
Pagiku cerahku matahari bersinar
Ku gendong tas diskon ku di pundak
Selamat pagi semua ku nantikan dirimu
Di depan kelasku menantikan kami
Sekolahku tersayang sekolahku tercinta
Tanpamu apa jadiny..a a..
Dug
Ririn yang sedang jingkrak jingkrak nggak jelas di koridor sambil bernyanyi dengan suara cemprengnya, tiba-tiba menabrak tembok. Bukan, bukan tembok itu dada bidang seseorang yang keras seperti tembok.
"Aduhh kepala gue kejedot" ucapnya mengusap-usap keningnya.
"Siapa si ya-ng.. eh mas pacar" Ririn yang semula akan marah tidak jadi karena melihat siapa yang di tabraknya.
"Ngapain jingkrak jingkrak nggak jelas lo?" Tanya Malik ngegas.
"Nyanyi apaan lo tadi?" Kenzo.
"Mana suaranya jelek banget lagi" cerobos Haiden.
"Tumben semangat banget lo" ucao David yang sedari tadi diam saja.
"Iya dong, pagi-pagi kita harus semangat" ucap Ririn tersenyum manis.
"Ehh ngomong-ngomong nih ya bos, lo kan udah sold out nih, belum pernah lo kasih kita pj" cerobos Haiden si mata duitan. "Ho'oh bener itu bos" lanjut Kenzo.
"Tenang nanti istirahat Cavero traktir kita" ucap Ririn menaik turunkan alisnya.
YESS
YUHUU
MAKAN ENAK
"Gue nggak pacaran!" Bantah Cavero. "Nggak boleh gitu mas pacar, nanti dedek sakit hati loh dengernya" ucap Ririn dramatis.
Cavero baru saja akan membuka suara tapi di dahului Ririn. "Udah-udah nggak usah banyak cincong, mending kita masuk kelas masing-masing. Inget sebentar lagi kita ujian kenaikan kelas. Jangan bolos terus lo pada" omel Ririn seperti emak mereka.
Cavero dkk yang di omel seperti itu cengo mendengarnya.
Udah kaya nyokap gue aja ni orang. Batin Varen.
Busyett cosplay jadi emak-emak ni orang. Batin Haiden.
Si bangsat kenapa?. Batin Malik bertanya-banya.
Wahh pengertian banget sih bu bos. Batin Kenzo.
Cocok nih sama si kulkas berjalan. Batin Reyhan.
Lucu. Batin Cavero tersenyum tipis.
__ADS_1
Sedangkan si David hanya tersenyum tanpa ngebatin.
Kenapa lo pada liatin gue gitu amat?" Tanya Ririn menatap mereka heran.
"Eekhmm.." Cavero berdehem menormalkan ekspresinya dan menyadarkan teman-temannya. "Cabut!" Titahnya kemudian melengos meninggalkan Ririn di ikuti yang lain.
Ririn yang di tinggalkan hanya mengendikkan bahunya acuh kemudian melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.
Ririn bingung dengan orang-orang yang di lewatinya ada yang menatapnya sinis bahkan tidak sedikit murid yang terang-terangan mengatainya.
Dasar jalangg..
Ohh ini yang ngaku-ngaku pacarnya Cavero
Nggak cocok banget..
Masih banyak lagi desisan-desisan yang Ririn setiap dia melangkah. Tapi Ririn sama sekali tidak peduli akan hal itu. Selagi mereka nggak ganggu nggak papa. Batinnya.
"ASSALAMUALAIKUM YA AHLI NERAKA!" Teriak Ririn yang baru sampai di kelasnya mengagetkan teman-teman kelasnya.
anjirr kaget..
Asuu..
Mak Dante janda..
Berisik bangsatt..
Dan masih banyak lagi jeritan kaget mereka.
"WAALAIKUMSALAM!" Balas mereka ketus.
"Kalian kenapa?" Tanya Ririn dengan watados (wajah tanpa dosa). Namun, sedetik kemudian dia tertawa ngakak sambil memegangi perutnya melihat wajah kesal semua temannya.
"BERISIK ASUU!" Sentak Varel sang ketua kelas yang sedang menulis, entah menulis apa.
Ririn seketika berhenti ketawa, dia berjalan menuju mejanya kemudian duduk di samping Delisha.
"Ehh ada berita hot" ujar Enzy memberitahu ketiga temannya.
"Berita apaan?" Tanya Delisha singkat.
"Ehh Rin, lo beneran jadian sama Cavero?" Tanya Enzy kepada Ririn.
"Iya, kenapa?" Tanya Ririn balik. "Lo jadi berita hot anjirr, gue tadi pagi liat berita di lambe sekolah pada heboh bahas lo sama Cavero" jelas Enzy memberikan ponselnya kepada mereka bertiga.
"Ohh pantes banyak orang natap gue aneh dari tadi, ternyata ini toh penyebabnya" Ririn mangut-mangut melihat video yang di perlihatkan Enzy.
Video tersebut adalah video kejadian kemarin dimana Ririn memeluk Cavero di atas motor waktu akan mengantarnya pulang.
"Lo nggak marah liat komentar-komentar mereka?" Tanya Mahira. "Buat apa marah?" Tanya Ririn balik mendiami mereka bertiga.
Kring kring
Pembicaraan mereka terhenti mendengar bell tanda masuk berbunyi.
Sedari tadi guru menjelaskan, Ririn sama sekali tidak mendengarkan. Dia masih kepikiran tentang orang yang mengatainya jalangg lah murahan lah.
__ADS_1
Apa gue semurahan itu?. Batin Ririn bertanya-tanya.
Sampai jam istirahat, Ririn sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Kantin yuk" ajak Mahira. "Ayok laper gue" jawab Enzy dibalas anggukan singkat Delisha, sedangkan Ririn hanya diam tidak menyahut.
"Kenapa?" Tanya Delisha yang melihat Ririn sedikit murung sedari pelajaran pertama.
"Rin?"
"Ririn?"
"RIRINN!" Teriak Enzy membuat Ririn terlonjat kaget. "Apaan si teriak-teriak" balas Ririn sedikit ngegas.
"Ya lagian lo ngapain bengong aja dari tadi" sewot Enzy. "Udah ayok kita ke kantin" lerai Mahira.
"Kalian aja, gue nggak laper" jawab Ririn.
"Nggak ada. Lo harus ikut!" Titah Delisha menarik tangan Ririn. Mau tak mau Ririn ikut ke kantin.
Sepanjang koridor menuju kantin, banyak murid yang menatap sinis ke arah Ririn. Bahkan tidak sedikit dari mereka terang-terangan mengata-ngatai Ririn yang bukan-bukan.
"Udah jangan di dengerin" ucap Delisha yang di sampingnya. Ririn hanya mengangguk diam sambil terus berjalan.
Sesampainya di kantin, mereka duduk di pojok. Sedangkan Delisha pergi memesan makanan untuk ketiga temannya.
"Duh selera makan gue ilang ngeliat jalangg disini" Ucap Rima dengan suara sedikit keras. Masih ingat dengan Rima? Kalo lupa bisa ulang baca yaw..
"Iya nggak sudi banget gue satu kantin bareng jalangg" lanjut Anggun.
"Maksud lo apa hah?" Bentak Enzy bangun dari duduknya. Enzy baru akan melangkah ke arah mereka tapi di tahan oleh Ririn. "Udah, nggak usah"
"Tap-"
"Udah Zy, duduk lagi" Enzy melihat ke arah Mahira dan Mahira mengangukkan kepalanya tanda 'turuti'.
Mau tak mau Enzy duduk kembali menahan emosinya.
"Makanan datangggg!" ucap Delisha yang membawa nampan di bantu ibu kantin.
"Tadi kenapa?" tanya Delisha kepada Enzy.
"Biasa si Rima" Delisha hanya mengangguk paham.
"Hai bu bos" sapa Haiden dan duduk bergabung bersama mereka.
Orang yang di panggil hanya melirik sekilas kemudian melanjutkan makannya. Begitu pun dengan ketiga temannya yang tak menghiraukan keberadaan Cavero dkk.
"Sesuai perjanjian tadi pagi, kita akan di traktir pak bos" ucap Malik memecah keheningan di antara mereka bersepuluh.
"Gue udah kenyang, gue cabut duluan" ucap Ririn datar kemudian melenggang pergi keluar kantin tanpa menghiraukan teman-temannya yang memanggilnya.
"Udah biarin aja. Habiskan makanan kita dulu baru susul dia" Ucap Delisha. Memang hanya Delisha yang bisa bersikap dewasa di antara mereka berempat. Mahira dan Enzy hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ada apa si?"
*****
__ADS_1
Aku sudah up 3 part hari ini, mohon timbal baliknya ya gengs biar besok aku semangat up 3 part lagi.
Jangan lupa Vote Like Komen and Share..