadi gembel.


Ririn menatap keenam laki-laki yang tidak berhenti ketawa. "Sejak kapan boss lo jadi bego gini?" Tanya Ririn sedikit mengejek pemuda bodoh di depannya yang sayangnya adalah kekasihnya sendiri.


"Sejak kenal cinta haha!" Jawab Malik tertawa diikuti kelima temannya dan Enzy dkk.


"Dahlah cape gue!" Ujar Ririn meninggalkan mereka terlebuh dahulu masuk mobil Enzy.


Tanpa mengidahkan pertanyaan Cavero, mereka yang tidak membawa kencaraan segera masuk ke mobil Reyhan dan Enzy. Dengan Malik, Kenzo, Ririn dan Enzy di mobil Enzy. Reyhan, Haiden dan David di mobil Reyhan. Sisanya menggunakan motor yang mereka gunakan.


...*****...


Akuu kembalii gesss..


Siapa disini yang menunggu? Yuk langsung follow dan favoritkan biar waktu up langsung dapet notifnya.


Terima kasih gengsku...

__ADS_1


__ADS_2